Jangan Buru-Buru, Ini Cara Memulai Bisnis Online

Memulai bisnis online tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, harus melalui beberapa langkah tertentu agar Anda lebih mengenal pasar dan bisnis Anda bisa bertahan lama.
Image title
10 Agustus 2021, 11:30
Ilustrasi memulai bisnis online.
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa.
Ilustrasi memulai bisnis online.

Internet telah menjadi primadona untuk setiap jenis bidang usaha. Pemanfaatan internet juga dilakukan oleh mereka yang ingin memulai bisnis namun terhalang beberapa kendala seperti kurangnya dana, lahan, dan sebagainya. Beberapa dari mereka pun akhirnya memilih menggunakan internet sebagai tempat berbisnis.

Bisnis berbasis online memang memiliki beberapa kelebihan, seperti tidak terikat ruang maupun waktu sehingga bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. selain itu, jangkauan pasar juga menjadi lebih luas, dan hubungan dengan konsumen bisa menjadi lebih intens.

Namun memulai bisnis online tidak bisa dilakukan sembarang, melainkan harus dengan kehati-hatian dan kecermatan. Pasalnya, kompetitor dalam dunia bisnis online tak terhitung jumlahnya. Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan sebelum memulai bisnis online?

1. Identifikasi kebutuhan pasar

Tak sedikit usaha yang gulung tikar lantaran mengabaikan kebutuhan pasar. Pasalnya, setiap usaha pasti memilki konsumen. Apabila produk dan layanan yang ditawarkan tidak mampu menyelesaikan masalah konsumen, kemungkinan besar produk atau jasa tersebut akan ditinggalkan.

Sama halnya dengan bisnis online, apa pun produk dan jasa yang Anda tawarkan harus mampu menyelesaikan masalah dari konsumen. Untuk mengetahui masalah tersebut diperlukan suatu riset lapangan. Ada lebih dari ribuan masalah yang dihadapai konsumen, namun Anda bisa mencoba dengan mengidentifikasi masalah apa yang lebih sering dan benar-benar di hadapi oleh banyak orang.

Cobalah untuk tidak terlalu mengedepankan asumsi pribadi. Untuk melengkapai data identifikasi masalah pasar tersebut, Anda juga bisa meminta pendapat dari beberapa forum atau bahkan berkomunikasi secara langsung dengan orang yang menghadapi masalah tersebut.

Setelah menemukan beberapa masalah, coba saring mana saja masalah yang kemungkinan muncul untuk dijadikan bisnis, dalam hal ini bisnis online.

2. Lakukan Riset Pasar

Setelah menemukan suatu masalah yang potensial untuk dijadikan ladang bisnis online, selanjutnya lakukan riset lebih mendalam terkait masalah tersebut. Temukan data-data akurat yang bisa dijadikan bahan pertimbangan baik sebelum maupun ketika menjalankan bisnis online.

Anda juga bisa melakukan riset keyword di Google maupun media sosial. Melakukan riset di media sosial bisa membantu Anda lebih dekat dengan orang-orang yang mungkin mengalami masalah tersebut, atau barangkali melihat review dari produk atau layanan serupa yang pernah mereka coba.

3. Analisis Pesaing

Setelah bertemu dan berkomunikasi langsung dengan orang-orang yang mengalami masalah berpotensi bisnis online tadi, hal selanjutnya bisa Anda lakukan adalah melakukan analisis produk atau layanan dari kompetitor.

Cobalah untuk mengelompokkan beberapa kompetitor ke dalam 3 kategori kompetitor, yakni kompetitor utama, sekunder, dan tersier. Secara sederhana, kompetitor utama adalaha mereka yang punya target pasar atau produk yang serupa dengan yang Anda rencanakan. Sementara kompetitor sekunder adalah bisnis yang punya produk sama namun target pasar yang berbeda. Untuk kompetitor tersier adalah mereka tidak secara langsung berkompetisi dengan produk atau jasa yang akan Anda rintis, namun memiliki produk yang masih berhubungan langsung dengan produk Anda.

Menganalisis kompetitor juga bisa dilakukan dengan mengunjungi laman situsnya. Dari website tersebut, Anda bisa lebih dekat dengan bisnis, produk, dan layanan yang sedang dijalankan kompetitor. Pelajari dan petik hal-hal yang dirasa berguna untuk pengembangan bisnis Anda. Selain melalui website, Anda juga bisa mengunjung media sosial kompetitor bisnis Anda untuk melihat bagaimana peminat serta ulasan/review produk dan jasa mereka secara langsung melalui komentar, dan sebagainya.

Dari sana, Anda bisa bertemu dengan mereka yang menggunakan produk atau jasa kompetitor Anda secara langsung. Bertanya kepada mereka bisa mencerahkan pikiran tentang apa saja sekiranya yang harus Anda lakukan dan hindari nantinya ketika bisnis online Anda sudah mulai dijalankan.

4. Tentukan Model Bisnis

Setelah melakukan riset terhadap kompetitor, Selanjutnya Anda bisa mulai menetukan model bisnis seperti apa yang sekiranya cocok dan menguntungkan untuk bisnis yang akan Anda rintis. Apakah produk atau layanan tersebut lebih cocok dijual melalui market place, website, media sosial, atau ketiganya. Setiap platform memiliki pendekatan yang berbeda-beda. Pastikan Anda memahami risikonya.

5. Target Pasar

Tentukan kelompok orang yang sekiranya akan mengonsumsi produk atau jasa yang bisnis Anda tawarkan. Dengan menentukan target pasar, akan memperjelas tujuan produk yang hendak Anda jual. Menentukan target pasar bisa dilakukan dengan mengklasifikasikan mereka berdasarkan faktor demografi dan psikografi.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan membuat buyer persona alias gambaran ideal dari pengguna produk atau jasa Anda. Ada dua tipe buyer persona, yakni positif dan negatif. Positif adalah mereka yang kemungkinan akan membeli produk yang Anda tawarkan, sedangkan negatif adalah mereka yang tidak berpotensi untuk membeli produk Anda.

6. Memasarkan Produk

Untuk bisa memasarkan produk secara tepat sasaran diperlukan strategi yang terancang dengan baik. Dalam memasarkan produk Anda bisa menggunakan beberapa fitur seperti Google Bisnisku. Fitur ini membantu calon konsumen untuk lebih dekat dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan. Selain itu, Anda bisa memaksimalkan media sosial sebagai wadah memasarkan produk atau jasa.

7. Mempertahankan Pelanggan

Ada beberapa cara bisa Anda lakukan untuk bisa mempertahankan pelanggan, seperti memiliki customer support yang siap dan setia mendengar keluhan pelanggan terkait produk Anda. Kehadiran customer support juga sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan yang sudah membeli produk Anda untuk bisa selalu berkomunikasi dengan Anda.

Cara lain yang cukup efektif yaitu dengan menghubungi pelanggan Anda melalui email. Komunikasi melalui email maupun email marketing dinilai cukup efektif dan personal. Melalui cara ini, Anda bisa mempromosikan produk-produk terbaru ke segmen pelanggan yang lebih spesifik.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait