Ada Dewa Siwa Berantem, Record of Ragnarok Dilarang Netflix India
ZIGI – Anime original Netflix berjudul Record of Ragnarok mendapat protes dari sekelompok umat Hindu karena merepresentasikan karakter dewa Siwa. Anime yang diadaptasi dari manga berjudul Shuumatsu No Valkyrie ini dianggap sesat.
Bercerita tentang pertarungan satu lawan satu antara 13 dewa dengan 13 manusia terpilih. Bila manusia berhasil menang tujuh kali, maka dewa tidak jadi memusnahkan mereka.
Netflix India kini menghapus Record of Ragnarok yang seharusnya tayang sejak 17 Juni 2021. Selain dewa Hindu, terdapat juga karakter dari kepercayaan agama Buddha dan Kristen. Yuk simak berita selengkapnya.
Kreator Manga Record of Ragnarok Diprotest
Dilansir dari Screenrant pada Selasa, 22 Juni 2021, Rajan Zed, presiden dari komunitas universal Hindu merilis pernyataan penolakan Record of Ragnarok kepada kreator Shinya Umemura, Takumi Fukui serta ilustrator Ajichika pada Oktober 2020 lalu.
Zed khawatir penggambaran yang tidak tepat dalam manga seinen tersebut menimbulkan kesalahpahaman terhadap masyarakat yang tidak terlalu paham ajaran agama Hindu. Sebelumnya, Zed juga pernah menolak karakter berunsur Hindu dalam film X-Men: Apocalypse.
Meski melayangkan protes, Netflix tetap melanjutkan produksi anime Record of Ragnarok dan sempat mengubah trailer perdana yang dirilis. Potongan adegan yang menampilkan wajah marah Siwa dengan lima mata diganti dengan karakter LuBu dan Sasaki.
Trailer asli Record of Ragnarok juga tidak bisa diakses oleh masyarakat dari wilayah India. Pada akhirnya, Netflix tidak jadi menayangkan anime ini di negara yang mayoritas penduduknya beragama Hindu tersebut.
Representasi Dewa Siwa
Dalam kepercayaan umat Hindu, dewa Siwa adalah satu dari tiga dewa utama (Trimurti) yang bertanggungjawab atas penciptaan, penjagaan, dan kehancuran. Dewa Brahma adalah pencipta dunia, dewa Wisnu sebagai penjaga.
Dewa Siwa dikenal sebagai penghancur dengan tujuan menciptakan kembali dunia. Kehancuran ini bukanlah kejahatan namun mengarahpada pertumbuhan yang konstruktif. Maka dari itu, Siwa dilihat sebagai dewa yang seimbang antara kebaikan dan kejahatan.
Sosoknya digambarkan dengan wajah berwarna biru dan tiga mata. Sementara dalam anime Record of Ragnarok, dewa Siwa direpresentasikan sebagai petarung yang brutal selevel dengan Thor dan Zeus.
Berdasarkan data dari Pew Research Center, 94 persen masyarakat Hindu di dunia tinggal di India. Kesalahan representasi dan perbedaan jalan cerita dari aslinya dapat menimbulkan informasi yang sesat dan berakibat fatal.
Bukan Hanya Hindu
Record of Ragnarok merupakan cerita karangan yang terinspirasi dari karakter bersejarah di kehidupan nyata. Sebagai karya fiktif, sang kreator banyak mengubah jalan cerita asli agar lebih menarik.
Tontonan ini tidak cocok untuk anak di bawah umur yang menerima informasi secara mentah-mentah. Selain dewa Siwa, juga ada Buddha dan Adam yang diangkat dari kepercayaan agama.
Adam ditulis dalam Alkitab perjanjian lama merupakan manusia pertama yang diciptakan serupa dengan Tuhan. Namun karena makan buah terlarang, Adam dan Hawa diusir dari taman Eden.
Sementara di anime Record of Ragnarok, Adam dan Hawa disebut tidak makan buah terlarang dan pergi dari taman Eden atas kehendak mereka. Perubahan cerita seperti ini dapat menimbulkan kesesatan. Perlu diingat bahwa Shuumatsu No Valkyrie hanyalah hiburan semata dan tidak bisa dijadikan bahan rujukan.
