Media Korut Soroti Drama D.P, Sebut Ungkap Sisi Negatif Tentara Korsel
ZIGI – Drama D.P atau Deserter Pursuit yang dibintangi Jung Hae In mendapat sorotan dari media Korea Utara (Korut). Mereka menyebut drama tersebut mengungkap sisi negatif dari tentara Korea Selatan (Korsel) yang sudah berlangsung sejak lama.
Sebagai informasi, drama yang tayang di Netflix ini memang berhasil menyita perhatian penonton global. Drama D.P sendiri mengangkat sisi lain dari kehidupan militer Korsel. Lantas seperti apa pernyataan media Korut tersebut? Scroll artikel berikut.
Baca juga: Link Nonton Drama Deserter Pursuit (D.P) Episode 1-6 Sub Indo
Drama D.P Disorot Media Korea Utara
SBS News melaporkan bahwa media Korea Utara ikut menyoroti drama D.P atau Deserter Pursuit. Namun mereka menyebut kalau drama berjumlah enam episode itu digunakan untuk memperlihatkan sisi negatif kehidupan tentara Korea Selatan yang sudah terjadi selama beberapa dekade.
"(D.P) saat ini meraih popularitas besar-besaran di antara penonton global. Acara ini menceritakan kisah mereka yang pergi mengejar rekan-rekan tentara," begitu kata media Korea Utara yang dikutip dari Allkpop, Sabtu, 11 September 2021.
"Orang-orang yang meninggalkan pos karena kekerasan dan kekejaman yang tak tertahankan dan tidak manusiawi. Ini secara terang-terangan mengungkap ketidakdisiplinan, kekerasan, dan korupsi politik yang telah mengacaukan angkatan bersenjata Korea Selatan selama beberapa dekade," sambung media Korea Utara.
Dalam drama ini, Jung Hae In yang berperan sebagai tentara bernama Ahn Joon Ho memang diceritakan mendapat tugas di Deserter Pursuit, yakni sebuah unit yang ada di kemiliteran, di mana tentara ditugaskan untuk menangkap pembelot, merujuk pada warga laki-laki di Korea Selatan yang kabur saat menjalani dinas wajib militer (wamil).
Korea Utara Perketat Aturan Konten Asing
Tidak hanya itu, outlet media Korea Utara itu juga menyebut ada upaya pemaksaan untuk menjadi tentara Korea Selatan. Mereka juga dikatakan tidak mampu bertahan dari kekerasan hingga akhirnya memutuskan untuk kabur.
"Acara tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa para prajurit ini tidak dapat bertahan dari kekerasan dan kekejaman tanpa melarikan diri dari pos mereka, mengungkap gaya hidup bagai neraka dari mereka yang dipaksa untuk bertugas di tentara Selatan," tandasnya.
Sementara itu, Korea Utara memperkuat sensor konten asing dari Korea Selatan sejak Desember 2020. Mereka memperketat denda dan hukuman penjara bagi siapa pun yang kedapatan mengkonsumsi konten asing atau meniru budaya Korea Selatan.
Pada Juni 2021 lalu, negara yang dipimpin Kim Jong Un itu dilaporkan menangkap empat remaja yang kedapatan menonton drama Korea Selatan berjudul The Penthouse 3. Karena hal ini, masing-masing dari remaja Korea Utara itu dijatuhi hukuman 10 tahun kerja paksa.
Baca juga: Remaja di Korea Utara Dihukum, Ketahuan Nonton The Penthouse 3
