Reaksi Pihak Upin & Ipin Disebut Ketua KPI Propaganda Malaysia

Image title
13 September 2021, 21:28
Upin dan Ipin
Instagram/@upinipinofficial
Upin dan Ipin

ZIGI – Penyataan Agung Suprio, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) di podcast Deddy Corbuzier soal kartun Upin dan Ipin sebagai propaganda mendapat tanggapan dari rumah produksi animasi tersebut yakni Les' Copaque Production. 

Secara tidak langsung, mereka membantah anggapan tentang Upin & Ipin sebagai bentuk propaganda dari Malaysia. Pihaknya hanya ingin memberikan pertunjukkan yang hebat. Seperti apa reaksi pihak produksi Upin & Ipin soal pernyataan Ketua KPI tersebut? Scroll yuk!

Baca juga: Daftar 42 Lagu Dilarang KPI Diputar di Radio Sebelum 22.00 WIB

Ketua KPI Sebut Upin & Ipin Propaganda Malaysia

image
Photo : YouTube/Deddy Corbuzier

Agung Suprio belum lama ini hadir dalam podcast Deddy Corbuzier. Salah satu pembahasan dalam video yang diunggah pada 9 September 2021 itu, terkait kartun yang sudah jarang tayang di televisi. Agung pun menyebut salah satu alasannya karena pembuatan animasi yang tidak murah.

Padahal banyak orang Indonesia yang pandai membuat animasi. Dia kemudian menyebut Upin & Ipin sebagai propaganda Negeri Jiran. Pasalnya, salah satu kekuatan dari kartun Upin & Ipin adalah subsidi yang diberikan oleh pemerintah Malaysia.

"Lu tahu gak Ipin Upin itu disubsidi oleh pemerintah Malaysia? Jadi propaganda pada akhirnya," ungkap Agung Suprio yang dikutip Zigi.id dari YouTube Deddy Corbuzier pada Senin, 13 September 2021.

Lebih lanjut, Agung Suprio mengatakan kalau Indonesia seharusnya memiliki strategi kebudayaan seperti itu. Namun pihak KPI tidak bisa memaksakan pihak televisi terlebih karena biaya produksinya yang sangat tinggi.

"Kenapa kemudian, kita itu harus bicara strategi kebudayaan dalam pengertian luas pada akhirnya. Enggak bisa KPI memaksa TV untuk di jam tayang anak, harus produksi kartun," sambungnya.

"Tadi gua jelaskan, biaya produksinya mahal banget. Jadi lebih baik dia beli dari luar, yang udah gelondongan lengkap dengan teks jadi tinggal tayang. Itu lebih murah buat dia," tandas Agung Suprio.

Reaksi Pihak Upin & Ipin

image
Photo : Instagram/@upinipinofficial

Pernyataan Agung Suprio ini pun viral. Tidak hanya di Indonesia tapi juga dimuat dalam berita dengan bahasa Inggris, salah satunya oleh World of Buzz. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Les' Copaque Production, selaku rumah produksi Upin & Ipin.

Melalui Instagram resminya, pihak Upin & Ipin mengutip kalimat yang dimuat oleh outlet media, World of Buzz yang seakan membantah anggapan kartun tersebut sebagai bentuk propaganda karena mereka hanya memperlihatkan nilai moral dan pelajaran.

"Tidak dapat dipungkiri bahwa 'Upin & Ipin' sangat populer di kalangan anak-anak di Malaysia dan beberapa negara di wilayah ini. Namun pada akhirnya, pertunjukan ini membawa begitu banyak nilai moral serta pelajaran hidup. Ini bukan propaganda yang sebenarnya. Ini hanya pertunjukan yang hebat dengan niat yang baik," begitu kutipan yang dimuat di akun @upinipinofficial, Senin, 13 September 2021.

Terlepas dari pernyataan Agung Suprio, selaku Ketua KPI, Upin dan Ipin merupakan serial televisi animasi anak-anak yang dirilis pada tanggal 14 September 2007. Di Indonesia, animasi yang ditayangkan di MNCTV ini memang digandrungi banyak anak-anak.

Baca juga: KPI Tindak Sinetron Suara Hati Istri, Pemeran Zahra Diganti

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...