6 Fakta Observatorium Bosscha, Jadi Lokasi Syuting Pengabdi Setan 2

Image title
8 Agustus 2022, 14:08
Bangunan Observatorium Bosscha
itb.ac.id
Bangunan Observatorium Bosscha

ZIGI – Film Petualangan Sherina langsung trending Twitter pada Senin, 8 Agustus 2022 lantaran bangunan Observatorium Bosscha dijadikan tempat syuting untuk Pengabdi Setan 2: Communion. Seperti yang diketahui, Bosscha sebelumnya menjadi tempat ikonik di film Petualangan Sherina.

Oleh sebab itu, banyak netizen menyampaikan pandangannya terkait Observatorium Bosscha yang kini berubah kesan menjadi horor karena Pengabdi Setan 2. Lantas apa sebenarnya bangunan Observatorium Bosscha? Yuk simak fakta-faktanya di bawah ini!

Baca Juga: 7 Keajaiban Dunia Terbaru Menurut NOWC, Candi Borobudur Tidak Termasuk

1. Sejarah Observatorium Bosscha 

K.A.R Bosscha, Joan Voute beserta istrinya
Photo : Bosscha.itb.ac.id
K.A.R Bosscha, Joan Voute beserta istrinya

Melansir dari Bosscha.itb.ac.id, Observatorium Bosscha dulunya dikenal sebagai Bosscha Stereenwacht yang dibangun atas inisiasi Karel Albert Rudolf (K.A.R) Bosscha yang dibantu oleh kemenakannya R.A Kerkhoven dan seorang astronom Hindia-Belanda, Joan George Ererdus Gijsbertus Voute.

Pembangunan Observatorium Bosscha ini bertujuan untuk memajukan ilmu astronomi di Hindia-Belanda. Nama Bosscha diambil dari K.A.R Bosscha karena berdedikasi sebagai penyandang dana utama dan memberikan teropong bintang.

Observatorium Bosscha akhirnya diresmikan pada 1 Januari 1923. Kemudian NISV (Perhimpunan Astronomi Hindia Belanda) memberikan Observatorim Bosscha kepada pemerintah Indonesia pada 17 Oktober 1951.

2. Observatorium Bosscha Sebagai Cagar Budaya Indonesia

Bangunan Observatorium Bosscha pada 1928
Photo : Bosscha.itb.ac.id
Bangunan Observatorium Bosscha pada 1928

Setelah lebih dari setengah abad berdiri, Observatorium Bosscha akhirnya menjadi Cagar Budaya Nasional pada 2004. Kemudian pada 2008, Observatorium ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional.

Melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 184/M/2017, Observatorium Bosscha ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya tingkat Nasional berdasarkan penilaian atas kualitas kondisi, fasilitas lahan dan fisik gedung.

Dari hasil penilaian tersebut, Observatorium Bosscha juga ditetapkan sebagai koleksi hasil pengamatan dan pustaka yang tak ternilai. Sementara pada 2021, Observatorium Bosscha ditetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya peringkat kabupaten melalui Surat Keputusan Bupati Bandung Barat 188.45/Kep.731-Disparbud/2021.

3. Lokasi Observatorium Bosscha

Bangunan Observatorium Bosscha
Photo : itb.ac.id
Bangunan Observatorium Bosscha

Observatorim Bosscha menjadi observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara. Bangunan ini masih berdiri kokoh di Jl. Peneropongan Bintang No.45, Lembang, Kec. Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

 

Hingga kini, Observatorium Bosscha menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak 1951. Dimana bangunan ini digunakan oleh peneliti dan mahasiswa untuk memajukan sains astronomi dan astrofisika.

4. Struktur Bangunan

Bangunan Observatorium Bosscha
Photo : Pinhome.id
Bangunan Observatorium Bosscha

Jika kamu melihat Observatorium Bosscha di film Petualangan Sherina pasti sudah dapat membayangkan gedung dengan atap berbentuk kubah. Bangunan ini menghadap ke arah timur dimana terdapat dua lantai.

Lantai kedua digunakan untuk tempat meneropong, kamu dapat menjumpai teropong besar peninggalan Belanda yang masih berfungsi hingga sekarang. Pada bagian kubah ini menarik karena sudah dilengkapi kecanggihan teknologi.

Untuk meneliti langit, atap Observatorium Bosscha dapat membuka dan menutup selebar tiga meter dan diputar ke segala arah. Atap kubah tersebut terbuat dari baja yang memiliki ketebalan sekitar 2 mm kemudian didalamnya dilengkapi dengan asbes.

5. Fasilitas Penunjang

Fasilitas Observatorium Bosscha
Photo : Bosscha.itb.ac.id
Fasilitas Observatorium Bosscha

Ada tiga fasilitas penunjang ketika kamu berkunjung ke Observatorium Bosscha. Untuk menunjang penelitian serta pengetahuan tentang ilmu astronomi, kawasan observatorim juga dilengkapi dengan perpustakaan.

Perpustakaan tersebut diperoleh dari sumbangan Prof Sande Bakhujizen pada tahun 1920-an. Selain itu, ada pula fasilitas bengkel teknik dimana ruang tersebut digunakan untuk para teknisi melakukan perawatan dan pemeliharan instrument Observatorium Bosscha.

Fasilitas terakhir adalah Wisma Kerkhoven yang dikhususkan untuk para pengunjung yang kebanyakan berasal dari akademisi seperti mahasiswa dan peneliti.

Bosscha menerima kunjungan masyarakat ke observatorium baik kelompok maupun individu. Namun, program kunjungan adalah program yang terbatas, sehingga bagi yang ingin berkunjung harus mengecek terlebih dulu jadwalnya di situs bosscha.itb.ac.id.

6. Instrumen Teleskop Observatorium Bosscha

Teleskop di Observatorium Bosscha
Photo : Bosscha.itb.ac.id
Teleskop di Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha digunakan untuk sarana penelitian terkait ilmu astronomi. Banyak instrumen alat teleskop yang digunakan karena fungsinya yang berbeda. Seperti teleskop utama di Observatorium Bosscha yakni teleskop Zeiss 0.6 m yang berusia lebih dari 85 tahun.

Adapun teleskop yang digunakan penelitian lainnya yakni Bosscha Robotic Telescope (BRT), Teleskop STEVia, Teleskop GAO-ITB RTS (Remote Telescope System), Teleskop Surya, Telescop Portable, Teleskop Ramberg, Teleskop GOTO hingga Teleskop Schmidt Bimasakti.

Nah, di atas sederet fakta menarik bangunan Observatorium Bosscha yang ikonik karena film Petualangan Sherina. Namun, bangunan ini kembali menjadi perbincangan setelah jadi lokasi syuting di Pengabdi Setan 2: Communion.

Baca Juga: 5 Museum Wayang dari Berbagai Daerah Cocok untuk Wisata Budaya

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...