Kasus Hanad Hassan, Miliarder Muda Terindikasi Kasus Penipuan Kripto

Image title
10 Februari 2022, 12:24
Hanad Hassan
Daily Mail
Hanad Hassan

ZIGI – Sosok Hanad Hassan diangkat oleh BBC News sebagai tokoh miliarder yang menghasilkan ratusan miliar hanya dalam satu tahun. Namun ternyata Hassan terjerat tuduhan penipuan, yang membuat BBC langsung menghentikan penayangan film dokumenternya. 

Hanad Hassan sendiri aktif membuka kanal donasi untuk kelompok keluarga di Birmingham, Inggris, yang membutuhkan. Simak cerita Hanad Hassan di bawah ini.

Baca juga: Kafe Kripto di Thailand Beri Pengunjung Saran Investasi Sambil Ngopi

BBC News Hapus Artikel Hanad Hassan Karena Indikasi Penipuan Kripto

Hanad Hassan
Photo : Berbagai sumber
Hanad Hassan

Dokumenter BBC tentang pendiri cryptocurrency amal ditarik setelah muncul klaim bahwa ia melakukan penipuan. Klaim tersebut muncul setelah artikel BBC online menceritakan bagaimana pria bernama Hanad Hassan, 20 tahun, asal Birmingham Inggris, berhasil mengubah investasi awal Rp719 ribu menjadi hampir Rp116 miliar dalam setahun.

Dalam artikel tersebut, digambarkan Hanad Hassan memiliki hati mulia dengan mendirikan warung makan gratis di lingkungannya. Ia juga menyumbangkan sekitar Rp3,8 miliar hasil dari pengumpulan kripto khusus untuk amal di kota kelahirannya tersebut.

Beberapa jam setelah artikel ditulis BBC, diketahui bahwa pengumpulan dana kripto untuk amal telah dihentikan sejak Oktober 2021. Beberapa penyumbang juga sudah mengisi klaim penipuan atas nama Hanad Hassan sejak berbulan-bulan lalu. 

BBC kemudian memutuskan menghapus artikel dan menghentikan penayangan dokumenter Hassan. Seharusnya film tersebut bakal ditayangkan di BBC1  pada Rabu, 9 Februari 2022 pukul 19:30 waktu setempat. 

Pihak BBC telah membuat film dokumenter sejak September 2021 dengan judul We Are England: Birmingham’s Self-Made Crypto-Millionaire dengan durasi 30 menit. Informasi orang dalam, pihak BBC luar biasa jengkel dengan lolosnya berita Hassan. Media Inggris tersebut sedang menyelidiki kasus ini secara serius. 

Melansir dari Daily Mail pada Kamis, 10 Februari 2022, Hassan Hasad telah meluruskan isu penipuan tersebut lewat akun Twitter yang diduga miliknya. Salah satu komentar bertanya apakah Hassan mendapat keuntungan dari sumbangan amal yang dia buat. 

Sang miliarder pun menjawab, "tidak, saya sendiri tidak menghasilkan uang dari situ ... pembukaan sumbangan adalah usaha untuk membuka keran donasi kepada agar makin banyak orang yang ikut menyumbang." 

Kornologi Penipuan Hanad Hassan

Hanad Hassan
Photo : Daily Mail
Hanad Hassan

Hassan lahir di Somalia dan pindah ke Birmingham pada usia 14 tahun bersama keluarganya sebelum mulai berdagang cryptocurrency awal tahun lalu. BBC mengklaim Hassan memiliki kekayaan bersih mencapai Rp114 miliar. 

Dari uang tersebut, Hassan membeli apartemen mewah di pusat kota, dan saat ini fokus mendirikan cryptocurrency yang fokus ditujukan kepada badan amal bernama Orfano pada bulan April 2021. Orfano bahkan mendapat dukungan dari badan amal petinju Amir Khan dan penyanyi pemenang Grammy, Akon.

Orfano kembali membuka donasi pada Oktober 2021 dan mengumpulkan banyak uang. Hassan bahkan berjanji akan mendirikan Orfano Foundation untuk transparansi dana yang masuk. 

Beberapa hari kemudian, akun Instagram dan Twitter Orfano berhenti mengabarkan berita. Dua minggu kemudian, kedua akun mengumumkan bahwa program telah dicabut. Investor diberitahu melalui pesan Telegram bahwa 'segalanya tidak berjalan seperti yang direncanakan'. 

Forum online telah dibanjiri investor yang marah karena pengumuman tersebut. Hanad Hassan dituding menggelapkan uang yang sudah masuk. BBC tidak memberikan keterangan lebih lanjut, artikel Hanad Hassan juga sudah tidak bisa diakses. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...