Jadi Relawan Erupsi Semeru, Ini 5 Pesan dari Musisi Fiersa Besari
ZIGI – Musisi Fiersa Besari yang juga dikenal sebagai petualang turut terjun menjadi relawan pasca erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur. Penyanyi yang populer lewat lagu Waktu Yang Salah itu rutin mengupdate situasi dan kondisi di lokasi yang terdampak erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut lewat akun media sosialnya.
Terbaru, Fiersa membagikan lima hal yang sebaiknya dilakukan setiap orang ketika menjadi relawan suatu bencana alam. Fiersa menegaskan, poin-poin tersebut sebaiknya dibaca netizen ketika sedang senggang karena tulisannya sedikit panjang.
Lantas, apa saja pesan Fiersa Besari yang meluangkan waktu dan tenaganya untuk menjadi relawan erupsi Gunung Semeru? Yuk, simak poin-poinnya di bawah ini.
1. Bencana Bukan Sarana untuk Membuang Barang-barang Bekas
Menurut Fiersa Besari, ketika ingin menyumbangkan barang bekas sebaiknya tetap memperhatikan kelayakan barang. Sebab, barang tersebut diberikan untuk manusia yang sedang ditimpa kesusahan sehingga sebisa mungkin bisa bermanfaat.
“Syahdan, ada cara lebih baik yang dicontohkan oleh beberapa kawan: Mengumpulkan baju bekas, mengobralnya dengan keterangan untuk donasi, lalu menyalurkan dananya untuk para korban,” tulis Fiersa Besari dikutip dari akun Instagramnya, Selasa, 14 Desember 2021.
2. Jangan Terlalu Banyak Donasi Mie Instan
Fiersa menambahkan, donasi dalam bentuk mie instan memang tidak sepenuhnya salah. Hanya saja, mie instan sebagiknya diberikan dalam keadaan darurat terutama di hari-hari awal pasca bencana, bukan untuk terus-menerus. Selanjutnya, sebisa mungkin donasikan makanan yang lebih sarat gizi.
3. Dokumentasi Bukan untuk Eksistensi
Mendokumentasikan suatu kejadian bencana, tambah Fiersa Besari, sebaiknya murni dengan niatan untuk dokumentasi, edukasi, serta galang donasi, bukan untuk eksistensi. Jangan sampai kesulitan yang sedang dialami korban justru menjadi ajang untuk mencari keuntungan semata.
4. Hindari Mengunggah Hal-hal Sensitif
Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, Fiersa berpesan agar tetap menghindari mengunggah hal-hal sensitif berkaitan dengan korban bencana, apalagi berfoto ria dengan sejuta gaya.
“Karena korban bukan untuk ditanya, ‘Bagaimana perasaannya?’ melainkan untuk dihargai perasaannya,” imbuh Fiersa.
5. Berestafet dalam Pemulihan Bencana
Pesan terakhir dari Fiersa Besari ketika menjadi relawan bencana alam adalah bagaimana cara membangun kembali dan mengawal proses pemulihan yang butuh waktu tidak sebentar. Baginya, berlomba-lomba dalam kebaikan itu baik tapi estafet dalam kebaikan jauh lebih baik.
“Karena ketika beritanya sudah hilang, bukan berarti deritanya juga hilang. Tulisan ini ditujukan juga kepada diri saya sendiri. Takut lupa diri. Sekian dan terima kekasih,” tutup Fiersa Besari.
Sejauh ini berdasarkan data yang dirilis BNPB, jumlah korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru mencapai 48 orang dan diprediksi masih akan terus bertambah. Sementara itu, korban luka-luka yang dirawat di puskesmas dan posko kesehatan saat ini berjumlah 2.004 jiwa. Seperti diketahui, erupsi Gunung Semeru terjadi cukup mendadak pada Sabtu, 4 Desember 2021.
