4 Poin Wawancara BTS di Billboard Jadi Perdebatan
ZIGI – BTS menghiasi cover majalah Billboard untuk edisi Agustus 2021. Seiring dengan hal ini, grup beranggotakan RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V dan Jungkook ini juga membagikan pemikiran mereka soal berbagai topik seperti pandemi Covid-19 hingga prestasi mereka dalam sesi wawancara.
Tapi ternyata, banyak ARMY, sebutan fans BTS yang merasa tidak terima dengan artikel dari hasil berbincang itu. Pasalnya, Billboard dinilai menuduh BTS dan ARMY melakukan manipulasi chart. Tidak hanya itu, Billboard juga membahas tentang wamil dan pengganti BTS di industri musik global.
Dalam artikelnya, Billboard juga memuat tweet netizen yang menuliskan kebencian. Berikut ini, Zigi.id sudah merangkum 4 poin wawancara BTS di Billboard yang menjadi kontroversi. Apa saja itu? Scroll artikel ini sampai habis ya!
Baca juga: RM BTS dan Bos Big Hit Music Bantah Manipulasi Chart Billboard
Bahas BTS Wamil
Billboard sempat membahas topik yang terbilang sensitif bagi para penggemar yakni soal wajib militer atau wamil. Jin BTS diketahui akan segera berusia 30 tahun, di mana itu menjadi batas maksimal pendaftaran pria di Korea Selatan untuk menjalani wamil. Billboard pun mengatakan BTS akan menghadapi periode yang panjang dengan setidaknya kehilangan satu anggota.
Jika para member memutuskan untuk mendaftar bersama, maka grup asuhan HYBE ini akan hiatus selama 18 bulan (panjang minimun layanan wajib militer). Kemudian, para eksekutif HYBE bersama dengan BTS sendiri disebut belum memiliki rencana pasti untuk menangani soal layanan militer yang akan datang ini.
Billboard kemudian mengatakan kewajiban militer tersebut akan menjadi pukulan finansial bagi agensi. BTS dianggap sangat menyadari bagaimana kesuksesannya yang terus meningkat akan membantuh mencegah kemungkinan kesulitan finansial itu.
Beberapa kali, BTS dan HYBE pun sudah menegaskan akan tetap mengikuti peraturan wajib militer. Dalam wawancara Billboard itu, Suga BTS memberikan reaksi menohok soal wamil ini dengan mengibaratkan seperti menonton atlet dalam Olimpiade.
"Ketika kamu menonton Olimpiade, kamu bisa melihat betapa kerasnya setiap atlet bekerja untuk sampai ke sana. Tapi kemudian apa yang diinginkan publik adalah medali, bukan? Itu bukan sesuatu yang akan berubah bahkan jika kita membicarakannya dengan satu atau cara lain. Kami hanya ingin berbuat baik kepada orang-orang yang mencintai kami. Itulah yang bertahan dalam jangka panjang," kata Suga BTS yang dilansir Zigi.id dari Billboard, 27 Agustus 2021.
Pengganti BTS
Kabar wamil ini kemudian disebut Billboard sebagai berita buruk bagi HYBE. Dia mengatakan kalau BTS adalah adalah mesin dominan di balik pendapatan perusahaan. Dilaporkan BTS menghasilkan sekitar 85 persen dari 796,3 miliar KRW (Rp9,8 triliun), total pendapatan yang dihasilkan HYBE di tahun 2020.
HYBE pun sudah mulai mendiversifikasi portofolio bakatnya, mulai dari mendebutkan grup K-Pop baru mulai akhir tahun ini hingga berkerjasama dengan Universal Music Group (UMG) untuk pertunjukan bakat boyband yang berbasis di AS.
Namun Billboard menyebut masih belum jelas apakah ada sesuatu yang bisa menggantikan BTS di industri musik dunia maupun untuk perusahaan. Hal ini yang juga menuai perdebatan karena ARMY menilai BTS tidak akan pernah tergantikan.
