Kemenparekraf Andalkan Desa Wisata Sebagai Program Prioritas

Image title
12 Desember 2021, 10:13
Foto udara suasana Desa Wisata Kmapung Yoboi yang terlatak dipinggir Danau Sentani, Jayapura, Papua
ANTARAFOTO/Saptono
Foto udara suasana Desa Wisata Kmapung Yoboi yang terlatak dipinggir Danau Sentani, Jayapura, Papua

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadikan pengembangan desa wisata sebagai program prioritas.

Menteri Parekraf Sandiaga Uno mengatakan pandemi Covid-19 telah mengubah pariwisata di Indonesia menjadi berbasis kualitas dengan konsep ruang terbuka dan mengandalkan kearifan budaya. Ia menyebut desa wisata memenuhi kriteria tersebut.

“Setelah mengunjungi lebih dari 50 desa wisata Nusantara, [saya] merasakan langsung bagaimana ekonomi bergeliat, lapangan kerja dan peluang usaha terbuka luas. Ekonomi akar rumput bergerak, mensejahterakan masyarakat,” ujarnya, dikutip dari akun Twitter @sandiuno, Minggu (12/12).

Sandiaga menuturkan konsep desa wisata memiliki sejumlah keunggulan. Selain memiliki pemandangan alam yang indah, desa wisata juga bisa mengandalkan produk ekonomi kreatif dan budaya.

“Pariwisata bukan hanya untuk orang berduit,” tegasnya.

Sandiaga mengatakan ia optimistis industri pariwisata Indonesia akan segera bangkit. Sandi juga mengapresiasi inisiatif PT Garuda Indonesia dan BNI yang menggelar Garuda Travel Fair 2021 yang digelar secara hybrid. Acara ini diselenggarakan pada 10-12 Desember di Senayan City dan 10-16 Desember secara online. 

“Tentunya hal ini akan membantu pemulihan sektor pariwisata dan penyerapan tenaga kerjanya," kata Sandiaga dalam pernyataan resmi.

Ia mengatakan pameran perjalanan wisata, yang khususnya mempromosikan perjalanan leisure lokal, dapat kembali menggerakkan kinerja pelaku ekonomi wisata dan perekonomian lokal.

Lebih lanjut, Sandiaga menuturkan Indonesia juga merupakan salah satu dari lima negara besar yang mempunyai level keamanan pandemi dengan pengakuan baik atau level 1 dari World Health Organization (WHO).

Saat ini, para pelaku pariwisata lokal juga selalu meningkatkan pelayanannya dan telah mendapat sertifikasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, dan Environmental Sustainability).

"Kami harap ini menjadi sebuah kepercayaan bagi masyarakat untuk semakin meningkatkan mobilitas wisatanya. Namun tentunya harus diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan pada seluruh aspek operasional kepariwisataan," katanya.

 

 

Reporter: Rezza Aji Pratama
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait