Waspada, 3 Varian Baru Covid-19 yang Ditemukan di Indonesia
ZIGI – Saat ini, kasus Covid-19 di berbagai daerah Indonesia meningkat. Para ahli menyebut hal ini disebabkan karena diabaikannya protokol kesehatan, longgarnya kebijakan pemerintah dan muncul tiga varian baru Covid-19.
Dikutip dari Katadata.co.id, penambahan kasus baru Covid-19 yakni 12.906 per Sabtu, 19 Juni 2021 pukul 12.00 WIB. Tiga varian baru Covid-19 tersebut disebut sangat berbahaya karena dapat menular lebih cepat daripada varian sebelumnya. Apa saja varian baru Covid-19? Yuk kenali dan tetap waspada!
Varian Alpha (B.1.1.7)

Sumber foto: voanews.com
Alpha atau yang disebut B.1.1.7 merupakan varian terbaru Covid-19 yang paling berbahaya. Hal itu lantaran varian Alpha memiliki tingkat penularan yang paling tinggi di antara varian lainnya yakni mencapai 75 persen. Menurut data WHO, penyebab meningkatnya kasus Covid-19 di Asia Tenggara dikarenakan varian baru tersebut.
Varian Alpha pertama kali terdeteksi pada Desember 2020 di Inggris. Imperial College London menyelidiki lebih dari satu juta orang di Inggris menemukan berbagai gejala seperti batuk, kelelahan, sakit tenggorokan, demam, menggigil, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, nyeri otot dan terjadinya permasalahan pada sistem pencernaan.
Varian Beta (B.1.3.5.1)

Sumber foto: natgeo.com
Beta atau yang disebut B.1.3.5.1 muncul pertama kali di Afrika Selatan pada Oktober 2020. Varian ini masuk ke Indonesia pada awal Mei lalu di Bali. Para peneliti menyebut varian ini lebih banyak menyerang orang usia muda dan menyebabkan gejala yang serius. Gejala yang umum muncul adalah kehilangan indera penciuman, demam, batuk, kelelahan, sesak napas, diare dan ruam kulit.
Varian Delta (B.1.6.1.7)

Sumber foto: indiantvnews.com
Varian terbaru Covid-19 yang saat ini mengalami mutasi terbanyak yaitu varian Delta yang awalnya berasal dari negara India. Menurut Ahli epidemologi Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan bahwa varian Delta lebih cepat menular 10 kali lipat dibandingkan Alpha.
Delta juga diduga oleh Kemenkes sebagai penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Hal yang paling ditakutkan dari varian Delta ini ialah ketika orang-orang OTG (Orang Tanpa Gejala) menularkan ke sekitarnya. Data dari Zoe COVID Symptom Study mengungkapkan bahwa gejala yang ditimbulkan ialah sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek dan lama disembuhkan jika si penderita mengidap penyakit lain di tubuhnya.
Dengan kemunculan 3 varian baru Covid-19 ini, kita semakin disadarkan bahwa betapa pentingnya untuk menjaga kesehatan. So, untuk menjaga diri sendiri dan orang sekitar lebih baik jangan pergi kemana-mana dulu jika tidak ada kepentingan yang mendesak ya guys! Jangan lupa untuk menerapkan 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.
