Sejumlah Fansite BTS Tutup Akun Usai Dikritik ARMY Selama Konser di LA
ZIGI – Konser BTS Permission To Dance On Stage di Los Angeles, Amerika Serikat beberapa waktu lalu sempat berjalan tidak tertib setelah beberapa fansite membawa masuk kamera profesional. Pemilik fansite kemudian memutuskan untuk tidak lagi membagikan foto atau video HD BTS setelah mendapatkan kritikan dari ARMY, sebutan nama fandom untuk BTS.
Sementara itu, ARMY mendiskusikan perbedaan budaya dalam konser di Amerika Serikat dan Korea Selatan. Penyelundupan kamera di konse bisa memberi peluang untuk memasukkan senjata. Simak berita lengkap konser BTS dan penutupan fansite di bawah ini.
Baca Juga: Pengakuan Fansite Korea Dilecehkan Selama Konser BTS di Los Angeles
Fansite BTS Memilih Tutup Setelah Isu Keamanan di Konser
Konser BTS Permission To Dance On Stage di Los Angeles berakhir pada 2 Desember 2021. Meski ARMY membagikan pengalaman menonton sang idol tampil dengan pujian, ada beberapa peristiwa tidak mengenakkan terjadi. Salah satunya adalah pemiliki fansite BTS berhasil menyelundupkan kamera profesional selama konser padahal sudah dilarang. Hal ini diungkap oleh pemilik akun Twitter @crispykooky pada 28 November 2021.
Permission To Dance On Stage membuat khawatir fans dengan keamanan setelah beberapa orang berhasil membawa kamera besar untuk mengambil foto ketujuh BTS. BigHit Music selaku agensi yang menaungi BTS, telah mengetahui ini foto/video dari kamera profesional termasuk melanggar hak cipta artis.
Lalu pada 2 Desember 2021, akun fansite Jungkook BTS dengan username @SeptemberJK97 menyatakan bahwa selama konser Permission To Dance On Stage di Los Angeles hari terakhir, beberapa ARMY melecehkannya. Lalu identitas para fansite disebar di media sosial.
Akun fansite Jimin dan Jungkook, @blacknwhite_km menuliskan pada 5 Desember 2021, bahwa dirinya memutuskan untuk berhenti mengunggah foto serta video apa pun terkait BTS. Hal ini ini ia putuskan setelah ARMY menjadikan fansite sebagai sasaran kebencian.
"Aku tidak bisa menerima fakta bahwa komunitas online telah membuat kami (fansite) seakan seperti penjahat," tulisnya melansir dari Koreaboo pada Senin, 6 Desember 2021.
Akun fansite besar lainnya seperti @jiminiful, @V_Pintor__, @encounter1995_ memilih untuk hiatus sementara waktu usai mendapat perilaku kurang menyenangkan selama konser BTS di Los Angeles. Salah satu dari mereka juga meminta ARMY untuk berhenti menyebut fansite master sebagai sasaeng (penguntit).
Menurut pengakuan seorang ARMY dengan akun Twitter @n0tGodot, perpecahan antara fans dan fansite hingga seserius ini baru terjadi.
"Kami tidak pernah menyerang mereka seperti ini sebelumnya," kata akun tersebut.
ARMY Diskusikan Budaya Fansite di Amerika dan Korea Selatan
RM, Jimin, Jin, Jungkook, Suga, J-Hope, dan V BTS memiliki banyak penggemar di seluruh dunia. Setiap negara memiliki pandangan berbeda tentang fansite di Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pihak keamanan konser BTS Permission To Dance On Stage di Los Angeles lebih berhati-hati. Jika di Korea Selatan, fansite bisa disebut sebagai bentuk dukungan terhadap idol, di Amerika situasinya berbeda.
"Negara ini memiliki sejarah besar dan berdarah dalam penembakan massal yang mematikan. Kami berhak untuk waspada dalam situasi seperti ini," jelas akun Twitter @nonoly_i.
Hal ini juga didukung oleh @BTSareHumans pada cuitannya tanggal 5 Desember 2021. Baginya, jika fansite berhasil menyelundupkan kamera ke konser BTS, Maka ada kemungkinan untuk orang lain bisa memasukkan senjata.
"Ini membuat resiko keamanan meningkat untuk ARMY, staf, dan terutama BTS," katanya.
Dengan demikian, beberapa fansite besar BTS di Twitter memutuskan untuk hiatus hingga menutup akun setelah mengklaim mendapat perlakuan kurang menyenangkan selama konser Permission To Dance On Stage di Los Angeles, Amerika Serikat.
Baca Juga: BTS Dapat Libur Panjang Resmi Jelang Natal dan Tahun Baru 2022
