Resmi Debut, Sitala H1-KEY Tanggapi Kontroversi Anti Demokrasi

Image title
5 Januari 2022, 18:56
Sitala H1-KEY
TV Daily
Sitala H1-KEY

ZIGI – Sitala H1-KEY resmi debut dengan lagu Athletic Girl pada Rabu, 5 Januari 2022. Dalam acara konferensi pers, pemilik nama lengkap Sitala Wongkrachang ini memberikan klarifikasi soal keterlibatannya dalam gerakan anti-demokrasi Thailand bersama mendiang sang ayah, Sarunyu Wongkrachang.

Idol asal Thailand ini mengaku tidak mengetahui keseluruhan situasi kala itu karena masih terlalu muda ketika mengikuti aksi demo. Debut Sitala bersama H1-KEY kini menyita perhatian netizen Thailand hingga Korea Selatan karena sang ayah aktif mendukung pemerintah militer Thailand. Simak kalrifikasi Sitala H1-KEY di bawah ini.

Baca juga: 7 Fakta Sitala H1-Key, Idol Asal Thailand Kena Skandal Sebelum Debut

Debut, Sitala H1-KEY Tanggapi Kontroversi Anti Demokrasi

Sitala H1-KEY
Photo : Twitter
Sitala H1-KEY

H1-KEY resmi debut dengan lagu Athletic Girl pada Rabu, 5 Januari 2022. Sitala menunjukkan kemampuan rap-nya dalam bahasa Korea dan Inggris. Berbarengan dengan debut, H1-KEY juga mengadakan press showcase, penampilan perdana di hadapan awak media. 

Sebelumnya netizen dari Thailand dan Korea telah mengajukan protes atas keputusan debut Sitala. Keluarganya dianggap ikut terjun dalam gerakan anti demokrasi di Thailand dan mendukung pemerintahan diktator militer.

Meski mendapat tekanan dari netizen, Grand Line Group selaku agensi H1-KEY tetap mendebutkan Sitala. Keputusan ini dinilai dapat membahayakan member dan masa depan grup.

Dalam press showcase tersebut, Sitala angkat bicara terkait kontroversi yang menyelimuti dirinya sejak sebelum debut sekaligus memberikan klarifikasi mengenai pandangan politiknya.

"Aku ingin mengklarifikasi bahwa aku tidak mengekspresikan sikap politik apa pun. Aku masih sangat muda ketika ayahku berpartisipasi dalam kampanye anti-demokrasi. Dan aku tidak sepenuhnya memahami seluruh situasi," ungkao Sitala H1-KEY,  elansir dari Allkpop pada Rabu, 5 Januari 2022.

 

Terakhir, Sitala berharap seluruh rakyat Thailand dapat hidup damai terlepas dari perbedaan masyarakat. Pernyataan Sitala ini mendapat tanggapan dari netizen.

"Jawaban diplomatis, aku harap semua berjalan baik untuk dirinya dan grup," kata salah satu netizen di media sosial, dikutip dari Allkpop.

"Pada usia 18 tahun, aku tidak melihat dia masih anak-anak. Justru ada cuitannya yang mendukung kudeta militer," tanggapan yang lain.

"Aku kira umur 18 tahun bukan anak-anak lagi... sekarang kamu mengerti, bisakah setidaknya meminta maaf?,” ujar yang lain.

Kronologi Sitala H1-KEY Diprotest hingga Dilarang Debut di Korea

Sitala H1-KEY
Photo : Instagram @sitalawongk
Sitala H1-KEY

Ayah Sitala, Sarunyu Wongkrachang adalah orang penting di dunia perfilman Thailand. Ia aktif memberikan dukungan kepada pemerintah diktator Thailand. Sarunyu Wongkrachang lantas meninggal dunia pada 10 Juni 2020 akibat kanker hati.

Investigasi terakhir agensi menyatakan bahwa Sitala tidak bersalah dalam keputusan politik sang ayah. Meski begitu netizen Thailand terus memprotes karena sang idol pernah membuat status dukungan anti demokrasi di akun Facebook-nya.

Kabar keputusan Grand Line Group disambut negatif, bahkan di Korea Selatan sendiri. Netizen Korea juga sempat mendukung pemboikotan Sitala. Namun kontroversi tersebut tidak membuat H1-KEY memundurkan jadwal debut.

Sementara itu, kini Sitala telah memberikan klarifikasi terkait pandangan politiknya yang dituding anti demokrasi Thailand. Pada Rabu, 5 Januari 2022, Sitala resmi debut bersama Seoi, Riina, dan Yel dalam girlband H1-KEY dengan lagu Athletic Girl.

Baca Juga: Fakta Debut dan Terjemahan Lirik Lagu Athletic Girl - H1-KEY

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...