Sosok Aswin Nur Cahya, Orang Indonesia Garap Anime Tokyo Revengers

Image title
8 Juni 2021, 18:09
Aswin Nur Cahya
Instagram/@hikaruaswin
Aswin Nur Cahya

ZIGI – Pernah dengar nama Aswin Nur Cahya? Buat kamu penggemar anime Tokyo Revengers, mungkin belum menyadari bahwa Aswin adalah orang Indonesia yang terlibat dalam pembuatan anime yang diangkat dari manga karya Ken Wakui ini.

Sejak ditayangkan oleh kanal Muse Indonesia pada 11 April 2021, episode terbaru Tokyo Revengers selalu berada di jajaran trending YouTube. Tak disangka bahwa anime yang mengisahkan tentang perjalanan waktu tersebut rupanya dikerjakan oleh Aswin Nur Cahya. Ingin kenal lebih jauh tentangnya? Yuk simak artikelnya!

Sering Berbagi Pengalaman di Instagram

image
Photo : Instagram/@hikaruaswin

Aswin Nur Cahya cukup aktif di Instagram yang saat ini memiliki 920 pengikut. Lewat akun Instagram @hikaruaswin, ia sering membagikan pengalamannya masuk credit anime Tokyo Revengers. Namanya beberapa kali muncul di credit title anime tersebut seperti di episode 7, 8 dan 9. Dalam beberapa unggahannya di Instagram, tampak jelas terpampang nama Aswin Nur Cahya.

"Gimana episode 9 Tokyo Revengers? Seru kan? Adegan action ya gokil abis, tendangan nuklir Mikey bisa ditangkis dan banyak lagi keseruan, tonton langsung aja di YouTube Muse ID trendingkan satu kalau bisa wkwkwkwk," tulisnya dikutip Zigi.id dari akun Instagramnya, Selasa, 8 Juni 2021.

"Bagian Draken mukul gua yang compositingnya, seneng banget lihatnya. Di ending nasib Draken gimana ya, pasti penasaran Draken nanti meninggal nggak ya? Ikuti terus kelanjutannya, terima kasih yang udah nonton animenya," sambung Aswin.

Jadi Staf di Color & Smile Studio

image
Photo : Instagram/@hikaruaswin

Berdasarkan wawancara bersama Muse Indonesia, Aswin Nur Cahya merupakan staf di Color & Smile Studio. Posisi Aswin ini juga merupakan tim di balik compositing berbagai judul anime populer termasuk Tokyo Revengers.

Di pekerjaan yang digelutinya ini, Aswin merupakan bagian dari pekerja full time. Artinya, ia sering mengerjakan beragam anime berbasis proyek yang diterima oleh rumah produksinya. Setidaknya, Aswin telah berkarier dalam lingkungan industri tersebut lebih dari satu tahun sejak ia bergabung dengan Color & Smile Studio. Selain Tokyo Revengers, animasi lain yang juga ikut dikerjakan Aswin adalah Seven Knights Revolution.

"[Seven Knights Revolution]. Gue ikut ngerjain Animenya, tayang April tanggal 4. Ada yang pernah main gamenya Seven Knights?,” tulis Aswin di Instagramnya.

Ingin Jadi Sutradara Anime Indonesia

image
Photo : Instagram/@hikaruaswin

Di bio Instagramnya, Aswin menulis cita-cita besarnya setelah sukses terlibat dalam anime Tokyo Revengers. Rupanya, Aswin ingin menjadi sutradara anime di Indonesia.

"Suatu hari jadi sutradara anime Indonesia," kata Aswin dikutip dari akun Instagramnya.

Bukan itu saja, Aswin memiliki tekad yang kuat untuk membuat anime di Indonesia. Ia telah belajar tentang pembuatan anime di Jepang selama kurang lebih empat tahun.

Tak akan pernah kusiakan kesempatan yang telah saya dapatkan di Jepang saat ini dan ketika waktunya tiba aku akan kembali ke negaraku. Membangun animasi Indonesia yang saya tahu bukan pekerjaan mudah, tapi karena saya tahu negaraku butuh bantuan kalau bukan kita siapa lagi,” tulisnya pada 29 Desember 2020.

Awal Mula Belajar Efek Visual

image
Photo : Instagram/@hikaruaswin

Aswin mengungkapkan bahwa ia belajar tentang vissual effect atau yang disingkat VFX saat sekolah anime di Jepang. Ia mengatakan bahwa awalnya tidak memiliki minat di bidang tersebut namun memang tertarik dengan anime.

Nggak punya minta CFX awalnya, dulu sebelum ke Jepang cuma pengen belajar anime dan kerja cari pengalaman ke studio Jepang. Mendalami VFX karena pekerjaan, kalau aku selalu udah terjun ke sesuatu bidang 100 persen total (mengerjakannya),” tuturnya.

Compositing Tokyo Revengers Dinilai Sulit

image
Photo : Instagram/@hikaruaswin

Dalam Question and Answer, Aswin mengatakan bahwa anime yang sulit dibuat compositing-nya adalah Seven Knight dan Tokyo Revengers. Sebagai informasi, compositing adalah proses mengombinasikan beberapa footage yang berbeda menjadi satu video utuh yang seolah-olah diambil secara bersamaan.

Seven Knight dan Tokyo Revengers (yang paling sulit). Seven Knight banyak yang harus di masking. Kalau Tokyo Revengers bagian tempelan di bajunya banyak apalagi pas gerakan action digerakin satu per satu,” ungkapnya.

Bukan hanya terlibat dalam pembuatan anime Tokyo Revengers, Aswin Nur Cahya juga pernah pernah ikut dalam proyek anime Jujutsu Kaisen hingga Bakuten. Kini, ia tengah merintis YouTube untuk memberikan pengetahun pada publik terkait pembuatan anime.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...