Menlu Retno Tekankan Prinsip Dasasila Bandung di KTT Peringatan GNB

Menlu Retno Marsudi juga meminta tuan rumah Serbia mendukung prakarsa Indonesia menjadikan arsip KTT ke-1 Gerakan Non-Blok di Beograd sebagai Memory of the World UNESCO.
Image title
12 Oktober 2021, 08:46
Retno marsudi
Katadata
Menlu Retno Marsudi menghadiri KTT peringatan 60 tahun Gerakan Non-Blok di Beograd.

Pemerintah Serbia mendukung langkah Indonesia menominasikan arsip Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok GNB) ke-1 di Beograd pada 1961 sebagai Memory of the World UNESCO.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan dalam KTT peringatan 60 tahun GNB di Serbia pada Senin (11/10), Presiden Serbia Aleksandar Vucic berjanji akan membantu upaya Indonesia tersebut. Menteri Luar Negeri Serbia Nikola Selakovic bahkan langsung merilis surat dukungan atas prakarsa Indonesia.

“Kesempatan KTT Peringatan di Beograd ini adalah waktu yang tepat untuk mengusung nominasi tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (12/10).

Retno melanjutkan dalam KTT peringatan 60 tahun GNB di Serbia, Indonesia mendapatkan kesempatan pertama untuk berbicara. Dalam kesempatan itu, Menlu menyampaikan tantangan global saat ini saat ini lebih kompleks dengan persoalan pandemi Covid-19 dan perubahan iklim. Ia mengutip tiga prinsip dalam Dasasila Bandung yang masih relevan untuk menghadapi tantangan saat ini.

Pertama, nilai dan prinsip persamaan antar negara. Retno mencontohkan prinsip ini harus diterapkan terhadap distribusi vaksin terhadap dunia internasional. Menurutnya, akses vaksin yang tidak merata saat ini masih terjadi.

Diskriminasi dan politisasi vaksin bahkan memperlebar ketimpangan vaksin dan kesulitan untuk pulih secara bersama. Kesetaraan dan kesamaan akses terhadap vaksin menjadi ujian moral paling besar bagi kita semua. Ia pun mendorong seluruh negara anggota GNB harus menggaungkan solidaritas untuk kesetaraan akses vaksin Covid-19.

Kedua, prinsip kerja sama. Retno menegaskan rivalitas geopolitik mengancam spirit kerjasama untuk mengatasi pandemi dan tantangan dunia lainnya. Tantangan perubahan iklim yang dapat mengancam keberadaan manusia tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan zero-sum. “Dasasila Bandung meminta kita semua untuk senantiasa mengedepankan kepentingan bersama dan kerja sama,” ujarnya.

Ketiga, nilai dan prinsip penghormatan terhadap keadilan. Menurut Retno, semua negara GNB masih berhutang kepada rakyat Palestina dalam hal kemerdekaan mereka. Ia menilai Dasasila Bandung memandatkan kita untuk mendukung Palestina dalam perjuangannya mendapatkan keadilan.

Ia menilai sejarah GNB menjadi pengingat penting terhadap nilai, cita-cita dan prinsip-prinsip GNB. Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan pelaksanaan KTT ini sangat tepat waktu karena tantangan global yang dihadapi dunia saat ini.

Ia menegaskan nilai-nilai GNB 60 tahun lalu masih relevan dengan situasi dunia saat ini. Guterres secara khusus menyampaikan pentingnya kesetaraan akses terhadap vaksin dan kerja sama dalam menghadapi perubahan ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait