The Matrix Resurrections Tayang di Dua Platform, Warner Bros Digugat
ZIGI – Warner Bros digugat Village Roadshow karena menayangkan film The Matrix Resurrections di bioskop dan HBO MAX secara bersamaan. Keputusan tersebut menurunkan pendapatan bioskop secara tajam serta meningkatkan kemungkinan pembajakan.
Sebelumnya, film Black Widow yang dibintangi Scarlett Johansson juga mengalami hal serupa. Akibatnya Black Widow jadi film Marvel dengan pendapatan terendah sepanjang masa. Berikut berita selengkapnya.
Baca juga: Pemain dan Sinopsis The Matrix Ressurections, Keanu Reeves Kembali
Warner Bros Digugat Karena Tayangkan The Matrix Resurrections di Bioskop dan HBO MAX
Village Roadshow Entertainment Group menggugat Warner Bros (WB) pada hari Senin, 7 Februari 2022 karena pelanggaran kontrak atas keputusan studio untuk merilis film Matrix Resurrections secara bersamaan di HBO Max dan bioskop. Hal ini berdampak pada keuntungan yang diperoleh Village Roadshow selaku pengelola bioskop dan distributor film.
“Satu-satunya tujuan WB dalam memajukan tanggal rilis film The Matrix Resurrections adalah untuk meningkatkan langganan premium HBO Max akhir tahun. Meskipun tahu betul bahwa itu akan menghancurkan penayangan di bioskop,” begitulah isi pengaduan yang diajukan di Pengadilan Tinggi Los Angeles melansir dari The Hollywood Reporter pada Selasa, 8 Februari 2022.
Menanggapi hal ini, pihak Warner Bros menyatakan Village Roadshow telah sembrono mengajukan gugatan. "Kami tidak ragu bahwa kasus ini akan diselesaikan sesuai keinginan kami,” itualh pernyataan dari pihak WB.
Village Roadshow (VR) menuduh praktik yang tidak sesuai standar menyebabkan pendapatan film Matrix Resurrections, menjadi kurang bagus di box office. Series ini hanya meraup $37 juta (Rp551 miliar) di dalam negeri. Hal ini berbeda jauh dengan keuntungan film Spider-Man: No Way Home yang meraih $750 (Rp11 triliun), yang dirilis pada waktu yang hampir bersamaan.
Warner Bros menegosiasikan kembali kontrak terkait dengan pihak box office ketika mengumumkan bahwa mereka akan menempatkan seluruh film yang diproduksi 2021 di HBO Max dan bioskop. Tetapi tidak ada kesepakatan yang dicapai dengan Village Roadshow tentang The Matrix Resurrections.
Akibatnya film yang dirilis banyak dibajak. Hal ini memperburuk pendapatan box office. Sikap WB berdampak pada proyek dengan VR, termasuk serial Edge of Tommorow dan film Wonka yang sebelumnya rencana digarap.
Kasus Warner Bros Sama Seperti Kasus Disney vs Scarlett Johansson
Bukan kali ini saja rumah produksi digugat karena menayangkan film secara bersamaan. Sebelumnya, Disney juga digugat Scarlett Johansson perkara film Black Widow. Disney saat itu mengumumkan film Black Widow akan dirilis di bioskop dan layanan streaming.
Masalahnya, penayangan yagn bersamaan membuat performa film Black Widow di bioskop menurun drastis. Akhirnya, Black Widow jadi film Marvel dengan pendapatan paling rendah sepanjang masa. Tidak hanya itu, risiko pembajakan semakin tinggi.
Penurunan pendapatan di bioskop juga berpengaruh pada bonus gaji kepada para pemain. Setidaknya bonus sebesar Rp745 miliar hilang begitu saja. Kejayaan layanan streaming membuat rumah produksi lebih memilih menayangkan di platform masing-masing.
Perseteruan Warner Bros dan Village Roadshow terkait film The Matrix Resurrections dibintangi Keanu Reeves masih akan berlanjut. Belum ada tanda-tanda kedua belah pihak akan memilih jalur damai.
Baca Juga: Keanu Reeves Donasikan 70% Gaji The Matrix untuk Penelitian Kanker
