Dispatch Sebut Karier Nyanyi Lee Seung Gi Tak Dibayar Selama 18 Tahun
ZIGI – Lee Seung Gi menuntut transparansi gaji dari Hook Entertainment setelah agensi tersebut digerebek oleh polisi beberapa waktu yang lalu. Dispatch pun turun tangan menyelidiki kasus Lee Seung Gi melawan Hook, label yang menaunginya selama 18 tahun.
Menurut Dispatch, meski Lee Seung Gi banyak merilis musik hits, tapi Hook Entertainment tidak memberikan bayaran satu peser pun. Simak hasil penyelidikannya di bawah ini.
Baca juga: Buntut Agensi Hook Digerebek, Lee Seung Gi Tuntut Transparansi Gaji
Awal Mula Lee Seung Gi Tidak Dapat Bayaran dari Hook Entertainment
Melansir dari Koreaboo pada Senin, 21 November 2022, Lee Seung Gi mulai mendapat perhatian dari khalayak Korea Selatan sejak tahun 2004 silam dengan lagu Because You’re My Girl. Kemudian pemain drama The Law Cafe (2022) ini berhasil memenangkan Rookie of the Year di Seoul Music Awards, SBS Gayo Daejeon, dan MBC Gayo Daejejon dengan lagu Delete.
Lee Seung Gi menjual setidaknya 100.000 eksemplar dari tiga album lengkap pertamanya yang dirilis pada tahun 2004, 2006, dan 2007. Lagu sang aktor bahkan termasuk dari karya yang banyak dipakai untuk latar musik Cyworld, situs populer di Korea Selatan.
Dari tahun 2004 hingga 2022, total Lee Seung Gi merilis 27 album dengan 137 lagu. Namun ia sama sekali tidak mendapatkan keuntungan, padahal PSY (produser Because You’re My Girl), mendapatkan banyak royalti penjualan hingga streaming.
Penyelidikan Dispatch dengan mengecek data pihak distributor lagu Lee Seung Gi menyebut bahwa penghasilan musiknya mencapai sekitar Rp112,4 Miliar, dari tahun 2006-2022. Akan tetapi catatan pemasukan Hook Entertainment sepanjang tahun 2004-2009 hilang.
Karena catatan yang lenyap tersebut, maka tidak ada cara untuk mengonfirmasi penghasilan musik Lee Seung Gi. Namun Dispatch menduga jumlahnya lebih dari Rp112,4 miliar.
Kecurigaan Lee Seung Gi Bermula dari Sebuah Pesan
Pada 29 Januari 2021, Lee Seung Gi mendapat pesan yang berisi penjualan album The Ordinary Man dan The Project. Album pertama terjual US$ 47,6 ribu sementara yang kedua US$127,7 ribu. Total seluruhnya mencapai US$ 174 ribu dan dipotong biaya produksi US$149 ribu. Ada keuntungan sekitar US$25,1 ribu alias Rp394,3 juta hanya dari dua album saja.
Ia pun mengirimkan pesan tersebut kepada salah satu musisi senior karena berpikir dirinya selama ini gagal dalam bermusik. Senior tersebut pun ikutan terkejut karena merasa harusnya Lee Seung Gi mendapat keuntungan dari dulu.
”Apa yang kamu bicarakan? Pikirmu berapa royalti yang aku dapat? Untruk kamu, tentu saja pasti lebih banyak keuntungan yang diperoleh. Memangnya kamu belum terima bayaran?” kata senior dikutip dari Koreaboo.
Lee Seung Gi pun membalas, “Itu benar. Aku selalu mendengar bahwa diriku gagal sebagai penyanyi.”
Senior tersebut pun menanggapi, ”Apa saja syarat dalam kontrakmu denagn Hook? Kenapa kamu belum menerima uang bayaran?”
Lee Seung Gi beberapa kali bertanya soal keuntungan sebagai penyanyi pada atasan di Hook. Tapi para eksekutif selalu menegaskan bahwa ia tidak pernah berhasil sebagai penyanyi dan promosi lagunya memakan banyak biaya hingga menyebut albumnya gagal.
Menurut Dispatch, untuk aktor senior seperti Lee Seung Gi, harusnya pembagian keuntungan adalah 80:20 persen. Namun Hook meminta Lee Seung Gi membayar biaya agen dan biaya lain atau memilih membuat kesepakatan pembagian 70:30 persen.
Perlakukan tidak menyenangkan lain dari Hook Enterrtainment adalah tidak membiarkan Lee Seung Gi memakai terlalu banyak kartu kredit perusahaan selama jadwal syuting dan aktivitas lain.
Baca juga: 5 Fakta dan Daftar Artis Hook Entertainment, Agensi Park Min Young
