Peneliti Berhasil Ungkap Detail Wajah Mumi Mesir Kuno

Image title
30 September 2021, 15:21
Mumi Mesir Kuno
pexels.com
Mumi Mesir Kuno

ZIGI – Baru-baru ini, para peneliti berhasil mengungkap wajah mumi Mesir kuno berusia ribuan tahun berkat kemajuan ilmu pengetahuan yang terus dikembangkan. Para ilmuwan menggunakan fenotip DNA untuk membuat rekonstruksi 3D terhadap tiga mumi yang diteliti sehingga menghasilkan prediksi wajah yang cukup detail.

Lantas, bagaimana proses penelitian tiga mumi Mesir kuno yang sudah diawetkan selama berabad-abad itu? Simak berita selengkapnya berikut ini ya guys.

Detail Wajah Mumi saat Berusia 25 Tahun

Mumi Mesir Kuno
Photo : CNET
Mumi Mesir Kuno

Melansir dari CNET, DNA yang diekstraksi oleh para ilmuwan dari mumi Mesir kuno tersebut menawarkan pandangan sekilas yang menarik tentang seperti apa wajah tiga mumi pria saat mereka hidup di Fertile Crescent lebih dari 2.000 tahun yang lalu.

Penelitian genetik tersebut menghasilkan konstruksi 3 dimensi (3D) yang sangat rinci dari ketiga manusia yang pernah hidup di daerah sungai Nil kuno. Para ilmuwan mengungkap salah satu nama mumi yang dikenal sebagai Abusir el-Meleq, diperkirakan hidup antara 2.023 dan 2.797 tahun yang lalu.

Menurut Parabon NanoLabs, laboratorium ilmuwan asal Virginia, Amerika Serikat yang ikut meneliti mumi tersebut, fenotip DNA biasanya dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan kasus kriminal. Hasil rekonstruksi menunjukkan seperti apa mumi tersebut pada usia 25 tahun, usia default perusahaan untuk memprediksi wajah. 

“Pada tahap itu wajah sudah matang tetapi belum terpengaruh oleh penuaan. Ketika usia dapat diperkirakan dari sisa-sisa, kami dapat memperhitungkannya, tetapi karena tidak adanya informasi lain, kami menunjukkannya pada usia 25,” jelas Direktur Bioinformatika Parabon, Ellen Greytak dikutip dari CNET, Kamis, 30 September 2021.

Kemajuan Ilmu Forensik

Mumi Mesir Kuno
Photo : CNET
Mumi Mesir Kuno

Parabon NanoLabs mempresentasikan hasil perkiraan gambar mumi Mesir kuno di Simposium Internasional ke-32 tentang Identifikasi manusia. Acara yang berlangsung awal bulan ini di Orlando, Florida tersebut berfokus pada kemajuan dalam ilmu forensik.

Untuk menciptakan kembali wajah tiga pria kuno Mesir, tim Parabon beralih ke DNA mumi yang diurutkan oleh para peneliti di Jerman, di Universitas Tubingen dan Institut Max Planck untuk Ilmu Sejarah Manusia.

Mereka kemudian mengekstraksi polimorfisme nukleotida tunggal, yang merupakan penanda dalam genom yang sesuai dengan karakteristik manusia tertentu seperti warna mata dan rambut serta kecenderungan penyakit. Para ilmuwan yang bekerja memodelkan kemungkinan lebar, tinggi dan kedalaman kepala mumi dalam format 3D.

Disebutkan, Mesir pada 700 SM memang seperti dunia pada masa lalu. Akan tetapi, DNA manusia tidak banyak berubah dalam beberapa ribu tahun terakhir, sehingga para ilmuwan dapat membandingkan genom purba dengan manusia modern untuk menentukan populasi mana yang paling dekat hubungannya.

Sistem fenotip DNA forensik Parabon dimaksudkan untuk secara akurat memprediksi keturunan genetik, warna mata, warna rambut, warna kulit, bintik-bintik dan bentuk wajah pada orang-orang dari latar belakang etnis apa pun, bahkan mereka yang memiliki keturunan campuran.

"Tantangan dengan DNA purba adalah bahwa tidak hanya DNA manusia yang sangat terdegradasi, tetapi juga ada banyak DNA bakteri. Di antara kedua faktor itu, jumlah DNA manusia yang tersedia untuk diurutkan bisa sangat kecil. Namun, untuk fenotip DNA, kami tidak memerlukan seluruh genom, kami hanya membutuhkan SNP spesifik yang mengkode perbedaan fisik di antara orang-orang," terang Greytak lagi.

Para peneliti Parabon setuju dengan penilaian tersebut. Ketiga mumi itu diperkirakan bebas bintik dengan kulit cokelat muda dan mata serta rambut gelap. Awal tahun ini, para ilmuwan menemukan manual instruksi tertua yang diketahui tentang mumifikasi, serta mumi Mesir dengan lidah emas. Sebelumnya, tahun lalu para ilmuwan mengungkap penemuan menakjubkan dari peti mati Mesir yang dibuka untuk pertama kalinya dalam 2.500 tahun.

“Penelitian ini merupakan bukti konsep yang menarik tentang seberapa banyak yang dapat kita pelajari tentang manusia purba dari DNA mereka. Mudah-mudahan kita akan melihat lebih banyak wajah mumi terungkap,” pungkas Greytak.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...