5 Fakta Film Nussa dan Rara hingga Dituduh Taliban

Image title
21 Juni 2021, 11:12
Nussa dan Rara
youtube.com
Nussa dan Rara

ZIGI – Film Nussa dan Rara yang merupakan animasi hasil kreasi anak negeri lagi-lagi menjadi sorotan usai dituding oleh sejumlah pihak menyisipkan unsur Taliban.

Pakaian yang dikenakan karakter dalam film animasi tersebut dinilai tidak mencerminkan Indonesia yang dikenal sebagai sebuah negara yang memiliki keanekaragaman luar biasa.

Nah, daripada terjebak dalam perdebatan terkait nilai apa yang ada di balik film animasi Nussa dan Rara. Berikut Zigi.id rangkum sejumlah fakta menarik tentang film animasi yang tayang di channel YouTube Nussa Official. 

Nuansa Keluarga Islam


Source: youtube.com

Film Nussa dan Rara memang kental dengan nuansa keluarga Islam dilihat dari gaya pakaiannya, nama karakternya dan pesan yang ditonjolkannya. Nussa sebagai karakter utamanya digambarkan sebagai anak kecil yang ingin menjadi astronot dan hafiz Quran.

Adiknya yang bernama Rara, memakai jilbab berwarna merah, berbaju kuning dan senang bermain bersama kucingnya yang bernama Antta. Sementara itu, orangtua Nussa dan Rara juga memiliki nama panggilan yang cenderung bergaya Arab yakni Umma dan Abba.

Karya Anak Bangsa


Source: youtube.com

Film animasi ini sebenarnya patut dibanggakan karena merupakan karya anak bangsa Indonesia. Nussa dan Rara disutradarai oleh Angga Sasongko dan diproduseri oleh istrinya sendiri yakni Anggia Kharisma.

Cerita dan skenario film ini digarap oleh Skriptura, divisi IP Development Visimedia Group, animasinya dikerjakan oleh the Little Giantz, sedangkan distribusi dan promosinya dipegang oleh Visinema pictures.

Film kartun dengan sasaran penonton kalangan anak-anak ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 2018 lalu dan bisa dinikmati melalui kanal YouTube resminya @Nussa official.

Jadi Favorit di YouTube


Source: nussaofficial.com

Berdasarkan penelusuran Zigi.id, animasi Nussa dan Rara tergolong sukses di kanal YouTube mereka Nussa Official. Saat ini, channel tersebut telah memiliki 7,89 juta subscriber dengan kurang lebih 157 video yang telah diunggah. Video-video terbaru Nussa dan Rara bisa disaksikan setiap hari Jumat pukul 04.30 WIB.

Dipopulerkan Felix Siauw


Source: youtube.com

Penceramah Felix Siauw yang diangap sebagai tokoh di balik nuansa Islam dalam film Nussa dan Rara secara terang-terangan mempromosikan film kartun ini. Ketika itu saat film ini diangkat ke layar lebar, Felix mengajak masyarakat untuk menontonnya.

Ia menilai, Nussa dan Rara jauh dari unsur radikal dan justru mengajarkan anak-anak mengenal Islam lebih dalam. Felix yang tumbuh sebagai seorang mualaf menyebut kartun Nussa dan Rara sarat akan pesan toleransi yang baik untuk diajarkan kepada anak bangsa sejak dini.

Dituduh Taliban


Source: twitter.com

Taliban berasal dari bahasa Arab ‘thalib’ yang artinya laki-laki pencari ilmu. Taliban digunakan sebagai nama sekelompok pasukan di Afganistan untuk mengusir Uni Soviet pada 1994. Kini Taliban menjadi penguasa di Afganistan yang dicap sebagai gerakan Islam garis keras.

Sosok Eko Kuntadhi yang dikenal giat menyampaikan pendapatnya melalui Twitter menuding kartun Nussa dan Rara sebagai representasi dari Taliban. Pakaian yang dikenakan setiap karakter di animasi tersebut bahkan dimaknainya sebagai bentuk kampanye tentang khilafah.

"Apakah ini foto anak Indonesia? Bukan. Pakaian lelaki sangat khas Taliban. Anak Afganistan. Tapi film Nussa Rara mau dipromosikan ke seluruh dunia. Agar dunia mengira, Indonesia adalah cabang khilafah. Atau bagian dari kekuasaan Taliban. Promosi yang merusak!" ujar Eko dikutip dari akun Twitternya @eko_kuntadhi, Senin, 21 Juni 2021.

Sontak cuitan Eko tersebut menjadi kontroversi hingga ditanggapi oleh sejumlah tokoh antara lain eks Jubir KPK Febri Diansyah dan Angga Sasongko selaku sutradaranya.

"Bahkan isu Taliban dipakai nyerang film anak Nussa dan Rara.. Ckck. Hanya karena pakaian yang dikenakan. Saya nonton sejumlah film-film tersebut bersama anak-anak, dan saya menemukan banyak sekali pesan dan nilai-nilai positif. Isu murahan Taliban ini juga yang dulu digunakan menyerang KPK," kicau Febri Diansyah.

"Ah bacot. Bukti enggak ada, diajak nonton enggak berani datang. Tapi ya sudah, saya enggak mau menghambat penghasilan Anda dengan menggoreng-goreng isu identitas dan polarisasi. Monggo dilanjut sampai kapalan," kata Angga Sasongko di akun Twitternya.

Itulah sejumlah fakta menarik tentang film Nussa dan Rara yang dituding tidak mencerminkan keberagaman Indonesia. Buat yang sudah menontonnya, bagaimana pendapatmu?

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...