Cara Julio Halim Raih Rp13 M dari Bisnis Ekspor di Usia 19 Tahun
ZIGI – Julio Halim, founder Bisa Ekspor mengungkapkan cara mendapatkan uang Rp100 juta per bulan di usia 19 tahun. Pemuda yang dikenal dengan nama akun Instagram dan TikTok @julioioio ini menceritakan bahwa ia memang tertarik bisnis saat remaja.
Namun, keluarganya mengalami kesulitan ekonomi dan mimpi Julio untuk kuliah di jurusan bisnis harus pupus. Tak kehilangan semangat, ia mencoba bangkit hingga akhirnya bisa sukses di usia muda. Penasaran dengan kisahnya? Yuk simak artikelnya!
Perjuangan Awal Julio Halim
Julio Halim atau lebih dikenal Julio Ekspor mengaku bahwa sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) ia sudah berjualan. Kala itu, ia menjual kartu Yu Gi Oh dan tazos (mainan piringan bulat kecil). Masuk SMP, pemilik akun Instagram @julioioio mulai berjualan baju untuk geng-geng yang ada di sekolahnya. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan uang jajan sebab orang tuanya kesulitan dalam hal ekonomi.
“Karena dari gue SD, SMP, SMA, nyokap gue ini jualan di kantin. Ya gue anak ibu kantin. Waktu itu gue berpikir mau gimana, ya nyokap gue bisa masak cuma bisa jualan di kantin sekolah. Mau gak mau gue harus dapat penghasilan tambahan dari jualan jaket, baju basket, sepatu basket,” tutur Julio dikutip Zigi.id dari YouTube Julio Ekspor diunggah pada Selasa, 8 Juni 2021.
Beranjak SMA, Julio pun masuk bisnis MLM. Tak hanya itu, ia juga masih berjualan sepatu untuk menari karena dirinya seorang dancer. Penghasilannya kala itu yakni Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan dan digunakan untuk biaya sekolah.
Bekerja Sebaik Mungkin
Saat kuliah, Julio pun kembali berjualan apapun yang ia bisa. Ia menjual arang ke tukang sate dan ia mengatakan bahwa bekerja harus sebaik mungkin demi mendapatka hasil yang maksimal.
“Apapun yang bisa dikerjakan ya dikerjakan sebaik mungkin. Kalau jadi tukang arang, gue harus punya arang terbaik dan menjadi penjual arang terbaik. Jadi itu sebenarnya yang selalu gue pegang dalam prinsip hidup,” sambungnya.
Dia berjualan arang tersebut selama tujuh hingga delapan bulan. Lalu, Julio mencari di internet tentang manfaat arang lainnya dan menemukan bahwa arang bisa dijadikan briket. Briket arang merupakan bahan bakar padat yang mengandung karbon dan dapat menyala dalam waktu yang lama.
Setelah itu, Julio langsung belajar cara membuat briket dan berusaha mencari investor untuk membangun bisnisnya. Beruntungnya, ia mendapatkan investor yang tak lain adalah teman ayahnya sendiri. Ia pun bersemangat dan terus berusaha untuk membuat briket terbaik untuk di ekspor ke berbagai negara.
“Kurang dari satu tahun, pabrik gue dapat kontrak nilainya 1,4 juta dolar guys. Waktu umur gue 19 tahun jalan ke 20. Nilainya kurang lebih 1,4 juta dolar per tahun. Ya Rp13 miliar atau Rp14 miliar setahun atau artinya kita dapat kontrak Rp1,2 miliar sebulan. Itu kan omzet, kalau dipecah lagi gue bisa dapat Rp100 juta setiap bulan,” sambungnya.
Kunci Sukses Julio Halim
Dia melanjutkan bahwa kunci suksesnya adalah jangan pernah menyerah dalam berusaha. Julio yang awalnya tidak memiliki modal terus berusaha untuk mendapatkan penghasilan meski harus bersusah payah.
“Jangan pernah nyerah seolah-olah dunia ini menghimpit kalian. Tenang aja guys, kalau kita terus kerja keras, terus berusaha, ikhtiar dan berdoa pasti ada jalannya. Gue juga mana pernah berpikir gue harus punya Rp100 juta di depan mata. Tapi gue berpikir apapun yang ada di depan mata gue kerjain sebaik-baiknya,” tutur Julio.
Kini, Julio Halim bukan hanya berbisnis briket saja. Ia mulai memanfaatkan beberapa bagian lain dari tanaman kelapa untuk dijadikan bisnis. Julio juga merilis aplikasi Bisa Ekspor bagi orang-orang yang ingin belajar ekspor.
