Pemilik Bank Jago Jerry Ng Berpotensi Kuasai 57% Saham BFI Finance

Pasca penawaran tender, kepemilikan saham Northstar dan Garibaldi Thohir melalui Trinugraha di BFI Finance akan terdilusi. Jerry Ng berencana membawa BFIN ke ranah digital.
Image title
Oleh Tim Redaksi
20 Januari 2022, 06:32
Jerry Ng, Bank Jago, Bank digital, bfi finance, bfin
Katadata
Pemilik Bank Jago, Jerry Ng

Jerry Ng berpotensi menguasai 57,19% saham PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) melalui skema penawaran tender sukarela alias voluntary tender offer. Selanjutnya, pemilik PT Bank Jago Tbk (ARTO) ini bersama pengendali lainnya berencana membawa perusahaan multifinance papan atas tersebut ke ranah digital.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan Kamis ini (20/1), Trinugraha Capital & Co SCA selaku pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali BFI Finance menggelar penawaran tender sukarela. Jumlahnya sebanyak 9,13 miliar saham atau setara 57,19% saham emiten berkode BFIN tersebut yang dimiliki oleh investor publik.

Harga penawarannya sebesar Rp 1.200 per saham, yang merupakan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham BFIN selama 90 hari terakhir sebelum prospektus dipublikasikan. Jika ditotal, nilai transaksi penawaran tender tersebut mencapai Rp 10,96 tiriliun.

Aksi korporasi ini diharapkan mengantongi restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 Februari 2022, dan periode penawaran tender pada 22 Februari hingga 23 Maret mendatang.

Advertisement

Sebelum aksi korporasi ini, Trinugraha memiliki 42,81% saham BFIN. Pemegang saham lainnya adalah investor publik 45,68%, DB Spore DCS A/C 5,23%, dan saham treasuri 6,28% saham. Jika berjalan mulus dan semua investor mengikuti penawaran tender ini maka Trinugraha akan menguasai 15,97 miliar saham atau 100% saham BFIN.

Meski begitu, Trinugraha sebagai pengendali akan memastikan BFIN tetap memenuhi syarat sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang punya saham beredar di publik sebanyak minimal 7,5% saham.

Yang menarik, pasca-aksi korporasi tersebut, ada dua pemegang saham baru Trinugraha yang sekaligus bakal turut jadi pengendali tidak langsung BFI Finance. Mereka adalah Bravo Investments Limited yang dimiliki Jerry Ng dan Garibaldi Thohir. Selain mereka, pemegang saham dan pengendali BFIN yang sudah ada sebelumnya adalah TPG Capital Management dan Northstar Advisors Pte Ltd.

Rinciannya, sebelum penawaran tender sukarela saham BFIN, Okeanos Investment Limited dan Ballica International Limited punya masing-masing 1% dan 98,44% saham Trinugraha. Adapun, Garibaldi mengempit 0,56% saham Trinugraha.

Pasca hajatan tersebut, kepemilikan Okeanos, Ballica, dan Garibaldi akan terdilusi sehingga memiliki masing-masing 0,43%, 42,14%, dan 0,32% saham Trinugraha.

Sedangkan Bravo bakal menguasai 57,12% saham yang sekaligus jadi pengendali baru Trinugraha. Artinya, jika semua investor mengikuti penawaran tender sukarela ini maka Jerry Ng melalui Bravo akan memiliki secara tidak langsung 57,12% saham BFI Finance.

Pasca hajatan tersebut, Trinugraha dan para pengendalinya berencana mengarahkan BFI Finance untuk transformasi bisnis dan menerapkan teknologi digital untuk mengoptimalkan layanannya.

Seperti diketahui, Jerry merupakan pemegang saham pengendali Bank Jago. Sejak di tangan Jerry, bank ini menjelma menjadi bank digital yang masuk ke dalam ekosistem decacorn GoTo. 

Sejak tahun lalu sebenarnya sudah berhembus kabar rencana masuknya Bank Jago ke BFI Finance. Seperti diberitakan Katadata.co.id, 15 April 2021, Bank Jago akan mengambil alih BFIN melalui Trinugraha. Namun, kala itu Jerry selaku Komisaris Utama Bank Jago mengelak menjawab kabar tersebut.

Dia hanya menyatakan, saat ini berfokus pada aplikasi bank digital yang diluncurkan Bank Jago secara resmi pada 15 April 2021. "Aplikasi Bank Jago diluncurkan hari ini dan fokus utama kami pada saat ini adalah Bank Jago. Mohon dukungannya untuk Bank Jago," kata Jerry saat dihubungi Katadata.co.id.

Kabar akuisisi BFIN juga santer berhembus beberapa tahun lalu. BFI Finance hampir diakuisisi oleh perusahaan bank investasi asal Italia Compass Banca pada 2018 lalu.

Namun akhirnya rencana itu batal pada 2020 karena alasan kondisi darurat kesehatan di Eropa akibat pandemi Covid-19 pada tahun lalu. Hal itu menyebabkan perseroan mengubah aksi korporasinya.

Editor: Redaksi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait