YG Plus dan HYBE Dikritik Karena Album NU'EST Banyak yang Rusak
ZIGI – Album Needle and Bubble - NU'EST yang sampai kepada penggemar ternyata banyak yang robek. Bahkan beberapa penggemar mengaku tidak mendapat merchandise seperti yang dijanjikan. Protes pun mengalir di Twitter.
Saat ini proses produksi album dari artis BigHit Entertainment diserahkan kepada YG Plus. Simak selengkapnya di bawah ini.
Baca juga: NU'EST Bubar Usai 10 Tahun, Kinerja Pledis Entertainment Dipertanyakan
YG Plus dan HYBE Dikritik Karena Album NU'EST Banyak yang Rusak
NU'EST merilis Needle and Bubble album terakhir tepat pada hari saat grup resmi bubar pada 15 Maret 2022. Album ini menjadi tanda pencapaian Hwang Minhyun, Ren, Baekho, JR, da Aron sejak debut pada tahun 2012 silam. Tentu penggemar berharap agensi Pledis bisa mempersembahkan yang terbaik untuk grup.
Namun hal terjadi justru kebalikannya. Saat album sampai, beberapa penggemar menyadari isi dalam photobook, poster, dan photocard rusak. Bahkan tidak sedikit yang tidak mendapat CD khusus.
Akun Twitter @shin_girlfriend membagikan album Needle and Bubble yang ia terima pada 19 Maret 2022. Foto sang idol tampak robek di berbagai sisi. Ia juga membagikan pengalaman teman lain yang mengalami hal sama.
Akun penggemar dari Thailand @ktjustfat justru mendapati dirinya tidak mendapat merchandise yang seharusnya berada di dalam paket yang sama.
Melihat album yang cacat rusak di bagian dalam sedangkan sampul baik-baik saja, fans menyimpulkan masalahnya ada di bagian produksi, bukan pengiriman.
"Kasus album lain yang robek semakin bertambah. Benar-benar tidak menghormati persembahan terakhir NU'EST. Bagaimana dengan quality control? Aku kira @HYBEOFFICIALtwt dan @pledisnews hanya tahu cara mengumpulkan uang (dari penggemar)," tulis akun @GaeekyAngie dengan marah.
Sejak Januari 2021, BigHit telah berinvestasi di YG PLUS untuk memproduksi tiap produk yang mereka keluarkan, termasuk album dan photobooks. Produk untuk BTS dan TXT juga dibuat oleh YG Plus. Saat ini Pledis, yang membawahi NU'EST, telah diakuisisi oleh BigHit, anak perusahaan HYBE.
Ini bukan pertama kali YG Plus dikritik karena bersikap tidak profesional dalam produksi album. Ketika Lisa Blackpink merilis LALISA, YG juga diprotes karena tidak memperoduksi kopian lebih banyak. Alhasil, banyak fans yang pemesannya dibatalkan begitu saja.
Meski protes sudah semakin banyak, baik YG Plus, BigHit maupun Pledis belum mengambil tindakan atau upaya retur untuk album NU'EST yang rusak.
Sudah Bubar, Pledis Masih Bagikan AKtivitas NU'EST
Meski sudah resmi bubar, tapi Pledis selaku agensi masih membagikan behind the scene pembuatan album Needle and Bubble di akun YouTube NU'EST. Bahkan tidak terlihat album ini sebagai persembahan terakhir. Para member terlihat bersenang-senang di balik layar.
Tidak sedikit penggemar yang berspekulasi pengumuman bubar tersebut sebagai hal yang mendadak setelah diputuskan oleh agensi.
"Ini membuatku kesal, mereka pasti tidak tahu akan bubar saat syuting MV," komentar salah satu penggemar.
"video ini membuktikan bahwa album ini bukanlah ucapan selamat tinggal, tapi comeback biasa sekaligus perayaan ulang tahun ke 10 mereka," tulis yang lain.
Selepas NU'EST bubar, JR, Ren, dan Aron keluar dari Pledis. Sedangkan Hwang Minhyun dan Baekho tetap ada di agensi lama.
Baca juga: Lirik Lagu Spring Again - NU'EST, Perpisahan Bubar Setelah 10 Tahun
