Video selanjutnya
Transformasi BRIN: Relokasi dan Revitalisasi, Membangun Riset & Inovasi
Bagaimana riset dan inovasi bisa menjadi kunci kemandirian bangsa? Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengungkap strategi BRIN dalam memperkuat riset nasional agar mampu menjawab persoalan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan Indonesia.
Mulai dari ketahanan pangan, energi, dan air, kecerdasan buatan (AI), teknologi nuklir, hingga antariksa, BRIN menetapkan sejumlah prioritas riset untuk menghadapi tantangan masa depan. Tak hanya berorientasi pada penemuan ilmiah, BRIN juga mendorong hilirisasi riset melalui kolaborasi dengan industri, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah.
Lewat konsep BRIN Berdampak, hasil penelitian diharapkan bisa dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat. Mulai dari inovasi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar, pengembangan energi alternatif, hingga sistem peringatan dini bencana, riset didorong agar menghasilkan manfaat sosial dan nilai ekonomi.
Lantas, bagaimana strategi Arif Satria membawa BRIN menjadi penggerak inovasi nasional? Apa tantangan hilirisasi riset di Indonesia, dan bagaimana riset dapat mengurangi ketergantungan pada teknologi asing?
Simak wawancara eksklusif Kepala BRIN Arif Satria bersama Katadata untuk mengetahui arah riset nasional, inovasi teknologi, dan strategi mewujudkan kemandirian bangsa.
Jangan lewatkan wawancara lengkapnya dan tekan like, tuliskan pendapat Anda di kolom komentar, serta subscribe channel Katadata untuk mendapatkan informasi terbaru seputar ekonomi, bisnis, kebijakan publik, teknologi, dan isu strategis Indonesia.
#BRIN #ArifSatria #BRINBerdampak #WawancaraEksklusif #Katadata #RisetDanInovasi #HilirisasiRiset #TeknologiIndonesia #KemandirianBangsa #InovasiIndonesia
