Syarat dan Cara Daftar Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2021
ZIGI – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka peluang buat kamu para mahasiswa yang ingin menambah pengalaman baru. Melalui program Pertukaran Mahasiswa Merdeka, Kemendikbud menargetkan 20.000 mahasiswa yang lolos seleksi untuk menyukseskan program ini.
Lalu bagaimana ketentuan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dari Kemendikbud? Biar enggak penasaran, yuk simak penjelasannya berikut ini sampai habis ya. Manfaatkan peluang emas ini.
Kata Mendikbud Nadiem Makarim
Source: kemdikbud.go.id
Mendikbud Nadiem Makarim menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk membuka ruang pertemuan bagi mahasiswa untuk berjumpa, bercerita, dan berbagi. Oleh sebab itu, kamu yang tertarik mengembangkan relasi seluas-luasnya bisa mengambil peluang emas ini.
“Kalian akan mendapatkan begitu banyak pengalaman yang berharga. Dari pertemuan dan perkenalan tersebut, kalian akan bersama-sama belajar menghargai perbedaan, dan merayakan keberagaman. Semua itu kalian lakukan sambil mengikuti perkuliahan,” terang Nadiem Anwar Makarim dikutip dari laman resmi Kemdikbud, Rabu, 16 Juni 2021.
Nadiem menambahkan, di samping memperoleh wawasan baru, para mahasiswa diyakini akan mendapat banyak pengalaman dan pelajaran terkait keragaman budaya Indonesia dan toleransi antar sesama individu.
Manfaat Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam, menjabarkan bahwa Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini juga bermanfaat bagi mahasiswa yang ingin merasakan belajar di universitas lain.
“Adik-adik akan mempunyai sahabat-sahabat baru, merasakan suasana perkuliahan yang baru, mempunyai keluarga baru, dan berkenalan dengan sahabat-sahabat, menciptakan persahabatan dari satu kota ke kota lain,” ungkap Nizam.
Jadwal dan Sistem Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini akan mulai dibuka tanggal 14-27 Juni 2021 melalui laman Pertukaran Mahasiswa Merdeka (klik di sini).
Sistemnya, para mahasiswa akan dikirim ke salah satu kampus di luar pulau domisilinya untuk mengikuti proses pembelajaran dengan tiga skema yang dapat dilipilih. Pertama, total 20 SKS dapat ditempuh seluruhnya di perguruan tinggi penerima dilaksanakan secara luring.
Kedua, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.
Ketiga, total 20 SKS dapat ditempuh dengan kombinasi, yaitu beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi penerima secara luring, dan beberapa mata kuliah (10 SKS) di perguruan tinggi mitra secara daring dan atau di perguruan tinggi pengirim (asal) secara daring.
Selain itu, mahasiswa juga akan mengikuti kegiatan Modul Nusantara yang setara dengan 2 sks dan dibimbing oleh dosen. Empat kegiatan pokok yang ada pada Modul Nusantara ini antara lain kebhinekaan (14 kegiatan), inspirasi (3 kegiatan), refleksi (7 kegiatan), dan kontribusi sosial (1 kegiatan).
Syarat Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dari Kemendikbud ini? Berikut syarat-syaratnya. Catat ya!
1. Mahasiswa S1 non-vokasi, aktif pada semester 3, 5, dan 7 dari PTN - PTS di seluruh tanah air
2. Memiliki IPK minimal 2,75 atau memiliki pengalaman prestasi non-akademik tingkat daerah/nasional/ internasional (dibuktikan dengan dokumen yang sah).
3. Memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan penalaran, wawasan, serta berintegritas, kreatif dan inovatif
4. Tidak pernah dikenakan sanksi akademik dan non akademik pada perguruan tinggi pengirim
5. Bersedia menaati seluruh ketentuan tertulis pada buku POB (Pedoman Operasional Baku) Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka
6. Mendapatkan rekomendasi dari PT asal dan izin orang tua/wali.
Begitulah penjelasan tentang program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. So, kalau kamu memiliki semua persyaratan ini ayo daftar sekarang juga!
