Polemik Usia 40 Harus Punya Rumah, Ligwina Hananto Tuai Protes

Image title
18 Juni 2021, 15:48
Ligwina Hananto
Instagram/@mrshananto
Ligwina Hananto

ZIGI – Cuitan Ligwina Hananto terkait pentingnya punya rumah di usia 40-an ramai diperbincangkan. Ligwina yang merupakan Co-Founder QM Financial mengungkapkan bahwa ia sebenarnya ingin memberikan ilmu perencanaan keuangan.

Namun, cara penyampaian Ligwina mendapat protest warganet khususnya para milenial. Alhasil, kata ‘Umur 40’ menjadi trending topic di Twitter pada Jumat, 18 Juni 2021. Lantas apa yang dibahas oleh Ligwina Hananto? Yuk simak artikelnya!

Jualan Seminar Keuangan

image
Photo : Twitter/@mrshananto

Ligwina Hananto membuat cuitan terkait milenial yang harus mempersiapkan kehidupan masa depannya. Ia mengatakan bahwa di usia 40 tahun seharusnya seseorang telah memiliki rumah sendiri. Hal itu disebutnya harus dipersiapkan sejak dini agar di usia senja sejahtera.

Tidak semua millenials. Jadi gini. Millenials itu umur 24-40. Ya kali gak punya rumah di umur 40-an. Kenapa penting punya rumah? Ntar pas umur 60, punya rumah itu artinya: bebas utang KPR dan bebas bayar sewa. Biar ongkos hidup gak gede. Pensiun sejahtera,” begitu cuitan Ligwina pada Kamis, 17 Junia 2021. 

Cuitan itu berlanjut dengan Ligwina menawarkan seminar online terkait keuangan. Seminar berbayar tersebut membahas tentang dana pensiun, plan for singles hingga dana rumah pertama.

Ini ya kelas buat bikin hitungan Dana Rumah Pertama. Gak mau buru-buru beli rumah, ya gak apa-apa. Tapi kalau proses diskip, gak kebeli rumahnya sampai tua, kasihan,” sambung Ligwina.

Jadi Polemik

image
Photo : Twitter/@mrshananto

Dalam salah satu cuitannya, Ligwina menuai protes karena perkataannya ‘Ya kali gak punya rumah di usia 40’. Seorang warganet pun mengungkit kembali cuitan masa lalu Ligwina yang mengatakan bahwa semua orang memiliki waktunya masing-masing dalam mencapai tujuan finansial.

Apa tips keuangan terbaik? Terserah kamu aja. Personal finance is very personal. Teori mau kayak apapun, balik ke kondisi diri masing-masing. Semua orang ada backstage story sendiri. Siapkan tujuanmu sendiri. Siapkan timeline-mu sendiri. Snaps from fast track,” tulis Ligwina di masa lalu yang diungkap kembali oleh akun @hfzan.

Ini masih berlaku Hafiz. Timeline-nya tentukan sendiri. Jadi kamu umur 40 mau punya rumah apa gak,” balas Ligwina.

Ligwina juga menjelaskan bahwa terdapat asuransi kredit sehingga cicilan tidak akan diwariskan bila orang tersebut meninggal dunia.

KPR itu ada asuransi kreditnya. Terus ada Asji juga. Jadi cicilan gak diwariskan. Malah ahli waris jadi punya aset dan anak tetap lanjut sekolah,” ujarnya.

Ligwina Disebut Miliki Privilege

image
Photo : Twitter/@mrshananto

Setelah cuitannya ramai dikomentari, akun Twitter dengan nama @risqaprasista mengungkapkan bahwa Ligwina memiliki privilege. Menurutnya memang tidak ada yang salah dengan privilige, namun kesalahannya adalah merendahkan orang yang non-privilege dengan kata ‘gitu aja nggak bisa’.

Ligwina itu privilleged. Bokapnya kerja di Vale, kuliah S1 di Australia tahun segitu tanpa beasiswa ya gak mungkin posisi bokapnya biasa aja. Suaminya pun temen kuliah di Australia, sama-sama privilleged. Jadi gampang buat dia pilih diksi tonedeaf ‘Ya kali gak punya rumah di umur 40-an’,” begitu cuitan @risqaprasista.

Melihat banyaknya komentar, Ligwina Hananto menegaskan bahwa dirinya bukan membahas kaya vs miskin. Pengarang buku 100 Langkah Untuk Tidak Miskin ini hanya berniat untuk berbagi tips finansial.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...