Tuduhan Manipulasi Chart
Yang paling menjadi sorotan, Billboard menuduh BTS dan ARMY melakukan manipulasi chart. Sebelumnya, BTS berhasil mencetak sejarah di chart Billboard. Lagu bahasa Inggris kedua BTS berjudul Butter menjadi lagu musim panas terlama yang menduduki puncak chart pada 2021. Lagu ini berada di peringkat pertama dalam chart Billboard Hot 100 selama 9 minggu dan tetap berada di 10 besar selama 13 pekan berturut-turut.
Tapi seiring dengan prestasi ini, Billboard menduga ada upaya manipulasi chart dan melakukan pembeliaan massal. Pasalnya, jumlah streaming dan siaran radio BTS rendah dibanding lagu pop lainnya yang juga ada di dalam chart Billboard. BTS juga dituding menawarkan uang ganti pembelian single yang dilakukan penggemar.
Banyak ARMY yang marah karena merasa artikel tersebut sudah meremehkan usaha mereka yang melakukan streaming setiap waktu, men-download lagunya serta membeli album BTS sebagai bentuk dukungan. RM BTS dan presiden Big Hit Music, Shin Young Jae sudah membantah tuduhan tersebut.
Menariknya, respon RM BTS juga tidak kalah menohok karena dia menyarankan Billboard untuk mengubah aturannya sendiri. Rapper bernama asli Kim Namjoon ini juga mengatakan posisi mereka sebagai boyband dengan penggemar yang loyalitasnya tinggi kerap menjadi sasaran.
"Ini pertanyaan yang wajar. Tetapi jika ada percakapan di dalam Billboard tentang apa yang harus diwakili oleh No. 1, maka terserah mereka untuk mengubah aturan dan membuat streaming lebih membebani peringkat. Membanting kami atau penggemar kami untuk mendapatkan No. 1 dengan penjualan fisik dan unduhan, aku tidak tahu apakah itu benar ... Rasanya seperti kami sasaran empuk karena kami adalah boyband, seniman K-Pop, dan kami memiliki loyalitas penggemar yang tinggi," ungkap RM BTS.
Memuat Tweet Kebencian pada BTS
Dalam chart pada 24 Juli 2021, lagu baru BTS, Permission to Dance debut di No. 1 dengan 140.100 total penjualan. Menurut MRC Data, lagu Butter turun enam peringkat ke posisi 7, sementara lagu good 4 u milik Rodrigo bertahan di No. 2. Tapi kemudian, sesuatu yang sangat tidak biasa terjadi. Minggu berikutnya, Butter kembali naik ke No. 1, melompati Olivia Rodrigo dan lainnya. Butter juga bertukar tempat dengan Permission to Dance yang merosot ke posisi 7.
Penggemar Olivia Rodrigo mengklaim bahwa itu bukan sekadar kebetulan. Billboard kemudian memuat tweet dari sejumlah netizen yang meragukan pencapaian BTS tersebut. "0 dukungan GP (masyarakat umum). Sebuah smash nyata ditopang oleh dukungan GP," cuit seorang netizen.
Sementara itu netizen lain menggambarkan BTS memiliki cara curang dan penggemarnya terlibat dalam manipulasi chart dan pembelian massal. Billboard pun mengatakan memiliki proses standar untuk memeriksa aktivitas dan tidak akan membiarkan penjualan yang didanai label atau manajemen diperhitungkan terhadap kinerja grafik.
Terkait artikel kontroversial Billboard ini, ARMY meramaikan tagar yang mendesak Billboard meminta maaf ke BTS pada Jumat, 27 Agustus 2021. Di Indonesia tagar #BillboardApologizetoBTS bahkan menjadi trending dan sudah dicuitkan lebih dari 323 ribu kali. Akan tetapi hingga berita ini diterbitkan, Billboard belum memberikan respon apapun
Baca juga: BTS Tunda Wamil, Pejabat Militer Setuju Demi Kepentingan Nasional
