Sejarah Teks Proklamasi hingga Lirik Lagu Indonesia Raya 3 Stanza

Image title
17 Agustus 2021, 08:48
kemerdekaan Indonesia
SejarahOne
kemerdekaan Indonesia

ZIGI – Hari Kemerdekaan Indonesia ke 76 atau HUT RI ke 76 diperingati pada Selasa, 17 Agustus 2021. Diketahui sebelumnya, Indonesia resmi menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ir. Soekarno di rumah yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur no.56.

Pembacaan teks proklamasi menjadi serangkaian peristiwa bersejarah, yang menjadi sebuah pengakuan atas kemerdekaan Indonesia. Di balik peristiwa ini, adanya pengorbanan bangsa Indonesia untuk terbebas dari penjajahan. Peristiwa bersejarah ini, memiliki makna penting yang harus diresapi. Penasaran dengan sejarah kemerdekaan Indonesia? Yuk simak artikel ini lengkap dengan lirik lagu Indonesia Raya 3 stanza!

Baca juga: 7 Rekomendasi Film tentang Sejarah Hari Kemerdekaan Indonesia

Jepang Kalah dari Sekutu

image
Photo : History Daily

Pada 6 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan sebuah bom di atas kota Hiroshima, Jepang, untuk menurunkan semangat tentara Jepang. Tak hanya berhenti sampai di situ, kota Nagasaki di Jepang juga menjadi sasaran bom yang dijatuhkan pada 9 Agustus 1945. Peristiwa tersebut membuat Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya.

Upaya sekutu menjatuhkan bom atom di kedua tempat tersebut, menjadi tanda berakhirnya Perang Dunia II. Pada 14 Agustus 1945, Jepang secara resmi menyerah kepada Sekutu di kapal USS Missouri. Peristiwa ini dimanfaatkan oleh Indonesia, untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Golongan muda Indonesia mendesak Soekarno dan Hatta, untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Namun, terdapat perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda. Di mana golongan tua tidak ingin terburu-buru, karena tidak ingin adanya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Dalam sebuah rapat, golongan muda tidak menginginkan kemerdekaan Jepang, melainkan menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa Indonesia. 

Soekarno - Hatta dibawa ke Rengasdengklok

image
Photo : Wikipedia

Pada 15 Agustus 1945, golongan muda dibawah pimpinan Sukarni, Chairul Saleh, Wikana bersepakat untuk mengamankan Soekarno-Hatta bersama Fatmawati dan Guntur ke Rengasdengklok. Tujuannya agar Soekarno-Hatta tidak terpengaruh dengan Jepang dan besar harapan pemuda untuk segera memproklamirkan kemerdekaan. Peristiwa ini pun dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.

Sepanjang hari pada 16 Agustus 1945, golongan tua dan golongan muda melakukan perundingan di Jakarta. Namun, tidak terjadinya kesepakatan apapun hingga sore harinya. Kemudian Ahmad Soebadrjo dari golongan tua, datang ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno-Hatta untuk kembali ke Jakarta. Kala itu, Achmad Soebardjo bersedia dengan jaminan bahwa proklamasi akan terjadi pada keesokan harinya pada 17 Agustus 1945.

Setelah kesepakatan tersebut, Bung Karno dan Bung Hatta tiba di Jakarta pada pukul 02.00 WIB dini hari. Kemudian mereka singgah di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda, perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik.

Perumusan dan Pembacaan teks proklamasi

image
Photo : Cagar budaya Kemdikbud

Di rumah Laksamana Maeda, terjadi perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Penyunan teks berlangsung pada pukul 02.00 hingga 04.00 dini hari. Perumusan teks proklamasi disusun oleh Soekarno, Moh. Hatta dan Achmad Soebardjo, yang dihadiri oleh golongan muda seperti B. M. Diah, Sayuti Melik, Sukarni, dan Soediro.

Dalam teks proklamasi, Sukarni mengusulkan agar Soekarno dan  Moh. Hatta menandatangani teks tersebut atas nama bangsa Indonesia. Kemudian teks proklamasi diketik oleh Sayuti Melik. Pada 17 Agustus 1945, Bung Karno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia di kediaman rumah dirinya di Jalan Pegangsaan Timur 56.

Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB, dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno. Setelah pembacaan teks proklamasi, bendera Merah Putih yang dijahit oleh Fatmawati pun dikibarkan. Kemudian, disambung dengan sambutan dari Soewirjo sebagai wakil wali kota Jakarta pada saat itu. Bendera Merah Putih dikibarkan oleh Latief Hendraningrat, Suhud, dan SK Trimurti. 

