Netflix Korea Dikabarkan Belum Bayar Pajak hingga Rp1 Triliun
ZIGI – Netflix Korea baru-baru ini mengajukan banding ke kantor Layanan Pajak Nasional atas permintaan belum membayar pajak sebesar 80 miliar won ($72 juta) atau setara dengan Rp1 triliun. Hal ini menyusul hasil audit yang dirilis pada 15 Juni 2021 lalu.
Pada Rabu, 16 Juni 2021, Netflix Korea akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi setelah Layanan Pajak Nasional Republik Korea merilis hasil audit pajak bisnis. Platform streaming satu ini khususnya di Korea, memang diketahui menggelontorkan dana fantastis sepanjang tahun 2021 untuk produksi konten. Seperti apa detailnya? Simak artikel berikut yuk!
Netflix Korea Dikabarkan Belum Bayar Pajak hingga Rp1 Triliun
Layanan Pajak Nasional meminta Netflix Korea untuk segera membayar pajak senilai 80 miliar won atau sebanding dengan Rp1 triliun per tanggal 15 Juni 2021. Diketahui bahwa pihak platform streaming belum membayar setelah menyelesaikan auditnya.
Layanan Pajak Nasional juga mengenakan denda sebanyak ratusan juta won sehubungan dengan tanggapan Netflix Korea yang tidak kooperatif dalam mengirimkan data selama proses penyidikan pajak berlangsung.
Netflix Korea Hindari Pajak?
Pada Rabu, 16 Juni 2021, Netflix Korea akhirnya angkat bicara untuk menanggapi laporan tersebut. Dalam pernyataan resmi, Netflix Korea justru meminta banding kepada Layanan Pajak Nasional.
“Netflix telah menjalani audit Layanan Pajak Nasional dengan rajin. Kami berencana untuk mengajukan banding untuk menyelidiki kembali laporan Layanan melalui proses hukum tambahan,” ungkap pihak Netflix Korea, dikutip dari Allkpop.
Netflix Korea Gelontorkan Biaya Fantastis untuk Produksi Konten Tahun 2021
Sementara itu, Netflix mencatat pendapatan sekitar 415,4 miliar won (Rp5,2 triliun) dalam penjualan domestik tahun 2020. Secara spesifik, ini juga merupakan imbas dari kemitraan strategis yang dibangun CJ ENM dan Studio Dragon saat menggarap drama-drama Korea populer.
Tahun 2020 lalu, drama Korea It’s Okay to Not Be Okay, Crash Landing on You hingga Itaewon Class meledak di pasaran. Netflix Korea sebagai penyedia platform streaming melihat ini sebagai suatu peluang.
Maka dari itu, Netflix Korea akhirnya rela berinvestasi hingga 550 miliar won (sekitar Rp7 triliun) untuk produksi konten mencakup drama dan film sepanjang tahun 2021.
Namun di lain sisi, perpajakan menjadi masalah utama Netflix Korea saat ini. Diketahui bahwa platform streaming hanya membayar sekitar 2,2 miliar won (Rp28 miliar) atau 0,5% dari penjualannya, dalam pajak perusahaan. Karena sebagian besar penjualan Korea dialihkan ke anak perusahaan Belanda, kecurigaan tentang penghindaran pajak juga semakin kuat.
Sementara itu, Netflix telah merilis banyak bocoran konten Korea yang direncanakan untuk rilis pada tahun 2021 ini. Seperti film Moral Sense dan Carter. Kemudian serial drama mecakup Love Alarm 2, D.P, The Sea of Silence, sitkom So Not Worth It.
