Fakta Sejarah Hari Bank Indonesia, Diperingati Setiap 5 Juli
ZIGI – Tanggal 5 Juli diperingati sebagai Hari Bank Indonesia, yang dikenal sebagai bank sentral independen. Berbeda dengan sejarah Hari Ulang Tahun, 5 Juli dirayakan untuk memperingati riwayat Bank Nasional Indonesia (BNI) sebagai bank Republik Indonesia yang pertama kali didirikan.
Sementara Bank Indonesia lahir pada 1 Juli 1953, disahkan oleh pemerintah RI melalui Undang-Undang No.11 Tahun 1953. Jadi tanggal 5 Juli menjadi peringatan Bank Indonesia yang merujuk pada BNI, bank pertama yang didirikan pemerintah. Penasaran dengan sejarah singkat Hari Bank Indonesia? Yuk simak artikel di bawah ini yang dikutip dari berbagai sumber.
Bermula dari Nama De Javasche Bank
Di zaman pemerintahan Hindia Belanda, Bank Indonesia memiliki nama De Javasche Bank (DJB) yang didirikan pada 24 Januari 1828. DJB didirikan sebagai bank sirkulasi, yang memiliki kewenangan untuk mencetak dan mengedarkan uang Gulden di wilayah Hindia Belanda.
Dalam rentang tahun 1929 hingga 1942, DJB berhasil melakukan ekspansi bisnis dengan membuka kantor cabang di berbagai wilayah yang dianggap strategis di Hindia Belanda hingga luar negeri seperti Amsterdam dan New York.
DJB membuka kantor cabang di beberapa kota di Hindia Belanda, termasuk di luar Jawa mencakup Semarang (1829), Surabaya (1829), Padang (1864), Makassar (1864), Cirebon (1866), Solo (1867), dan Pasuruan (1867), Pontianak (1906), Bengkalis (1907), Medan (1907), Banjarmasin (1907), Tanjungbalai (1908), Tanjungpura (1908), Bandung (1909), Palembang (1909), Manado (1910), Malang (1916), Kutaraja (1918), Kediri (1923), Pematang Siantar (1923) serta Madiun (1928).
Masa Pemerintahan Jepang
Pada tahun 1942, Belanda menyerah kepada Jepang dalam Perang Dunia II. Akhirnya, masa eksistensi DJB di Indonesia berakhir. Pada masa pemerintahan Militer Jepang, DJB sebagai bank sirkulasi akhirnya dilikuidasi, dengan digantikan oleh Nanpo Kahatsu Ginko (NKG), bank sentral milik pemerintahan Jepang.
Lantaran Jepang kalah perang dari negara sekutu pada tahun 1945, Indonesia berhasil memperoleh kemerdekaan. Namun, pasca proklamasi kemerdekaan, Belanda berusaha kembali ke Indoensia melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Akhirnya, Belanda berhasil merebut NKG dengan mengganti kembali menjadi DJB.
Saat itu, DJB didirikan kembali mencetak dan mengedarkan uang NICA, untuk mengacaukan perekonomian Indonesia.
Berdirinya Bank Indonesia
Pada tahun 1951, muncul berbagai desakan untuk mendirikan bank sentral sebagai kedaulatan ekonomi Republik Indonesia. Maka dari itu, pemerintah Indonesia membentuk panitia Nasionalisasi DJB yang dilakukan melalui pembelian saham DJB oleh Pemerintah RI sebanyak 97 persen saham.
Pada 1 Juli 1953, pemerintah RI menerbitkan UU No.11 Tahun 1953 tentang Pokok Bank Indonesia, yang menggantikan DJB Wet Tahun 1922. Sejak 1 Juli 1953 Bank Indonesia secara resmi berdiri sebagai Bank Sentral Republik Indonesia. Pada UU No.11 Tahun 1953 tercantum sebagai ketentuan pertama yang mengatur BI sebagai bank sentral Indonesia. Tak hanya sebagai bank sirkulasi, BI juga bertugas sebagai bank komersial dalam pemberian kredit.
Lahirnya Bank Nasional Indonesia (BNI)
Saat Belanda kembali menguasai Indonesia, pemerintah Indonesia membentuk bank sirkulasi baru yaitu Bank Negara Indonesia (BNI), yang didirikan pada 5 Juli 1946. Dalam mandat penjelasan UUD 45 pasal 23 tertulis, ‘Berhubung dengan itu kedudukan Bank Indonesia yang akan mengeluarkan dan mengatur peredaran uang kertas ditetapkan dengan Undang-undang’.
Sebagai upaya penegakkan ekonomi Indonesia, BNI menerbitkan uang dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI). Keberadaan BNI milik RI dan DJB milik NICA, menyebabkan peperangan mata uang. Pada masa tersebut, uang DJB dikenal sebagai 'uang merah' sedangkan ORI dikenal sebagai 'uang putih'.
Pada tahun 1949, berlangsungnya Konferensi Meja Bundar (KMB) sebagai pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Belanda. Pada masa itu, KMB menetapkan DJB sebagai bank sirkulasi Republik Indonesia Serikat. DJB pun tetap menjadi bank sirkulasi dengan kepemilikan saham oleh Belanda.
Dalam bidang perbankan, BNI dianggap sebagai 'Bank Berdjoang' yang menyatukan seluruh bank-bank negara menjadi bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia (BNI). Status BNI menjadi Bank Umum Milik Negara. Peran BNI sebagai Bank yang diberi mandat untuk memperbaiki ekonomi rakyat dan berpartisipasi dalam pembangunan nasional dikukuhkan oleh UU No. 17 tahun 1968.
Semenetara itu, BNI merupakan Bank BUMN (Badan Usaha Milik Negara) pertama yang menjadi perusahaan publik, setelah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada tahun 1996. Kemudian, BNI melakukan sejumlah aksi korporasi untuk memperkuat struktur keuangan dan daya saingnya di tengah industri perbankan nasional.
Tugas Bank Indonesia
Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dengan menopang dengan tiga pilar utama, dengan menjalankan tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran sekaligus mengatur dan mengawasi bank.
Itulah fakta dan sejarah Hari Bank Indonesia yang diperingat setiap 5 Juli. Perlu diingat bahwa peringatan ini berbeda dengan sejarah hari lahir atau Hari Ulang Tahun Bank Indonesia. Peringatan 5 Juli merupakan Hari Bank Indonesia terkait riwayat Bank Nasional Indonesia (BNI).
