7 Tips Capai Financial Maturity di Tengah Ancaman Resesi 2023

Image title
31 Desember 2022, 12:16
Ilustrasi Keuangan
Unsplash
Ilustrasi Keuangan

ZIGI – Di tengah kabar resesi 2023, kondisi finansial menjadi hal yang perlu diperhatikan. Selama resesi, tidak menutup kemungkinan pengeluaran semakin banyak karena harga barang maupun bahan pokok semakin meningkat.

Melansir dari Prosperity Thinkers, Financial Maturity atau pendewasaan finansial bukan sekadar dewasa dalam berperilaku melainkan juga pola pikir dalam pengelolaan uang. Seperti yang diketahui, perilaku ‘dewasa’ sendiri merupakan bertanggung jawab atas tugas-tugas yang dikerjakan.

Berdasarkan Kim Butler, pakar finansial yang memenangkan Most Influential Business Leaders 2022 versi majalah CXO Outlook mengungkapkan ada 7 cara untuk mencapai financial maturity. Lantas apa saja itu? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Baca Juga: 5 Tips Mengatur Investasi di Tengah Resesi Global

1. Bertanggung Jawab

Ilustrasi Keuangan
Photo : Pexels
Ilustrasi Keuangan

Bertanggung jawab biasanya sudah dikenalkan oleh orang tua sejak masih anak-anak. Ketika anak diminta untuk tanggung jawab dengan uang saku yang diberikan oleh kedua orang tuanya, apakah akan dihabiskan atau disisakan untuk ditabung.

Seperti halnya yang ditanamkan pada anak-anak, tanggung jawab terhadap finansial ini juga berlaku bagi orang dewasa. Sebagai contoh, ketika sudah waktunya untuk menerima gaji maka apakah uang tersebut habis untuk membayar cicilan atau dipilah-pilah sesuai dengan kebutuhan seperti uang darurat dan sebagainya.

2. Gunakan Mindset Berkembang

Ilustrasi Keuangan
Photo : Unsplash
Ilustrasi Keuangan

Mindset berkembang diciptakan oleh Carol Dweck dalam bukunya yang bertajuk Mindset: The New Psychology of Succes. Secara khusus, mindset berkembang mengacu kemampuan seseorang untuk menerima atau mundur dari tantangan yang dihadapinya.

Dalam hal keuangan, mindset berkembang ini bisa dipraktikkan ketika terjadi masalah finansial. Alih-alih berpikir, ‘tidak pandai mengatur uang’ atau ‘bermasalah dengan materi’, kamu bisa mengubahnya dengan belajar dari orang lain, mengajukan pertanyaan dan menyimpulkan apa yang baru saja dipelajari.

3. Konsisten

Ilustrasi Kredit
Photo : Unsplash
Ilustrasi Kredit

Untuk menumbuhkan sikap konsisten, kamu bisa menjadikan tugas-tugas yang biasanya menyangkut keuangan menjadi kebiasaan seperti menghasilkan uang misal dengan bekerja atau berwirausaha, kemudian menabung dan membayar tagihan.

Umumnya, untuk menciptakan konsisten berawal dari ada atau tidaknya konsekuensi. Sikap konsisten bisa termotivasi ketika ada keterlamabatan dalam membayar tagihan atau sejenisnya. Jika memiliki tantangan ini, jadikan sebagai latihan untuk bersikap konsisten.

4. Pisahkan Kebutuhan dari Keinginan

Ilustrasi belanja online
Photo : Unsplash
Ilustrasi belanja online

 

Untuk bisa mengelola pengeluaran maka yang dibutuhkan oleh seseorang adalah prioritas. Oleh sebab itu, pahami perbedaan antara kebutuhan, keinginan, kenyamaan dan impian. Tidak semua orang memiliki kebutuhan, keinginan maupun impian yang sama.

Hal terpenting adalah pengeluaran tersebut mencerminkan diri kamu sendiri. Misalkan gaji Rp4 juta dalam sebulan namun pengeluaran justru di atas Rp4 juta, alhasil ini keluar dari yang dimaksudkan cerminan diri dalam keuangan.

Untuk memisahkan antara kebutuhan dari keinginan yang terpenting adalah menabung terlebih dahulu kemudian sisanya digunakan untuk keperluan yang kamu inginkan.

5. Siapkan Dana Darurat

Ilustrasi Keuangan
Photo : Unsplash
Ilustrasi Keuangan

Pada masa pandemi, keuangan seseorang dalam kondisi terburuk karena berhentinya transaksi jual-beli maupun sejenisnya. Pasalnya, setiap orang memilih untuk bertahan hidup dengan menyisakan uangnya dibandingkan belanja tanpa ada kepeluan.

Miliki dana darurat yang kuat seperti tabungan hingga kartu kredit yang benar-benar digunakan. Persiapan darurat lainnya juga mengacu pada asuransi jiwa di mana asuransi ini bisa membantu bagi keluarga untuk jangka panjang khususnya dari kalangan menengah ke bawah.

6. Ubah Pola Pikir Jangka Pendek Jadi Jangka Panjang

Investasi Properti
Photo : unsplash.com
Investasi Properti

Untuk dewasa dalam finansial maka dibutuhkan pola pikir yang berbeda. Ada beberapa macam pemikiran jangka panjang dalam keuangan seperti simpan pengeluaran untuk pendidikan masa depan, simpan untuk investasi, menyiapkan uang pensiun, manfaatkan asuransi permanen sebagai tabungan masa depan dan masih banyak lagi.

7. Alihkan Fokus untuk Diri Sendiri ke Orang Lain

Ilustrasi Keluarga
Photo : Unsplash
Ilustrasi Keluarga

Untuk menggeser pemikiran untuk diri sendiri ke orang lain biasanya ada dua tahap yakni mengambil tanggung jawab untuk orang lain di masa sekarang dan meninggalkan warisan masa depan. Pemikiran ini sudah bukan lagi mementingkan diri sendiri melainkan orang lain di masa depan.

Seperti halnya dengan dana pensiun, seseorang akan khawatir di masa tua apabila tidak ada uang. Motivasi lain yang bisa diambil adalah tujuan untuk membahagiakan orang di masa tua. Misalkan saja uang jajan untuk cucu, biaya sekolah terbaik untuk anak dan lain sebagainya.

Dengan pola pikir semacam ini, orang cenderung akan termotivasi untuk menyisihkan uangnya. Pola ini lah yang menjadi inti pendewasaan seseorang dalam hal finansial.

Nah, di atas adalah beberapa tahap finansial maturity yang bisa dilakukan seseorang di tengah ancaman resesi 2023. Alangkah baiknya selalu menyisihkan uang dari yang wajib hingga keinginan seperti dari tagihan, tabungan/investasi, dana darurat hingga uang belanja.

Baca Juga: IMF Ingatkan Potensi Resesi Ekonomi Global, Indonesia Bagaimana?

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...