5 Cara Memperbaiki Kondisi Keuangan Setelah Overspending
ZIGI – Overspending merupakan salah satu masalah keuangan, yang seringkali dialami oleh setiap orang. Seseorang dikatakan melakukan overspending, jika ia telah menghabiskan banyak uang di luar kemampuan dan kebutuhan alias boros. Ketidakmampuan dalam mengelola keuangan dengan baik tentu bisa memperburuk kondisi keuangan.
Biasanya seseorang akan memiliki sikap overspending ketika melihat barang-barang yang sedang diskon. Sehingga mereka cenderung kalap dalam membeli suatu barang tanpa berpikir panjang.
Merasa bersalah telah menghabiskan banyak uang yang melebihi batas? Daripada menyesali keadaan, lebih baik kamu memperbaiki kondisi keuangan. Berikut cara memperbaiki kondisi keuangan setelah mengalami overspending, yang dilansir dari laman Inspired Budget. Yuk simak!
1. Melakukan Identifikasi Penyebab
Jika kamu mengalami overspending, temukan kebiasaan apa yang membuat kamu melakukan hal demikian. Misal, kamu terlalu sering melihat diskon di mall, sehingga kamu selalu tergiur untuk belanja sesuatu yang tidak penting. Jika itu penyebabnya, maka perhitungkanlah setiap barang yang kamu beli itu diperlukan atau tidak.
Namun, masalah setiap orang berbeda-beda. Jadi temukan jawaban dalam masalah yang kamu hadapi, dengan jujur pada diri sendiri sepenuhnya. Mulailah untuk identifikasi penyebab kebiasaan kamu, sebelum kamu dapat memperbaikinya. Dengan mengetahui penyebabnya, kamu dapat mencegah terjadinya overspending di masa depan.
Setelah mengetahui penyebab, mulai catat semua pengeluaran meski nominal yang dikeluarkan tidak besar. Melalui kebiasaan ini, kamu dapat mengetahui sektor mana yang terjadi overspending.
2. Gunakan Uang Tunai dan Batasi Penggunaan Kartu Kredit atau Debit
Berhenti menghabiskan banyak uang dengan meminimkan transaksi penggunaan kartu kredit dan debit. Gunakanlah uang tunai secukupnya saat berbelanja. Overspending dengan uang tunai jauh lebih sulit dibandingkan dengan overspending kartu kredit maupun debit.
Selain itu, berhenti menghabiskan uang dengan cara makan di luar. Batasi setiap pengeluaran seminimal mungkin, sehingga kondisi keuangan secara perlahan akan pulih.
3. Bayar Tagihan Kartu Kredit Tepat Waktu
Jika kamu telah menghabiskan uang menggunakan kartu kredit, sebaiknya bayar tagihan lebih dari minimum. Dengan begitu kamu akan bekerja lebih keras mencari penghasilan lain, untuk membayar seluruh tagihan kartu kredit.
Berhentilah menggunakan kartu kredit, jika tak mau utang semakin menumpuk. Jika terus menggunakan kartu kredit sebagai alat transaksi, bunga akan semakin meningkat. Mulailah hindari kebiasaan menggunakan kartu kredit, yang dapat mengurangi kebiasaan overspending.
4. Buat Rencana Keuangan
Setelah mengalami overspending, buatlah rencana keuangan. Overspending merupakan kondisi keuangan yang berantakan, karena tidak ada kejelasan dalam pembuatan anggaran. Untuk mengatasi masalah yang telah terjadi, buatlah perencanaan keuangan dengan anggaran yang telah ditentukan.
Dengan merencanakan uang yang akan kamu gunakan, dapat memperbaiki kebiasaan overspending. Perencanaan keuangan terbagi menjadi rencana jangka pendek dan jangka panjang.
Mulailah dari membuat anggaran jangka pendek seperti mencatat penguluaran harian. Dengan begitu kamu dapat menahan hasrat belanja dengan jumlah yang melebihi batas. Setelah berhasil merencanakan anggaran jangka pendek, buatlah anggaran jangka panjang untuk menentukkan target kamu di masa depan. Perlu diingat, buatlah anggaran yang realistis dan sesuaikan dengan pendapatan.
5. Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri
Berhenti menyalahkan diri sendiri karena telah melakukan overspending. Maafkan diri sendiri yang telah membuat kesalahan. Hadapi kenyataan bahwa kamu telah menghabiskan jumlah uang yang terlalu banyak.
Kemudian mulai berjanji pada diri sendiri untuk mulai memperhatikan pengeluaran agar tidak terulang di masa mendatang. Terpenting adalah menahan hasrat belanja karena itu merupakan ‘akar’ dari overspending.
