Survei KIC: Persepsi Gen Z dan Gen Y Terhadap Produk Berkelanjutan
ZIGI – Katadata Insight Center (KIC) belum lama ini merilis survei tentang persepsi anak muda terhadap produk berkelanjutan. Anak muda yang dijangkau termasuk dalam lingkup Gen Z serta Gen Y (milenial).
Survei KIC ini dilakukan secara online pada tanggal 30 Juli hingga 1 Agustus 2021 dengan total 3.060 responden. Kriteria responden adalah mereka yang berusia 17-22 tahun (Gen Z) serta 23-39 tahun (Gen Y atau milenial) yang tersebar dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali Nusra, dan Maluku Papua.
Berdasarkan hasil survei, ternyata masih banyak anak muda yang belum mengetahui tentang pengertian produk berkelanjutan sekaligus tujuan serta dampak yang akan diberikan di masa mendatang. Berikut penjelasan hasil survei selengkapnya.
Baca Juga: Survei KIC: Generasi Z Belanja E-Commerce Sebulan Sekali Kala Pandemi
1. Apa Itu Produk Berkelanjutan?
Produk berkelanjutan atau sustainable adalah produk-produk yang ramah lingkungan dan aman untuk digunakan. Karena keuntungan tersebut, membuat produk berkelanjutan memiliki harga lebih mahal dibandingkan produk konvensional.
Berdasarkan hasil survei KCI yang meneliti total 3.060 responden dari seluruh Indonesia mencakup Gen Z dan Gen Y (milenial) membuktikan bahwa masih banyak dari mereka yang belum mengetahui betul soal produk berkelanjutan.
Sebanyak 29,7% responden Gen Y dan Gen Z ternyata tidak mengetahui atau sekedar mendengar istilah produk berkelanjutan daripada mereka yang benar-benar mengetahui arti produk berkelanjutan.
Di samping itu, banyak yang masih beranggapan bahwa produk berkelanjutan adalah produk yang dapat dipakai kembali dalam jangka waktu yang lama.
2. Kebiasaan Kaum Muda Tentang Belanja Produk Ramah Lingkungan
Dari hasil survei KCI, faktor kebutuhan dan kegunaan masih menjadi prioritas utama dalam pembelian suatu produk. Bagi Gen Z dan Gen Y, ulasan pelanggan dianggap sangat penting dibanding dampak lingkungan.
Namun daripada Gen Z, Gen Y justru lebih mempertimbangkan dampak lingkungan dan kesehatan saat membeli suatu produk. Sesangkan Gen Z tetap memprioritaskan kebutuhan dan kegunaan, biaya, kualitas, dan ulasan produk ketimbang memikirkan dampak untuk lingkungan dan kesehatan.
Selain mencari ulasan produk, kaum Gen Z dan Gen Y juga mementingkan harga murah namun memprioritaskan kualitas. Sedangkan terkait sustainability, konsumen Gen Z dan Gen Y cenderung membeli produk yang mengandung bahan alami atau dicitrakan sebagai merek ramah lingkungan.
Sama seperti data sebelumnya, Gen Y lebih menyadari isu lingkungan dibanding Gen Z kecuali dalam hal pembelian produk bekas.
3. Gen Z dan Gen Y Kurang Mengenal Istilah Produk Berkelanjutan
Sebanyak 29,7% responden Gen Y mengetahui arti produk berkelanjutan. Sedangkan Gen Z sebanyak 43% tidak pernah mendengar mengenai produk berkelanjutan.
Kemudian 61,6% responden Gen Y dan Gen Z pernah membeli produk berkelanjutan. Sebanyak 57,7% alasannya karena ingin melestarikan bumi. Lalu sebesar 49,7% lainnya karena menyukai dan merasa puas menggunakan produk ramah lingkungan.
Selain itu, Gen Y juga memiliki lebih banyak pengalaman dalam pembelian produk berkelanjutan atau ramah lingkungan selama periode satu tahun terakhir daripada Gen Z.
Secara umum, alasan responden Gen Y dan Gen Z belum membeli produk berkelanjutan karena tidak tersedianya di cakupan sekitar rumah (51,3%). Kekurangannya informasi atau tidak memahami tentang produk berkelanjutan juga mengambil persentase sebesar 41,1%. Dengan ini, Gen Z dinilai lebih menganggap produk berkelanjutan tidak ada bedanya dengan produk biasa dibanding Gen Y.
4. Jenis Produk Berkelanjutan yang Dibeli Gen Y dan Gen Z
Sebanyak 55,4%, Gen Y dan Gen Z membeli produk berkelanjutan dalam bentuk makanan selama satu tahun terakhir. Disusul dengan produk rumah tangga lainnya (44,4%) dan pakaian (39,2%). Secara persentase, Gen Z lebih banyak membeli pakaian sebagai produk berkelanjutan dibandingkan Gen Y.
Dalam hasil survei, dipaparkan pula sederet merek yang dianggap masuk dalam kategori produk berkelanjutan atau ramah lingkungan berdasarkan responden Gen Y dan Gen Z. Sebanyak 53,3% responden langsung menyebutkan merek produk yang paling diingat sebagai produk berkelanjutan atau ramah lingkungan yang didominasi oleh produk air minum dalam kemasan.
5. Keinginan Gen Y dan Gen Z untuk Membeli Produk Berkelanjutan
Bagi responden Gen Y dan Gen Z yang pernah mendengar dan mengetahui makna istilah produk berkelanjutan, mayoritas akan membeli produk berkelanjutan. Bagi mereka yang tidak memahami makna produk berkelanjutan, mayoritas tidak mengetahui apa yang mereka beli adalah produk berkelanjutan atau bukan.
Secara umum, responden Gen Y memiliki tingkat kesediaan lebih besar untuk membeli produk berkelanjutan daripada Gen Z.
Terakhir, responden Gen Y dan Gen Z yang bersedia membayar dengan harga yang lebih mahal kemungkinan besar sudah memahami bahwa kualitas dan manfaat berbeda dari produk berkelanjutan. Dengan ini, mereka ingin berkontribusi agar produk berkelanjutan bisa terus diproduksi.
Sementara itu, dapat disimpulkan bahwa Gen Y (rentang usia 23-39 tahun) dan Gen Z (17 -22 tahun) sama-sama butuh mendapat edukasi lebih dalam mengenai produk berkelanjutan. Bukan hanya dari segi makna saja, tapi juga tujuan dan efek jangka panjangnya.
Baca Juga: Survei KIC: Jurusan Teknik Paling Diminati Calon Mahasiswa
