Robot Pepper Bantu Siswa Autis Berinteraksi Secara Sosial

Image title
28 Juni 2021, 12:33
Pepper
BBC.com
Pepper

ZIGI – Peneliti dari Universitas Inggris Barat (UWE Bristol) kembangkan robot khusus yang bernama Pepper, untuk membantu siswa berkebutuhan khusus di wilayah Somerset, Inggris.

Pepper robot yang berbasis di The Mendip School, telah dirancang untuk menjadi bagian dalam kegiatan sosial untuk membantu kesejahteraan siswa dengan spektrum autisme dalam berinteraksi secara sosial.

Para peneliti UWE Bristol sedang menyelidiki di mana, kapan, dan bagaimana robot dapat mendukung siswa autis dan guru di lingkungan sekolah. Penasaran dengan robot Pepper? Yuk ikuti informasi selanjutnya!

Robot Pepper bantu menemukan kepercayaan diri

image
Photo : bbc.com

Dilansir dari BBC, pihak The Mendip School mengatakan bahwa para siswa dengan spektrum autisme telah menemukan kepercayaan diri baru, untuk berinteraksi secara sosial dengan orang lain. 

"Sejak Pepper tiba di sekolah, ada banyak tarian dan anak-anak juga sangat menikmati lelucon robot. Anak-anak yang biasanya tidak berinteraksi secara sosial dengan orang lain sekarang memilih untuk berinteraksi dengan teman sebayanya," ungkap asisten kepala sekolah The Mendip School bernama Lian Colley, yang dikutip dari BBC

Fokus pada kesejahteraan dan interaksi

image
Photo : bbc.com

Diketahui bahwa penderita Autism Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan spektrum autisme mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan memahami bagaimana perasaan orang lain. Tantangan terbesar bagi penderita gangguan spektrum autisme adalah mengalami kecemasan dalam situasi asing dan mudah stres.

Sebelumnya, robot telah diciptakan untuk mendukung anak-anak yang mengalami gangguan spektrum autisme, yang berfokus pada pengajaran keterampilan. 

"Pendekatan kami berfokus pada kesejahteraan dan interaksi yang dipimpin oleh anak. Robot kami tinggal di koridor sekolah; Pepper berinteraksi dengan anak-anak sesuai persyaratan mereka," ungkap Associate Professor Dr Severin Lemaignan, yang dikutip dari situs resmi UWE Bristol pada Senin, 28 Juni 2021. 

Setelah seorang anak memilih terlibat untuk berkomunikasi antarmuka dengan Pepper, robot tersebut dapat menanyakan bagaimana perasaan yang dialami mereka seperti sedih, bahagia, marah, dan lain-lain. Tak hanya itu, robot pun akan merespon cerita para siswa yang dirancang untuk mendukung suasana hati dan emosi para siswa. 

Dr Louis Rice dari Departemen Aritektur UWE Bristol mengatakan bahwa proyek pengembangan robot ini bukan untuk menggantikan pekerjaan manusia. Robot dirancang sebagai alat tambahan untuk membantu staf pengajar dalam kegiatan belajar mengajar. 

"Temuan kami akan membantu menginformasikan bagaimana merancang sekolah dan bangunan lain untuk memungkinkan integrasi robot sosial yang lebih baik, dan menciptakan lingkungan buatan yang lebih cocok untuk orang autis,” ungkap Dr Louis Rice. 

Harga Robot Pepper

image
Photo : Situs resmi UWE Bristol

Pepper sebagai robot yang cerdas secara sosial, dibanderol sekitar 20.000 pound sterling atau Rp401 juta. Para peneliti dan pimpinan sekolah percaya bahwa robot tersebut dapat menjadi investasi yang berharga di masa depan.

Proyek pada penelitian ini telah menunjukkan bahwa seorang yang mengalami gangguan spektrum autisme, dapat menikmati interaksi dengan mitra robot. Selain itu, robot efektif dalam membantu para siswa dengan gangguan spektrum autisme untuk mengembangkan keterampilan sosial, komunikasi, dan mengasah motorik halus mereka. 

Tim di UWE Bristol berharap dapat mengumpulkan lebih banyak bukti tentang manfaat teknologi robot di lingkungan sekolah dengan harapan sekolah dapat mempertimbangkan untuk terlibat dengan teknologi di masa depan. Namun sekali lagi, robot Pepper bukan untuk menggantikan pekerjaan manusia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...