8 Alasan Orang Lakukan Ghosting Saat Berhubungan Menurut Ahli

Image title
27 April 2021, 11:12
Ilustrasi Ghosting
Freepik.com
Ilustrasi Ghosting

ZIGI – Istilah Ghosting sebenarnya baru muncul di awal tahun 2000-an. Ghosting sering terjadi dalam hubungan asmara. Istilah tersebut semakin populer seiring dengan meningkatnya kehadiran aplikasi kencan online. 

Mengutip dari Merriam-Webster yang dilansir Zigi.id dari Mindbodygreen, Ghosting adalah tindakan yang tiba-tiba memutuskan semua kontak dengan seseorang dan tidak ingin lagi menerima atau menanggapi panggilan telepon maupun pesan.

Ghosting sendiri dianggap sebagai efek samping yang sangat umum terjadi di dunia kencan. Sebuah survei dari PlentyOfFish di tahun 2016 mengungkapkan bahwa hampir 80 persen generasi milenial lajang berusia antara 18 dan 33 tahun pernah Ghosting saat berkencan.

Lantas apa sebenarnya alasan banyaknya orang melakukan Ghosting? Kali ini, kami telah merangkum delapan alasan seseorang bersikap Ghosting saat menjalin hubungan menurut ahli. Berikut penjelasannya.

1. Dia Tidak Suka

image
Photo : Freepik.com

Menurut survei BuzzFeed di tahun 2019, 81 persen peserta mengatakan mereka melakukan Ghosting pada seseorang karena mereka tidak menyukainya, 64 persen melakukannya karena orang itu berbuat sesuatu yang tidak mereka sukai, dan 26 persen lainnya mengatakan dia marah pada orang tersebut.

Memang terkadang sulit untuk mengukur tingkat ketertarikan atau ekspektasi seseorang terhadap suatu hubungan tanpa melakukan percakapan secara langsung. Sehingga Ghosting dirasa tidak lagi terlalu mengejutkan untuk orang yang sudah memiliki pemahaman yang jelas tentang hal ini.

2. Sedikitnya Waktu Bersama

Beberapa orang mungkin merasa bahwa mereka tidak berutang apapun kepada orang lain, termasuk terkait percakapan yang menjelaskan mengapa hubungan mereka berakhir. Hal ini karena jumlah waktu mereka untuk bertemu satu sama lain yang belum banyak. Jika mereka merasa belum menginvestasikan banyak waktu atau emosi dalam hubungan tersebut, maka tidak perlu memberikan penjelasan.

3. Terlalu Membuang Waktu

image
Photo : Freepik.com

Pada tahap awal berkencan, saling bertukar pesan dapat dilakukan dengan mudah terutama dengan adanya aplikasi kencan yang memfasilitasi percakapan. Tapi begitu waktu cukup lama berlalu, mungkin topik perbincangan mulai menyimpang. Alhasil, mereka merasa lebih baik untuk melepaskan hubungan itu kalau memang tidak ada ketertarikan.

4. Tidak Berjalan Baik

Percaya pada takdir juga memainkan peran besar dalam tindakan seseorang melakukan Ghosting. Pada tahun 2018, psikolog Gili Freedman, Ph.D., melakukan penelitian yang menganalisis kepercayaan orang terhadap takdir dan bagaimana hal itu berkaitan dengan sikapnya pada tindakan Ghosting.

Menurut temuannya, 60 persen orang yang berkeyakinan pada takdir melihat Ghosting sebagai cara yang bisa diterima untuk mengakhiri hubungan. Mereka percaya pada konsep 'belahan jiwa' dan 'satu-satunya', sehingga mereka bersedia untuk tiba-tiba memutuskan hubungan ketika melihat jalinan cinta mereka tidak berjalan dengan baik.

5. Terlalu Sibuk

image
Photo : Freepik.com

Masa-masa sibuk, masa sulit di tempat kerja atau masalah di dalam keluarga bisa dengan mudah mengalihkan perhatian seseorang dari hubungan yang masih baru. Terlebih orang itu belum pernah ditemui atau baru bertemu tidak lebih dari satu kali.

Alhasil, banyak dari mereka yang memilih untuk menjauh dari ruang tertentu misalnya kencan karena kesibukannya itu. Mengakhiri komunikasi sama sekali memang bukan cara yang efektif untuk menyelesaikan berbagai masalah. Tapi pada saat masa sulit terjadi, mungkin tindakan itu dianggap yang paling tidak rumit untuk dilakukan.

6. Peran Teknologi

Peran teknologi dalam berkencan juga bisa membuat orang merasa lebih mudah terlepas dari proses dan orang yang mereka kencani. Di masa pandemi ini, kencan biasanya dilakukan secara online. Mereka terbilang jarang berinteraksi secara langsung. Sehingga lebih sedikit perasaan yang akan berkembang untuk satu sama lain. Saat tiba-tiba menghilang dari seseorang, hanya melibatkan sedikit perasaan atau bahkan ada yang merasa tidak bersalah.

7. Keterikatan

image
Photo : Freepik.com

Ada empat model keterikatan pada orang dewasa. Tapi saat membahas tindakan Ghosting, Ivie-Williams berfokus pada dua model yakni keterikatan cemas dan keterikatan menghindar. Mereka yang cemas cenderung mengharapkan keintiman dan merasa tidak aman tentang hubungan mereka. 

Sementara mereka yang menghindar, merasa tidak nyaman dengan kedekatan dan sangat menghargai kemandirian. Jadi ketika orang memiliki salah satu dari model tersebut, dia cenderung merasa sulit dan memilih untuk mengakhiri hubungan.

8. Ada Pemicu

Masing-masing individu memunculkan emosi berbeda pada orang lain. Ada beberapa orang yang justru merasa kalau terus menerus berbicara jujur dengan pasangannya, dia justru merasa tidak aman. Respon pemicu ini pun banyak berkaitan dengan kecemasan.

Di mana, kecemasan juga bisa bertindak sebagai pendeteksi ancaman atau mendorong orang untuk mencari keselamatan. Padahal sebenarnya, ancaman tersebut tidak benar-benar ada. Alhasil, mereka memilih untuk pergi tiba-tiba atau Ghosting daripada dirinya terus merasa tidak aman.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...