5 Cara Mengumpulkan Dana Darurat, Fresh Graduate Wajib Tahu!
ZIGI – Saat kamu baru menyelesaikan pendidikan atau baru lulus dan mulai masuk ke dunia kerja, pernah terpikirkan enggak sih dengan yang namanya dana darurat? Lalu bagaimana cara mengumpulkannya? Seberapa penting dana darurat itu buat kalangan fresh graduate? Jadi, dana darurat adalah dana yang sengaja disisihkan dari penghasilan untuk disimpan dan hanya digunakan di waktu-waktu genting atau terdesak.
Sederhananya dana darurat berguna sebagai antisipasi segala kemungkinan di masa depan yang sekiranya membutuhkan uang. Sampai di sini jelas dong kalau dana darurat itu penting? Biar lebih paham tentang seluk beluk dana darurat, yuk simak uraiannya di bawah ini.
Waktu yang Tepat Mengumpulkan Dana Darurat
Dilansir Zigi.id dari laman resmi Kementerian Keuangan, Jumat, 7 Mei 2021, waktu yang tepat untuk mengumpulkan dana darurat adalah sesegera mungkin ketika seseorang sudah bekerja. Tentunya, buat kamu para fresh graduate, meski penghasilan masih minim sebisa mungkin kumpulkan dana darurat.
Alasan kuat mengapa setiap individu fresh graduate harus memiliki dana darurat, karena pada masa ini seseorang belum bisa dikatakan mapan. Misalnya saat kamu merasa tidak cocok dengan pekerjaanmu sehingga harus melepas pekerjaannya, maka secara otomatis ia tidak memiliki pemasukan lagi. Dalam keadaan inilah dana darurat bisa menyelamatkan keuanganmu.
Contoh lain saat fresh graduate kehilangan pekerjaan atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tapi sudah memiliki dana darurat, itu artinya ia masih memiliki cadangan dana untuk pengeluaran beberapa waktu ke depan sampai mendapatkan pekerjaan kembali.
Perlu dicatat, tidak ada takaran pasti berapa besar dana darurat yang harus dikumpulkan. Sebab, semua tergantung pada jenis profesi, kebutuhan, penghasilan, gaya hidup dan lain sebagainya.
Cara Mengumpulkan Dana Darurat
Berikut ini cara mengumpulkan dana darurat yang bisa kamu ikuti.
1. Tentukan Besaran Dana Darurat
Meski tidak ada besaran pasti, tetapi idealnya menghitung dana darurat menurut Co-Founder Ternak Uang, Felicia Putri Tjiasaka adalah sebagai berikut:
Semisal penghasilan kamu sebesar Rp3 juta maka, hitunglah 90% dari Rp3 juta tersebut, hasilnya adalah Rp2,7 juta. Kemudian, Rp2.7 juta itu dikali 6, hasilnya adalah Rp16,2 juta. Maka dari itu idealnya kamu harus bisa mengumpulkan uang tersebut untuk dijadikan dana darurat.
2. Cek dan Pahami Kondisi Keuangan
Biar kamu bisa lebih bisa mengontrol uang kamu, buat pemetaan penghasilan dan pengeluaran rutin setiap bulan. Catatlah penghasilan dan pengeluaran rutin per bulan (bedakan antara pengeluaran primer, sekunder, dan tersier). Dengan begitu, kamu akan lebih memahami kondisi keuangan kamu.
3. Atur Anggaran Keuangan
Selanjutnya, susun anggaran keuangan kamu tiap bulan mulai dari pengeluaran, tabungan hingga investasi.
4. Buat Rekening Khusus
Agar dana darurat lebih terjaga dari penggunaan yang tidak perlu, buat rekening khusus. Dana darurat memang sejatinya harus dipisahkan dengan rekening untuk kebutuhan lainnya.
5. Lakukan Secara Konsisten
Mengumpulkan dana darurat tidak harus dimulai dari nominal yang banyak karena tetap tergantung dari penghasilan masing-masing. Menyisihkan dana darurat dari penghasilan yang paling penting adalah dilakukan secara konsisten.
Demikian beberapa cara mengumpulkan dana darurat buat kamu fresh graduate yang baru terjun ke dunia kerja. Semoga bermanfaat ya!
