Bank Mayapada Angkat Miranda Goeltom Sebagai Wakil Komisaris Utama

Pengangkatan Miranda Goeltom sebagai komisaris utama Bank Mayapada ditetapkan dalam RUPS Tahunan perusahaan pada Rabu (29/6).
Syahrizal Sidik
29 Juni 2022, 21:35
Bank Mayapada Angkat Miranda Goeltom Sebagai Wakil Komisaris Utama
Bank Mayapada KATADATA | Arief Kamaludin
Bank Mayapada

Pemegang saham PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) menyeutujui pengangkatan Miranda S. Goeltom sebagai wakil komisaris utama perusahaan.

Miranda sebelumnya pernah menjabat beberapa posisi strategis di Bank Indonesia, antara lain sebagai Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia dan Deputi Gubernur BI. Miranda juga mejabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur BI pada periode 17 Mei 2009 – 26 Juli 2009 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Pengangkatan Miranda Goeltom sebagai Wakil Komisaris Utama Perseroan berlaku efektif setelah mengikuti Penilaian Kemampuan dan Kepatutan dan memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan," ungkap manajemen Mayapada, Rabu (29/6) usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selain Miranda, pemegang saham Bank Mayapada juga menyetujui perubahan jajaran direksi dengan memberhentikan Jusak Pranoto dari Direktur Perseroan. Pemberhentian dan pengangkatan masa berlaku efektif sejak ditutupnya RUPS hari ini.

Advertisement

Berikut ini adalah susunan pengurus Bank Mayapada yang baru:

Dewan Komisaris

 

Komisaris Utama: Dato' Sri Tahir

Wakil Komisaris Utama: Miranda S. Goeltom

Komisaris: Ir. Hendra

Komisaris Independen: Kumhal Djamil

 

Direksi

 

Direktur Utama: Hariyono Tjahjarijadi

Wakil Direktur Utama: Thomas Arifin

Direktur: Andreas Wiryanto

Direktur: Rudy Mulyono

Direktur : Harry Sasongko Tirtotjondro

 

Selain menyetujui perubahan jajaran direksi dan komisaris, Rapat juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih untuk tahun buku 2021 senilai Rp 44,1 miliar.

Mayapada akan mengalokasikan 2,27% dari laba bersih tahun 2021 yakni sebesar Rp 1 miliar sebagai cadangan laba bersih. Sedangkan, sisanya, Rp 43,12 miliar untuk laba ditahan yang digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan.

Selain itu,  Rapat juga menyetujui pengesahan laporan keuangan tahun buku 2021, laporan realisasi penggunaan dana Penawaran Umum Terbatas XIII Bank Mayapada Tahun 2021 yang setelah dikurangi biaya-biaya Rp 1,99 triliun, dan penetapan gaji beserta honorarium untuk dewan komisaris dan direksi perusahaan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait