Rumor Music Bank Masukan TikTok di Sistem Penilaian, Dikritik Knetz

Image title
3 Maret 2022, 12:02
Music Bank masukkan TikTok di penilaian
Berbagai sumber
Music Bank masukkan TikTok di penilaian

ZIGI – Music Bank dikritik karena memasukkan TikTok dalam penilaian pemenang. Hal ini akan mempersempit kemenangan grup debutan baru atau mereka yang fandomnya sedikit.

Bukan kali ini Music Bank dikritik karena sistem penilaian yang dianggap tidak transparan. Simak selengkapnya di sini.

Baca juga: Link Nonton Music Bank Eps 1091, Soobin TXT dan Arin Oh My Girl Pamit

Rumor Music Bank Masukan TikTok Untuk Penilaian

Music Bank
Photo : KBS
Music Bank

Komunitas online Korea Selatan ramai membahas kebijakan baru dari program musik KBS 2TV, Music Bank. Menurut rumor yang beredar, Music Bank akan memasukkan TikTok sebagai bagian dari sistem penilaian.

Melansir dari Allkpop pada Kamis, 3 Maret 2022, salah satu netizen menulis bahwa skor dari media sosial termasuk penayangan TikTok akan mengambil 5 persen penilaian. Artinya kemenangan di program musik ini akan ditentukan sebagai berikut: 60 persen streaming digital, 20 persen jumlah siaran, 10 persen preferensi pemirsa, 5 persen penjualan album fisik, dan 5 persen media sosial.

Jumlah 5 persen media sosial tersebut juga dihitung dari penayangan YouTube. Begitu wacana tersebut tersebar, tidak sedikit yang akhirnya merasa kecewa. Pasalnya video yang viral di TikTok juga didasarkan atas popularitas grup atau penyanyi, sehingga mempersempit kesempatan menang untuk grup yang baru debut.

Selain itu, penilaiannya akan absurd karena KBS tidak merinci lebih jauh sistem penghitungan. Misalnya lagu Dynamite - BTS, apakah yang nantinya masuk penilaian adalah berapa kali potongan lagu tersebut digunakan atau berapa orang yang melakukan dance challenge dengan lagu di atas.

Beberapa netizen juga mempertanyakan apakah nantinya penghitungan TikTok didasarkan hanya di akun resmi grup/idol/penyanyi atau justru seluruh pengguna.

 

"Aku pikir ini karena KBS dan stasiun penyiaran China bernama CCTV sekarang sedang berpartner," komentar Knetz menyinggung soal TikTok yang merupakan aplikasi buatan China.
"Kalau begini hanya lagu dengan genre dance yang akan berada di posisi pertama," kata yang lain.

Kekhawatiran fans adalah grup-grup populer dengan jumlah streaming dan fandom yang besar dianggap akan mendominasi kemenangan di Music Bank. Hal ini disinyalir tidak sehat untuk industri musik Kpop.

Bukan Pertama Kali Sistem Chart Music Bank Dikritik

AOA dan TWICE
Photo : Berbagai sumber
AOA dan TWICE

Ini bukan pertama kali Music Bank dikritik karena sistem ranking chart yang tidak masuk akal. Tahun 2011 silam, sistem penilaian Music Bank didasarkan pada ranking album, ranking lagu, jumlah penyiaran, dan preferensi penonton. Artinya jika agensi meningkatkan pembelian album sendiri, maka grup bisa berada di nomor satu.

Fans Big Bang sempat memprotes sistem yang tidak transparan. Saat itu komunitas online diramaikan dengan judul "Bukankah Music Bank mendorong untuk membeli album sebanyak mungkin, sementara agensi memanipulasi peringkat lagu?"

Kemudian pada tahun 2016 isu kembali berkembang saat AOA menang dengan lagu Good Luck. Grup ini berhasil menyingkirkan TWICE dengan Cheer Up. Kasus ini juga melibatkan Jessica Jung dan Monsta X.

Jumlah pembelian album Jessica dua kali lebih banyak dibandingkan AOA. Nilai Monsta X dengan penjualan album yang mendekati AOA juga mendapatkan nilai rendah. Saat itu Music Bank dikritik karena memberikan nilai tidak sesuai.

Sampai saat ini, pihak Music Bank belum memberikan sistem lengkap untuk penilaian TikTok dan video YouTube.

Baca juga: Lagu Trauma - SF9 Menang di Music Bank Diduga Karena Mass Voting

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...