Cara Hindari Voice Phishing alias Vishing di TikTok, Rawan Penipuan
ZIGI – TikTok dikenal banyak memperkenalkan tren, termasuk tren yang punya kemungkinan bahaya seperti voice phishing atau yang dikenal dengan istilah vishing. Tren yang menipu teman dengan menyatakan ada sejumlah transaksi di rekening ternyata modus yang sama dengan beberapa kejahatan siber.
Kaspersky mencatat ada peningkatan kasus Vishing sepanjang Maret hingga Juli. Simak penjelasan lengkap soal Vishing hingga cara pencegahannya di bawah ini.
Baca juga: Marak Film Bajakan di TikTok, Pengguna Diminta Lindungi Hak Cipta
Waspada Voice Phishing Alas Vishing yang Jadi Tren TikTok
Voice phishing alias penipuan suara sedang marak jadi tren baru di kalangan pengguna TikTok. Salah satu pengguna akan akan mencoba menelpon teman menggunakan suara mesin otomatis dan melakukan penipuan.
Pemilik suara kemudian mengatakan bahwa ada penarikan sejumlah besar uang dari rekening keuangan yang bersangkutan yang membuat korban panik.
Kaspersky alias perusahaan perlindungan dunia maya telah mengonfirmasi bahwa tren tersebut bisa mengarah ke tindak kriminal penipuan. Kejahatan siber biasa menggunakan modus yang sama untuk menjerat korban.
Berbeda dengan penipuan lainnya, vishing akan menggiring korban untuk mengungkapkan data personal melalui telpon. Korban akan terlebih dahulu menerima email dari toko online palsu atau cek pembayaran palsu.
Jika korban tidak merasa melakukan transaksi apa pun, maka pelaku akan memaksa mangsanya untuk menghubungi call center palsu yang tertera di email.
Penipu akan meminta credit card dari korban dengan alasan sebagai prosedur pembatalan transaksi. Setelah mendapatkan informasi mengenai akun bank, sindikat akan mulai mencuri uang korban.
Menurut Kaspersky, dengan cara ini tingkat keberhasilan dinilai lebih tinggi. Saat menelpon, korban cenderung sulit fokus dan terganggu sehingga akan menuruti apa yang dikatakan oleh pelaku.
Cara Mencegah Voice Phishing alias Vishing
Melansir dari Primetel pada Jumat, 15 Juli 2022, Kaspersky mendekteksi bahwa ada peningkatan jumlah Vishing via email selama bulan Juni 2022 dengan total kasus 100 ribu pengguna.
Jika dianalisis dari rentang waktu Maret hingga Juni 2022, artinya kasus Vishing telah mencapai 350 ribu email penipuan. Untuk terhindar dari kasus ini, Kaspersky punya beberapa trik:
- Pastikan selalu email apa pun yang masuk. Email penipuan biasanya menggunakan alamat yang tidak masuk akal dan banyak typo. Kamu juga bisa mencari tahu lewat internet sebelum membuka email apa pun.
- Panggilan dari perusahaan, bank, dan call center tidak pernah meminta informasi pribadi seperti nomor keamanan dan data sensitif lain. Hati-hati dengan permintaan untuk verifikasi akun digital, terutama rekening.
- Hati-hati dengan isi pesan yang memintamu untuk segera meng-update data apapun.
- Pastikan untuk tidak latah dengan setiap tren di media sosial, Jika tren yang ada berkaitan dengan informasi personal, muali dari data keluarga, NIK, KK, rekening, dan password penting lainnya, kamu tidak perlu mengikutinya.
Hingga kini pihak TikTok belum angkat bicara mengenai terbukanya penipuan voice phishing alias vishing.
Baca juga: TikTok Dituntut karena Blackout Challenge, Diduga Tewaskan Anak-anak
