Sorta Tobing
8 Juli 2022, 17:34

Video: Profil Mantan PM Jepang Shinzo Abe, Wafat Usai Ditembak

Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meninggal dunia usai mengalami luka tembak saat berkampanye di Kota Nara, Jumat (8/7). NHK melaporkan, pria berumur 67 tahun itu ditembak ketika sedang berpidato di tengah kerumunan masyarakat, sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

Ia langsung dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi pendarahan di sekitar area dada dan leher. Pemadam kebakaran menyebut, Abe tidak menunjukkan tanda-tanda vital. Warga mendengar dua tembakan berturut-turut saat kejadian. 

Polisi telah menangkap Yamagami Tetsuya sebagai pelaku penembakan tersebut. Petugas juga telah mengamankan pistol yang dibawa oleh pria berusia 41 tahun itu.

Abe pagi tadi berkampanye untuk kandidat Partai Demokrat Liberal sebelum pemilihan Majelis Tinggi yang dijadwalkan pada Minggu ini. Ketika berkampanye ia berada di dekat Stasiun Yamatosaidaiji, Kota Nara. 

Dua kali menjabat sebagai perdana menteri Jepang, Abe berasal dari dinasti politik. Kakeknya, Kishi Nobusuke, menjabat sebagai perdana menteri pada 1957 sampai 1960. Lalu, ayahnya, Shintaro Abe, pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dan menteri perdagangan dan perindustrian.

Pada 1993, Abe mencalonkan diri dalam pemilihan umum setelah kematian ayahnya. Sejak itu, ia menjadi tokoh politik terkemuka di Negeri Sakura. Ia pertama kali menjadi pemimpin negara tersebut pada 2006. Usianya baru 52 tahun, menjadikannya perdana menteri termuda Jepang pasca-perang. 

Namun, jabatan itu hanya ia emban selama setahun karena kondisi kesehatannya yang memburuk. Beberapa tahun kemudian Abe memimpin Partai Demokrat Liberal. Ia meraih kemenangan telak dalam pemilihan Majelis Rendah 2012 dan menjabat lagi sebagai perdana menteri. 

Di periode ini, Abe terkenal dengan kebijakan Abenomics. Ia ingin merevitalisasi ekonomi negaranya. Ada yang menganggapnya berhasil, ada juga yang tidak. Ia kemudian memimpin serangkaian kemenangan pemilu dan menjadi perdana menteri terlama di Jepang. 

Ia mundur pada 2020. Lagi-lagi karena masalah kesehatan. Namun, pengaruhnya dalam partai belum tergoyahkan hingga kini. 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.