YouTube Hapus Jumlah Dislike dari Tampilan Video Publik
ZIGI – YouTube secara bertahap menghilangkan jumlah dislike dari tampilan publik per hari ini. Tujuan dihapusnya dislike agar pembuat konten kecil terbebas dari sasaran serangan tombol dislike yang meresahkan.
Meskipun jumlah dislike disembunyikan, jumlah like pada tampilan video publik tetap ditampilkan. Konten kreator juga masih bisa mengetahui jumlah dislike dari YouTube Studio. Untuk penjelasannya, simak yuk artikel di bawah ini!
YouTube Resmi Hapus Jumlah Dislike
Sebagai konten kreator rasanya sulit untuk mengabaikan penilaian berdasarkan jumlah like dan dislike. Konten kreator akan semakin semangat jika banyak jumlah like namun akan menjadi penghambat ketika jumlah dislike lebih banyak dibanding jumlah like.
Ketika konten video mendapatkan jumlah dislike lebih banyak dari jumlah like, adakalanya konten kreator menyembunyikan dislike tersebut secara manual. Sebab, jumlah dislike yang lebih banyak bisa memicu serangan, bullying, pelecehan dan sejenisnya.
Kini tidak perlu secara manual lagi karena YouTube telah menghapus jumlah dislike agar konten kreator bisa dengan nyaman membuat konten. YouTube mulai secara otomatis dan bertahap menyembunyikan jumlah dislike mulai 11 November 2021.
Dilansir dari The Verge, perusahaan mengatakan perubahan itu untuk menjaga pembuat konten yang lebih kecil agar tidak menjadi sasaran serangan atau pelecehan tidak suka. Serta untuk mempromosikan interaksi yang saling menghormati antara pemirsa dan pembuat konten. Tombol tidak suka akan tetap ada, tetapi untuk dilihat pribadi di YouTube Studio bukan mempermalukan seseorang.
Keputusan Hapus Dislike Telah Lakukan Eksperimen Sebelumnya
Penghapusan dislike oleh pihak YouTube bukan tanpa alasan, pasalnya perusahaan sudah melakukan eksperimen terlebih dahulu pada bulan Maret 2021. Kajian untuk melakukan eksperimen sebelumnya sudah diwacanakan pada 2019 lalu sejak adanya konten YouTube Rewind 2018: Everyone Controls Rewind.
Sebab, konten tersebut telah mencatat rekor jumlah dislike terbanyak. Saat itu, konten YouTube Rewind 2018 mendapatkan jumlah dislike sekitar 15 juta yang mana angka tersebut lebih banyak dari jumlah like (2,5 juta).
Seperti yang diketahui, jumlah dislike bisa memicu menurunnya jumlah rekomendasi dan potensi pemirsa baru menonton video. Sehingga kedepannya bisa membuat konten kreator kesulitan untuk mengekspresikan diri karena berkurangnya penonton.
“Di YouTube kami berusaha untuk menjadi tempat di mana pembuat konten dari semua ukuran dan latar belakang dapat menemukan dan berbagi suara mempromosikan interaksi yang saling menghormati pemirsa atau pembuat, kami memperkenalkan beberapa fitur dan kebijakan untuk meningkatkan pengalaman mereka,” ujar pihak YouTube seperti dilansir dari The Verge.
Pihak YouTube sebelumnya telah bereksperimen pada awal tahun ini tentang jumlah dislike dan menemukan pengguna cenderung tidak menggunakan tombol dislike untuk meneror pembuat konten tertentu. Oleh karena itu, pembuat konten diberi kemampuan untuk menyembunyikan perangkat pada video mereka setelahnya.
“Dan awal tahun ini, kami bereksperimen dengan tombol dislike untuk melihat apakah perubahan dapat membantu melindungi pembuat konten kami dengan lebih baik dari pelecehan dan mengurangi serangan tidak suka – di mana orang bekerja untuk meningkatkan jumlah dislike pada video pembuat konten,” lanjut pihak YouTube.
Gelombang dislike sudah menjadi perhatian pihak YouTube karena banyaknya pembuat konten yang mengalami kesulitan setelah mendapatkan serangan tersebut. Sebelumnya, YouTube juga pernah membuat kebijakan yakni adanya pelarangan membuat konten tentang tantangan dan video prank yang membahayakan.
