Lukisan Sacha Jafri Jadi Karya Seni Pertama Dipamerkan di Bulan

Image title
17 Maret 2022, 09:26
Lukisan Sacha Jafri Yang Akan Dipamerkan Di Bulan
Berbagai Sumber
Lukisan Sacha Jafri Yang Akan Dipamerkan Di Bulan

ZIGI – Seniman kontemporer, Sacha Jafri akan meluncurkan karya lukisannya ke bulan sebagai peringatan ke-50 misi Apollo 16 NASA. Ini menjadi lukisan pertama yang akan mendarat di Bulan dan dipamerkan untuk selama-lamanya.

Material yang digunakan untuk lukisan ini bukan kanvas melainkan alumunium dan emas. Material tersebut sebelumnya telah dipertimbangkan penggunaannya agar tidak hancur saat melakukan perjalanan ke Bulan.

Bagaimana penampakan lukisan Sacha Jafri yang akan dipamerkan di bulan? Simak yuk artikelnya di bawah ini!

Baca Juga: Lukisan Robek Bansky Dibeli Rp357 Miliar Pakai Kripto

Lukisan Sacha Jafri Dipajang di Bulan Untuk Selamanya

Lukisan Sacha Jafri
Photo : The National News
Lukisan Sacha Jafri

Pada konferensi pers yang diselenggarakan pada Rabu, 16 Maret 2022 di Expo 2020 Dubai, Paviliun AS, lukisan yang disebut dengan We Rise Together – with the Light of the Moon karya Sacha Jafri dikenalkan sebagai salah satu karya seni yang akan diterbangkan ke bulan.

Lukisan ini terbuat dari emas alumunium agar dapat bertahan di bulan. Sacha dalam konferensi pers tersebut juga menyebutkan bahwa karya seninya akan dipajang untuk selama-lamanya.

“Lukisan ini akan bertahan selamanya,” ujar Sacha Jafri seperti dilansir dari The National News pada Kamis, 17 Maret 2022.

Ia pun menjelaskan mengenai filosofi lukisan yang diciptakannya bahwa lambang hati pada plat alumunium tersebut menggambarkan sosok yang telah terjalin asmara dan mewakili hubungan antar manusia.

“Ini adalah motif hati dengan dua sosok yang terjalin dalam cinta. Ini artinya mewakili hubungan kembali umat manusia. Mencoba membangkitkan perasaan yang jauh dari omong kosong, diskriminasi, kebencian dan toleransi. Segala sesuatu yang harus kita lalui sebagai manusia,” sambung Sacha Fajri.

Lukisan Sacha Jafri Menggunakan Emas dan Alumunium Agar Tahan Lama Di Bulan

Sacha Jafri
Photo : The National News
Sacha Jafri

Pendiri Spacebit, Pavlo Tanasyuk memberikan penjelasan alasan material yang digunakan oleh lukisan tersebut adalah emas dan alumunium. Menurutnya, material tersebut dapat lebih bertahan dari berbagai faktor yang memicu kerusakan selama perjalanan ke bulan seperti radiasi, suhu dan sebagainya.

“Ini (luar angkasa) lingkungan yang berbeda, tidak ada atmosfer. Ini akan terpapar radiasi dan suhu ekstrem sehingga itu harus dibuat dengan teknologi khusus luar angkasa agar karya seni dapat bertahan selama ribuan tahun,” ujar Pavlo Tanasyuk.

Ia juga menyebutkan bahwa banyak puluhan iterasi karya seni sebelum milik Sacha Jefri namun Pavlo akhirnya memutuskan untuk memilih karya seni yang terakhir. Ia juga mengatakan bahwa karya seni Sacha tidak akan dikembalikan di bumi melainkan akan tetap bertahan di bulan.

“Jadi, di masa depan, ketika seseorang melakukan perjalanan ke Bulan dan sampai di sana maka mereka akan dapat melihat karya tersebut,” tambahnya.

Pavlo menjelaskan bahwa material yang digunakan untuk ke bulan harus melalui beberapa tes diantaranya tes getaran, frekuensi untuk memastikan tidak hancur selama peluncuran, gelombang ultrasonic, dan pancaran keheningan.

Karya Seni Sacha Akan Menjadi Warisan Budaya

Sacha Jafri
Photo : The National News
Sacha Jafri

Karya seni bertajuk We Rise Together – with the Light of the Moon ini akan ditempatkan di samping muatan ilmiah NASA bersama dengan berbagai teknologi lainnya.

Setelah karya asal seniman Inggris ini meluncur dan sampai ke Bulan, lukisan tersebut akan menjadi salah satu karya seni yang menjadi warisan dunia.

Lukisan dengan plat emas alumunium ini akan ditempatkan ke Bulan dengan bantuan Selenian yakni perusahaan yang merintis UEA bekerja sama dengan Spacebit, Astrobotic dan NASA.

Salah satu pendiri Selenian. James Khazaei mengatakan bahwa misi Selenian hanya ingin berbeda namun tetap berdampak bagi bumi.

“Misi Selenian sangat sederhana. Membuat perbedaan dan berdampak bagi bumi. Hanya sedikit teknologi luar angkasa yang bisa masuk ke Bulan. Kami ingin mencari tahu. Pertama, apakah itu bisa dicapai? Kedua, dapatkan kita membuat dampak bagi kemanusiaan,” ujar James Khazaei seperti dilansir dari Khaleej Times.

Sementara itu, lukisan We Rise Together – with the Light of the Moon karya Sacha Jafri ini akan diluncurkan di bumi dalam bentuk Token Non-Fungible (NFT) sebagai aset digital.

Baca Juga: 7 Foto Lukisan SBY, Geluti Hobi Baru Selama Pandemi

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...