Viral Ilmuwan Temukan Embrio Bayi Dinosaurus Berusia 70 Juta Tahun
ZIGI – Sebuah telur berisi bayi dinosaurus yang diawetkan dengan sempurna baru-baru ini menggemparkan para ilmuwan dunia. Bayi binatang purba tersebut ditemukan dalam keadaan meringkuk di dalam telur lengkap dengan struktur tulang yang masih terlihat jelas.
Penemuan ini menjadi berita baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan mengingat selama ini belum pernah terjadi. Para ilmuwan yang meneliti telur tersebut kemudian berhasil menemukan hubungan antara dinosaurus dan burung. Buat kamu yang penasaran seperti apa detailnya, simak artikel ini sampai habis ya!
Baca Juga: Pertama Kali dalam Sejarah, 6 Komodo Menetas di Amerika Serikat
Telur Berisi Bayi Dinosaurus Berusia 70 Juta Tahun
Disadur dari CNN, fosil yang menyimpan kerangka embrio dinosaurus oviraptorid diprediksi berusia 70 juta tahun. Embrio dijuluki Baby Yingliang sesuai dengan nama museum di China yang menyimpan fosil tersebut.
Profesor di departemen geosains dari Universitas Calgary di Kanada, Darla Zelenitsky menjelaskan tulang bayi dinosaurus kecil terlihat cukup jelas meski sedikit rapuh. Akan tetapi, pengawetan telur dinosaurus sebagai fosil jarang dilakukan sehingga hal ini merupakan satu hal yang patut disambut gembira.
"Ini adalah spesimen yang luar biasa Saya telah meneliti telur dinosaurus selama 25 tahun dan belum pernah melihat yang seperti itu," kata Darla Zelenitsky dikutip Zigi.id dari CNN pada Kamis, 23 Desember 2021.
"Sampai sekarang, sedikit yang diketahui tentang apa yang terjadi di dalam telur dinosaurus sebelum menetas, karena hanya ada sedikit kerangka embrio, terutama yang lengkap dan terawetkan dalam pose kehidupan," tambahnya.
Telur tersebut dijelaskan memiliki panjang sekitar 17 cm atau sekitar 7 inci. Sedangkan dinosaurus yang meringkuk diperkirakan memiliki panjang 27 cm atau sekitar 11 inci dari kepala hingga ekor. Para peneliti percaya, jika binatang purba itu hidup maka panjangnya bisa mencapai sekitar dua hingga tiga meter.
Temuan Baru Bayi Dinosaurus Mirip dengan Burung
Sebagaimana yang telah disinggung di awal, peneliti dari China, Inggris dan Kanada bersatu mempelajari posisi Baby Yingliang dan embrio oviraptorid lain yang ditemukan sebelumnya. Ilmuwan-ilmuwan menyimpulkan bahwa dinosaurus bergerak dan mengubah posisi sebelum menetas dengan cara yang mirip dengan bayi burung.
Burung modern selama ini diketahui memiliki gerakan di dalam telur yang disebut dengan istilah Tucking. Gerakan ini dikendalikan oleh sistem saraf pusat dan sangat penting untuk keberhasilan penetasan.
"Embrio dinosaurus non-unggas yang paling dikenal tidak lengkap dengan kerangka yang tidak beraturan (tulang dipisahkan pada persendian)," kata penulis utama studi dan peneliti di University of Birmingham, Inggris, Waisum Ma.
"Kami terkejut melihat embrio ini terawetkan dengan indah di dalam telur dinosaurus, berbaring dalam postur seperti burung. Postur ini belum pernah dikenali pada dinosaurus non-unggas sebelumnya," tambahnya.
Untuk diketahui, semua burung disebut-sebut telah berevolusi dari sekelompok dinosaurus berkaki dua yang dikenal sebagai theropoda. Anggota jenis dinosaurus ini meliputi Tyrannosaurus rex yang menjulang tinggi dan Velociraptors yang lebih kecil.
Perilaku sebelum menetas dalam telur bukan satu-satunya perilaku burung modern yang diwarisi dari nenek moyang dinosaurus. Sebab, imbuh Zelenitsky, jenis dinosaurus yang sama diketahui telah duduk di atas telurnya untuk mengerami dengan cara yang mirip dengan burung.
Sementara itu, fosil telur bayi dinosaurus ini ditemukan di provinsi Jiangxi China dan didapatkan pada tahun 2000 oleh Liang Liu, seorang direktur perusahaan batu China bernama Yingliang Group. Fosil tersebut kemudian disimpan selama 10 tahun sebelum akhirnya diteliti kembali setelah pembangunan Yingliang Stone Nature History Museum.
Baca Juga: Foto Penemuan Fosil Dinosaurus Hampir Utuh di China
