Review Drama Kotaro Lives Alone di Netflix, Ringan tapi Bermakna
ZIGI – Kotaro Lives Alone merupakan drama Jepang terbaru di Netflix yang menghangatkan hati. Bercerita tentang bocah berumur lima tahun yang tinggal seorang diri di apartemen Shimizu kamar nomor 203.
Kehadirannya menarik perhatian penghuni apartemen lain dengan latar kehidupan yang beragam. Mereka selalu menemani dan menjaga Kotaro yang bersikap seperti orang dewasa.
Apa yang terjadi dengan orangtua Kotaro? Mengapa anak lima tahun bisa hidup sendirian? Misteri ini perlahan terungkap sepanjang 10 episode yang disuguhkan secara ringan dalam durasi 30 menit, namun mengajarkan arti kehidupan bagi penonton.
Drama yang diadaptasi dari komik berjudul Kotaro wa Hitorigurashi ini banjir ulasan positif, termasuk skor 9,2/10 di IMDB. Yuk simak ulasan drama Kotaro Lives Alone!
Review Kotaro Lives Alone
Kotaro hidup seorang diri. Ia selalu membawa katana mainan di pinggang seperti karakter anime favoritnya, Tonosaman. Kehadirannya yang janggal menarik perhatian tetangganya yang tinggal di kamar 202, Shin Karino.
Ia merupakan seorang mangaka yang sebetulnya berbakat dalam membuat cerita namun hasil gambarnya selalu menuai kritik dari editor. Di hari pertama Kotaro, Karino secara naluri terus mengikuti bocah tersebut untuk menjaganya.
Hingga akhirnya Kotaro masuk TK, Karino berperan sebagai wali yang mengantar dan menjemput. Di satu sisi, kualitas gambar Karino semakin membaik sejak berteman dengan Kotaro.
Selain Karino, tetangga yang tinggal di kamar 202 bernama Mizuki, juga selalu membantu membuatkan bekal untuk Kotaro. Di hari pertama mereka bertemu, Kotaro melihat mata Mizuki bengkak karena menangis dan berinisiatif membelikan air dingin untuk mengompres matanya.
Melihat aksi tersebut, Karino dan Mizuki merasa tersentuh, mereka sadar Kotaro juga memiliki pengalaman pahit. Hal ini berkaitan dengan orangtua Kotaro.
Satu lagi penghuni apartemen yang selalu menemani Kotaro bernama Isamu. Dari luar ia tampak seperti mafia yang menyeramkan. Tapi aslinya, Isamu hanyalah seorang ayah yang sangat ingin bermain dengan anaknya. Ia kesulitan untuk bertemu dengan sang anak sejak bercerai.
Meski dipandang sebelah mata dalam kehidupan sosial namun penghuni apartemen Shimizu sangat menyayangi Kotaro. Mereka belajar banyak dari bocah 5 tahun tersebut yang ingin menjadi kuat agar dicintai orangtuanya.
Kotaro tidak menangis mesti terjatuh di aspal. Saat kakinya terluka karena membersihkan kotoran burung, Kotaro dengan mandiri mengobati kakinya selayaknya orang dewasa.
Kotaro Lives Alone Mengajarkan Arti Kehidupan
Kisah Kotaro dan penghuni apartemen Shimizu memberikan banyak pelajaran tanpa terkesan menggurui. Meski karakter Kotaro hanya fiksi, tapi setiap masalah yang diangkat dalam drama Kotaro Lives Alone sangat dekat dengan keseharian kita.
Sosok Kotaro yang kaku menghasilkan interaksi lucu dengan orang-orang sekitarnya. Terlepas dari sikap dewasa tersebut, Kotaro tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa ia hanya anak lima tahun yang ingin memiliki orangtua yang mencintainya.
Aktor cilik Eito Kawahara berhasil menghidupkan karakter Kotaro lewat gaya bicara, ekpresi wajah hingga tatapan matanya yang terlihat cerdas. Sebelumnya, aktor berusia 8 tahun ini menjadi pengisi suara Nobita kecil di film Standby Me Doraemon 2 (2020).
Selain Eito Kawahara, pemeran lainnya juga tidak kalah populer. Drama Kotaro Lives Alone cocok untuk ditonton bersama keluarga di akhir pekan.
