5 Filosofi Lomba 17 Agustus untuk Peringati HUT RI ke-76

Image title
9 Agustus 2021, 14:16
Ilustrasi
Shutterstock
Ilustrasi

ZIGI – Indonesia akan segera menyambut HUT RI ke-76 pada 17 Agustus 2021. Setiap tahunnya, peringatan hari kemerdekaan disambut meriah dengan mengadakan berbagai acara termasuk upacara bendera hingga adanya perlombaan balap karung, makan kerupuk sampai panjat pinang.

Dibalik kemeriahan lomba 17 Agustus-an, ternyata terdapat filosofi dan makna yang mendalam dari berbagai perlombaan tersebut. Penasaran dengan makna dari setiap lomba yang diadakan? Yuk simak artikel ini dikutip dari berbagai sumber!

1. Balap karung

image
Photo : Shutterstock

Balap karung adalah salah satu kegiatan yang sering dilombakan ketika memperingati hari Kemerdekaan Indonesia. Lomba ini diikuti oleh berbagai kalangan, baik anak-anak maupun dewasa. Dibalik keseruan balap karung, ternyata lomba ini menjadi simbol dari hadirnya penjajah Jepang di Indonesia.

Di masa penjajahan Jepang, masyarakat Indonesia menjadikan karung goni sebagai alternatif pakaian. Sebab pada masa itu, masyarakat Indonesia sulit untuk memenuhi kebutuhan sandang sehingga tak mampu membeli pakaian baru. Meskipun rakyat Indonesia merasakan tidak nyaman dalam mengenakan karung goni, mereka tetap semangat meraih kemerdekaan Indonesia. Maka dari itu, balap karung memiliki makna kehidupan tentang masyarakat Indonesia yang rela berjuang dalam kondisi yang sulit. 

2. Panjat pinang

image
Photo : Shutterstock

Panjat Pinang adalah perlombaan yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda untuk memperingati kedatangan Jepang atau Ratu Belanda. Menjadi salah satu perlombaan yang ikonik, panjat pinang diikuti oleh sekelompok orang yang memperebutkan hadiah yang digantung di puncak pohon.

Namun tidaklah mudah untuk mencapai puncak, peserta harus memikirkan strategi agar bisa memanjat tanpa hambatan. Pohon pinang yang dipanjat telah diolesi minyak atau oli, yang menjadi rintangan peserta untuk mencapai puncak.

Lomba panjat pinang memberikan pesan penting tentang  gotong royong dan persatuan. Filosofi dari lomba ini adalah masyarakat Indonesia harus memiliki sikap gotong royong dan pantang menyerah, untuk mencapai sebuah tujuan dari situasi yang krisis. 

3. Makan kerupuk

image
Photo : Shutterstock

Makan kerupuk menjadi salah satu lomba yang memacu para peserta untuk menghabiskan kerupuk yang digantung dengan tinggi. Selain balap karung, lomba makan kerupuk ini menggambarkan kondisi kelam di Indonesia pada saat zaman penjajahan. Lomba ini memiliki makna bahwa betapa sulitnya kondisi pangan saat masa penjajahan.

Kala itu, rakyat Indonesia sulit untuk mendapatkan makanan karena hasil panen rakyat selalu diserahkan kepada para penjajah. Dengan lomba ini, akan mengajarkan sikap yang tidak mudah menyerah serta bersyukur atas bahan pangan. 

4. Tarik tambang

image
Photo : Shutterstock

Tarik tambang merupakan salah satu lomba yang memerlukan kerja sama tim untuk meraih kemenangan. Melalui lomba ini, para peserta harus menarik satu tali hingga berhasil mencapai garis pembatas. Lomba ini menggambarkan tentang perjuangan masyarakat Indonesia untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Tarik tambang dijadikan sebagai simbol untuk mencapai kemerdekaan setelah melawan para penjajah. 

5. Balap kelereng

image
Photo : Shutterstock

Balap kelereng adalah lomba yang sering diikuti oleh anak-anak. Lomba ini memiliki makna tentang kecepatan serta keakuratan dalam hidup. Para peserta harus mengantarkan kelereng ke sebuah garis yang telah ditentukan, dengan menggunakan sendok.

Perlombaan ini mengajarkan kepada masyarakat Indonesia untuk bertindak sigap namun harus disertai kewaspadaan dalam melakukan sesuatu. Balap kelereng menggambarkan para pahlawan yang mengatur strategi demi menggempur penjajah. Meski sulit untuk dilakukan, namun akhirnya berhasil meraih kemerdekaan.

Itulah lima filosofi lomba 17 Agustus untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Namun karena adanya pandemi Covid-19, sejumlah perlombaan untuk memperingati HUT RI ke-76 ditunda demi mencegah penularan virus corona.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...