Australia Setujui Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Anak 5 sampai 11 Tahun

Penggunaan vaksin Pfizer untuk anak usia 5 sampai 11 tahun masih memerlukan persetujuan Kelompok Penasihat Teknis Australia tentang Imunisasi (ATAGI).
Image title
Oleh Antara
5 Desember 2021, 13:24
pfizer, vaksin virus corona, Covid-19, australia
ANTARA FOTO/REUTERS/Matthew Childs/WSJ/cf
Ilustrasi vaksin Covid-19 buatan Pfizer.

Regulator obat Australia menyetujui penggunaan vaksin virus corona buatan Pfizer Inc untuk anak berusia lima sampai 11 tahun. Menteri Kesehatan Greg hunt mengatakan, program ini akan mulai pada 10 Januari 2022.

“Dalam penilaian regulator, vaksin tersebut aman dan efektif untuk seluruh anak dan warga Australia,” ujar Hunt, Minggu (5/12). 

Negeri Kanguru kini menjadi salah satu negara di dunia dengan populasi yang banyak divaksin. Data pemerintah di sana menunjukkan, hampir 88% warganya yang berusia di atas 16 tahun kini telah menerima dosis vaksin Covid-19.

Advertisement

Vaksinasi tersebut bersifat sukarela. Namun, beberapa negara bagian menerapkannya sebagai kewajiban untuk banyak jenis pekerjaan dan layanan perhotelan serta ritel.

Jajak pendapat di negara itu menunjukkan, jumlah pendukung anti-vaksin hanya berjumlah satu digit saja. Kelompok ini terus mengadakan demostrasi mingguan yang konsisten untuk menentang program vaksinasi di Melbourne dan kota besar lainnya.

Penggunaan vaksin Pfizer untuk anak usia 5 sampai 11 tahun masih memerlukan persetujuan Kelompok Penasihat Teknis Australia tentang Imunisasi (ATAGI). Setelah disetujui, vaksinasi itu akan tersedia untuk sekitar 2,3 juta anak.

Australia secara keseluruhan mencatat total kasus kurang kurang dari 215 ribu orang dan 2.045 korban jiwa akibat Covid-19. Data kasus harian per kemarin menunjukkan 834 kasus baru dan 7,9 kematian per 100 ribu orang.

Kasus Omicron di Australia

Sebanyak enam kasus Covid-19 vairan Omicron telah terkonfirmasi di Australia. Salah satunya merupakan Wanita berusia 30an yang dinyatakan positif setelah tiba dari Afrika Selatan.

Mengutip dari Reuters, Australia telah menunda pembukaan perbatasan internasional selama dua minggu. Pengumuman itu keluar kurang dari 36 jam sebelum siswa internasional dan migran terampil diizinkan masuk kembali ke negara itu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Omicron sebagai varian yang perlu diwaspadai. Namun, belum jelas apakah varian ini lebih mudah menular dibandingkan varian lainnya.

Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait