Sinopsis Laut Memanggilku, Juara di Festival Film Busan 2021

Image title
16 Oktober 2021, 10:09
Laut Memanggilku
Instagram/@lapmut
Laut Memanggilku

ZIGI – Film pendek Laut Memanggilku atau The Sea Calls Me besutan sutradara Tumpal Tampubolon sukses menjadi pemenang dalam ajang Festival Film Busan 2021 yang berlangsung di Korea Selatan. Festival yang sudah ada sejak tahun 1996 ini rutin digelar untuk mengenalkan film baru sekaligus sutradara pemula dari seluruh negara di Asia. 

Dari total 223 film yang diputar, empat film Indonesia berhasil lolos ke perhelatan tersebut yakni Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, Yuni, Penyalin Cahaya dan Laut Memanggilku. Lantas, bagaimana cerita film Laut Memanggilku hingga sukses mendapat pengakuan dunia internasional? Simak artikel ini sampai habis.

Karya Sutradara Tumpal Tampubolon

Laut Memanggilku
Photo : Instagram/@lapmut
Laut Memanggilku

Kabar membanggakan ini diumumkan oleh sutradara Tumpal Tampubolon lewat akun Instagram miliknya. Secara lebih detail, film yang diarahkannya dinobatkan sebagai Film Pendek Terbaik atau Sonje Award.

Diproduseri oleh Mandu Marahimin, film Laut Memanggilku diputar dalam program Wide Angle yang menjadi sesi penayangan pertama atau world premiere. Adapun Festival Film Busan 2021 atau Busan International Film Festival (BIFF) diadakan mulai 6 hingga 15 Oktober 2021 di Busan Center Cinema, Busan, Korea Selatan. 

"Kabar baik dari Busan International Film Festival @busanfilmfest! Film LAUT MEMANGGILKU karya @lapmut terpilih sebagai Film Pendek Terbaik, atau Sonje Award," tulis Tumpal Tampubolon dikutip Zigi.id dari Instagramnya, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Sonje Award adalah salah satu penghargaan di Festival Film Busan yang diberikan untuk film pendek terbaik dalam section Wide Angle dan diperebutkan para insan perfilman dari berbagai negara. Tumpal turut menyampaikan terima kasihnya kepada para dewan juri yang mengapresiasi karyanya.

"Terima kasih kepada Bastian Meiresonne, Royston Tan, Danbi Yoon selaku juri dan @busanfilmfest atas anugerah ini. Terima kasih juga untuk seluruh kolaborator film ini. Ini adalah kemenangan kita semua, kemenangan film Indonesia dan Asia Tenggara!" tambah Tumpal.

Sementara itu, produser Mandy Marahimin di balik kesuksesan film Laut Memanggilku menambahkan, pencapaian tersebut bukan hanya miliknya atau Tumpal saja melainkan milik seluruh pemain dan kru yang terlibat.

Sinopsis Laut Memanggilku

Laut Memanggilku
Photo : Instagram/@lapmut
Laut Memanggilku

Sinopsis Laut Memanggilku bercerita tentang sudut pandang anak kecil yang merasakan kehilangan banyak hal akibat pandemi. Anak tersebut merasa rindu akan kehidupan normal mulai dari tatap muka, jabat tangan, hingga interaksi sesama manusia.

Karakter tersebut adalah Sura, seorang anak nelayan yang hidup sebatang kara hingga suatu hari ia menemukan sebuah boneka di tepi pantai. Boneka yang disayanginya tersebut seakan bisa mengganti kawan dan orangtuanya. Sampai kemudian, kehangatan yang dirasakan Sura tersebut terancam oleh Argo yang ingin merenggut boneka itu.

Laut Memanggilku juga menghadirkan penampilan dua anak dari Sanggar Anak Harapan yakni Muhammad Umar dan Dikky Takiyudin. Meski keduanya bukan aktor profesional, namun mereka mampu memerankan karakter dengan baik. Adapun proses syuting dilakukan di sebuah kampung pinggir laut di Tangerang.

Film pendek ini diketahui mendapat dukungan pendanaan perjalanan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi agar sutradara Tumpal Tampubolon dapat berkunjung ke Korea Selatan.

Profil Singkat Tumpal Tampubolon

Tumpal Tampubolon
Photo : Instagram/@lapmut
Tumpal Tampubolon

Sosok Tumpal Tampubolon adalah sutradara dan penulis skenario yang kini tinggal di Jakarta. Sepak terjangnya di dunia perfilman Indonesia sudah tidak diragukan lagi terlebih saat membuat film pendek.

Film pendek lainnya yang berjudul Mamalia, yang merupakan bagian dari omnibus Belkibolang masuk di Rotterdam International Film Festival, Hong Kong International Film Festival, Jeonju International Film Festival, dan Udine Far East Film Festival.

Selanjutnya ada film The Last Believer karya Tumpal Tampubolon yang memenangkan Best Short Film dari Jakarta International Film Festival (JIFFEST). Lebih dari itu, ia pernah menulis skenario film panjang yang berjudul Tabula Rasa dan sukses memenangkan skenario terbaik di Piala Citra.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...