 

Isi Teks proklamasi

image
Photo : Cagar budaya Kemdikbud

Teks proklamasi kemudian dibacakan dengan lantang oleh Soekarno. Berikut isi dari teks proklamasi. 

PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.

Makna Teks Proklamasi bagi Bangsa Indonesia

image
Photo : Museum Sumpah Pemuda

Proklamasi Kemerdekaan memiliki makna yang mendalam yang harus diresapi. Dilansir dari Buku Pendidikan Kewarganegaraan, proklamasi melukisan perihal falsafah hidup atau pandangan hidup, rahasia hidup, dan tujuan hidup sebagai bangsa. Proklamasi merupakan sebuah pernyataan kemerdekaan, yang menunjukkan perubahan kepada dunia tentang status keberadaan bangsa Indonesia yang telah merdeka.

Proklamasi kemerdekaan menjadi sumber kekuatan dan tekad perjuangan, yang membangkitkan semangat bangsa Indonesia. Maka dari itu, proklamasi kemerdekaan menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia, yang berhasil terbebas dari belenggu penjajahan. Selain itu, proklamasi kemerdekaan dimaknai sebagai terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Lagu Indonesia Raya

image
Photo : Museum Sumpah Pemuda

Setelah bendera Merah Putih berkibar, hadirin yang berada di acara bersejarah itu menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR Supratman. Lagu ini pertama kali diperdengarkan pada 28 Oktober 1928. Lagu Indonesia Raya yang lengkap sebenarnya memiliki tiga stanza atau disebut juga dengan Indonesia Raya 3 Stanza.

Dikutip dari kamus Bahasa Indonesia, stanza adalah kumpulan larik sajak yang menjadi satuan struktur sajak, ditentukan oleh jumlah larik, pola matra, atau rima. Jadi, lagu Indonesia Raya yang biasa kamu nyanyikan saat upacara di sekolah atau peringatan 17 Agustus adalah lagu Indonesia Raya hanya stanza satu saja. Masih ada 2 stanza lainnya yang mungkin jarang kamu dengar.

Penasaran bagaimana liriknya? Berikut lirik lagu Indonesia Raya tiga stanza, yang merupakan lagu kebangsaan Indonesia.

Stanza I
Indonesia Tanah Airku
Tanah Tumpah Darahku
Di sanalah Aku Berdiri
Jadi Pandu Ibuku
Indonesia Kebangsaanku
Bangsa dan Tanah Airku
Marilah Kita Berseru 
Indonesia Bersatu
Hiduplah Tanahku
Hiduplah Negeriku
Bangsaku, Rakyatku, Semuanya,
Bangunlah Jiwanya, 
Bangunlah Badannya, 
Untuk Indonesia Raya.
Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka
Tanahku, Negriku yang Kucinta
Indonesia Raya, 
Merdeka, Merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya

Stanza II
Indonesia Tanah Yang Mulia
Tanah Kita yang Kaya
Di sanalah Aku Berdiri
Untuk Slama-lamanya,
Indonesia Tanah Pusaka
Pusaka Kita Semuanya
Marilah kita Mendoa
Indonesia Bahagia,
Suburlah Tanahnya, 
Suburlah Jiwanya, Bangsanya, 
Rakyatnya, Semuanya.
Sadarlah Hatinya, 
Sadarlah Budinya, 
Untuk Indonesia Raya.
Indonesia Raya, 
Merdeka, Merdeka, 
Tanahku, Negriku yang Kucinta,
Indonesia Raya, 
Merdeka, Merdeka, 
Hiduplah Indonesia Raya

Stanza III
Indonesia Tanah Yang Suci
Tanah Kita Yang Sakti
Di sanalah Aku Berdiri, 
N’jaga Ibu Sejati,
Indonesia, Tanah Berseri, 
Tanah Yang Aku Sayangi, 
Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi,
S’lamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, 
Pulaunya, Lautnya, Semuanya.
Majulah Negrinya, 
Majulah Pandunya, 
Untuk Indonesia Raya.

Demikian sejarah kemerdekaan Indonesia lengkap dengan lirik lagu Indonesia Raya 3 stanza.

Baca juga: Syarat dan Link Daftar Upacara Virtual HUT RI ke-76 di Istana Negara

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...