Perbedaan Wibu dan Otaku, Istilah yang Perlu Diketahui Anime Lovers

Image title
2 November 2021, 22:12
Wibu
pexels.com
Wibu

ZIGI – Seiring dengan popularitas anime yang kian meningkat, kini istilah wibu dan otaku di Indonesia juga sering terdengar sehari-hari. Wibu bahkan semakin populer setelah influencer seperti Rachel Florencia dan Livy Renata kerap muncul di berbagai media membicarakan tentang hal-hal yang berbau anime.

Nah, berbicara soal istilah tersebut, apa sih arti wibu yang sebenarnya? Lalu bagaimana perbedaan wibu dan otaku yang juga lekat di telinga anime lovers alias pecinta anime? Simak penjelasannya berikut ini ya.

Apa Itu Wibu?

Wibu
Photo : Reddit
Wibu

Secara umum, wibu adalah julukan bagi seseorang yang tergila-gila dengan karakter anime. Terlebih lagi, orang tersebut merasa sangat terobesesi dengan budaya Jepang karena biasanya terpengaruh dari anime yang berasal dari negara tersebut.

Melansir dari The Japanese Way, Selasa, 2 November 2021, wibu adalah individu yang memiliki obsesi tidak sehat terhadap budaya Jepang. Dikatakan tidak sehat karena seorang wibu cenderung menikmati aspek-aspek tertentu dari budaya Jepang seperti anime atau manga tetapi mereka mengabaikan tradisi negara Jepang dalam arti yang lebih luas.

Wibu di sisi lain juga hanya mengacu pada tipe orang yang mengidolakan aspek-aspek tertentu dari Jepang. Menurut situs Japan Poweres, wibu juga sering melakukan percakapan menggunakan bahasa Jepang di kehidupan sehari-hari.

Sejumlah kata yang sering diucapkan para wibu antara lain ohayo, arigatou, konichiwa, daijobun, gomenasai dan masih banyak lagi. Nah, sampai di sini apa perbedaan wibu dan otaku?

Apa Itu Otaku?

Wibu
Photo : pexels.com
Wibu

Selain istilah wibu yang juga populer, sebutan otaku juga familier bagi para anime lovers. Namun, perlu diketahui bahwa ternyata ada perbedaan antara wibu dan otaku lho guys.

Istilah otaku dapat diterjemahkan sebagai “belajar secara intensif” atau “ahli”. Di negara Jepang, otaku adalah seseorang yang telah menghabiskan banyak waktu mempelajari dan mendalami subjek tertentu, namun biasanya didefinisikan sebagai penggemar obsesif budaya manga atau anime.

Otaku juga dianggap sebagai julukan bagi orang-orang yang memiliki pengetahuan lebih mendalam tentang anime, manga, atau video game, sedangkan wibu tidak. Bahkan, sebutan wibu yang mempunyai kata lain weeb, atau weeaboo dinilai sebagai sebuah istilah menghina yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terobsesi dengan budaya Jepang pada tingkat yang sangat dangkal.

Lebih Baik Menjadi Otaku atau Wibu?

Wibu
Photo : The Japanese Way
Wibu

Jika dilihat dari segi definisinya, kemungkinan menjadi otaku lebih baik daripada menjadi wibu. Akan tetapi, sampai hari ini belum ada penjelasan yang lebih pasti terkait dua istilah yang mirip tersebut.

Menurut studi, otaku telah menjadi subkultur di Jepang dan luar negeri, dengan 42% remaja Jepang mengidentifikasi diri dengan istilah tersebut. Padahal, penggunaan kata otaku di Jepang biasanya berkonotasi negatif meski mereka menggemari dan mendalami sesuatu khususnya anime.

Pada tahun 1989 istilah ini mulai terkenal berkat adopsi media atas nama 'Pembunuh Otaku' yang mengacu pada Tsutomu Miyazaki. Tsutomu Miyazaki adalah seorang psikopat, pedofilia, nekrofilia, pemerkosa dan kanibal asal Jepang. Maka dari itu, otaku awalnya adalah istilah penghinaan meski saat ini menjadi otaku dianggap bukan sesuatu yang memalukan.

Sayangnya sampai saat ini, belum ada data yang pasti soal jumlah wibu di seluruh dunia. Hanya saja, beberapa sumber menyebut bahwa negara-negara kawasan Amerika Latin dan Asia Tenggara (termasuk Indonesia) menjadi penyumbang terbanyak pengguna internet yang sering mencari berbagai informasi tentang anime di Google. Apakah kamu termasuk salah satunya?

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...