4 Tips Antisipasi Dampak Inflasi dan Stagflasi Global Ala OJK
ZIGI – Otoritas Jasa Keuangan alias OJK sudah memberikan langkah antisipasi untuk mengatasi inflasi dan stagflasi global. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus, sementara stagflasi adalah pertumbuahn ekonomi yang melambat di tengah kenaikan harga barang dan jasa.
Agar keuangan tetap aman selama inflasi dan stagflasi, simak 4 tips dari OJK selengkapnya hanya di artikel yang sudah disusun Zigi.id di bawah ini.
Baca juga: 7 Tips Menabung Cepat dan Anti Ribet untuk Nonton Konser
1. Kelola Pos Keuangan
Presiden Jokowi sudah memberikan peringatan bahwa tahun depan kemungkinan kondisi keuangan tidak akan cepat membaik. Untuk itu, langkah yang perlu diambil pertama adalah mengelola pos keuangan. Mengelola pos keuangan dapat dimulai dengan memisahkan daftar kebutuhan dan juga keingingan.
Memisahkan pos keuangan bisa dibilang gampang-gampang sulit. Mulai dari sortir daftar belanja yang paling dibutuhkan, seperti sembako, hingga belanja barang yang bisa ditahan pembeliannya seperti baju, dan lain-lain. Pembuatan daftar ini juga bisa disebut dengan skala prioritas.
2. Cari Tambahan Pendapatan
Menurut OJK, mencoba berbisnis dengan memanfaatkan platform daring atau menerima pekerjaan freelance juga langkah yang patut dicoba. Tambahan pendapatan bisa dipakai untuk menutupi kekutangan pos keuangan sekaligus menambah dana tabungan agar makin terkumpul banyak.
3. Siapkan Dana Darurat
Dana darurat adalah uang yang digunakan untuk kebutuhan tidak terduga. Usahakan dana ini dikumpulkan di bank agar aman dan tetap terjaga. Untuk mereka yang belum berkeluarga, dana darurat minimal adalah 6 kali biaya hidup per bulan. Sementara untuk mereka yang sudah menikah, 12 kali biaya hidup per bulan.
Keberadaan dana darurat bisa dipakai untuk mengantisipasi hal-hal buruk. Misal sakit, ada pemotongan gaji dari perusahaan hingga PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Dengan uang yang ada, setidaknya kamu tidak terlalu kerepotan ketika harus mengalami hal tidak mengenakkan seperti di atas.
Lebih baik simpan dana darurat dalam bentuk uang, bukan emas atau deposit. Untuk emas, tiap harinya bisa mengalami naik turun harga, sementara deposit biasanya tidak bisa langsung diambil jika jangka waktunya belum terpenuhi.
4. Berinvestasi Sesuai Profil Risiko
Investasi apa pun bisa dilakukan asalkan seluruh kebutuhan keuangan di atas terpenuhi. Artinya kamu tidak punya cicilan, punya rencana pos keuangan yang mapan, punya dana darurat dan tabungan karena investasi berbeda dengan uang cash yang nilainya selalu tetap.
Jika sudah mantap berinvestasi, maka pilih produk yang kira-kira memberikan imbal hasil yang lebih besar dari tingkat inflasi dan jangan lupa untuk melakukan diversifikasi produk investasi.
Nah di atas adalah tips keuangan agar bisa melewati inflasi dan stagflasi global yang diperkirakan bakalan segera datang.
Baca juga: Cara Buat Akun PayPal Tanpa Kartu Kredit, Lebih Praktis dan Mudah
