Kepolisian Selidiki Klaim Peretasan Terhadap Database Polri

Akun Twitter @sonix666 mengklaim telah meretas pusat data Polri. Akun ini satu kelompok dengan peretas yang juga menyerang situs BSSN beberapa waktu lalu.
Image title
18 November 2021, 13:35
peretasan
CISSReC
Basis data personil Polri diduga dibobol peretas, Kamis (18/11/2021))

Mabes Polri menyelidiki potensi peretasan terhadap basis data personel Kepolisian seperti yang diklaim oleh salah satu peretas. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas), Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan penyelidikan sedang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

"Masih penyelidikan, apakah ada peretasan atau tidak," ujar Rusdi kepada Katadata saat diminta konfirmasi pada Kamis (18/11).

Kabar soal peretasan data Polri pertama kali diklaim oleh akun Twitter @sonix666. Ia menyebut dirinya hacker yang telah meretas 28.000 akun masuk dan informasi pribadi kepolisian. Dalam profil akun Twitter miliknya peretas menyebut dirinya tergabung sebagai anggota peretas dari "theMx0nday".

Ini komplotan yang sama dengan peretas Situs Pusat Malware Nasional dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Peretas mengatakan tindakan ini dilakukan karena peretas tidak mendukung pemerintah dan bagaimana memperlakukan rakyat. Peretas juga menulis beberapa pernyataan yang bersifat menghina pemerintahan negara.

"Kebocoran ini mengandung informasi pribadi dan kredensial dari pekerja polri dan orang-orang terlibat dengan mereka," tulis peretas melalui akun Twitternya.

 

Pada akhir Oktober lalu lembaga pemerintah lain yakni BSSN mengalami peretasan berupa metode perusakan atau deface. Serangan deface yang menimpa BSSN juga pertama kali terungkap lewat akun Twitter @son1x777. Pengguna Twitter ini mengunggah gambar yang menampilkan situs www.pusmanas.bssn.go.id dibobol oleh peretas itu bernama "theMx0nday".

Saat itu, akun @son1x777 mencuit bahwa peretasan hanya bertujuan mengirim pesan. Serangan siber deface ini juga sebagai balasan dari peretas Brasil karena hacker Indonesia pernah membobol situs pemerintah mereka.

 

Reporter: Nuhansa Mikrefin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait