Rekomendasi Lomba 17 Agustus untuk Peringati HUT RI ke-77
ZIGI – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang selalu diperingati pada tanggal 17 Agustus, seluruh rakyat Indonesia antusias merayakannya dengan berbagai lomba.
Rupanya lomba-lomba yang selalu digunakan untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia sudah ada sejak dulu. Bahkan ada makna-makna tersendiri dari perlombaan tersebut.
Sebenarnya bagaimana sejarah lomba 17 Agustus-an dan apa saja maknanya? Yuk simak ulasannya di bawah ini dilengkapi dengan rekomendasi lomba untuk HUT RI ke-77!
Baca Juga: Sejarah April Mop dan Tradisi Perayaan di Berbagai Negara
Sejarah Lomba 17 Agustus
Mengutip dari YouTube DIV Humas POLRI (Polisi Republik Indonesia), lomba 17 Agustus tidak muncul tepat pada tahun dimana Indonesia merdeka yakni 1945 melainkan pada 1950-an.
Perlombaan ini digagas oleh masyarakat sendiri hingga akhirnya menjadi tradisi setiap tahunnya. Kemunculan lomba-lomba tersebut bertujuan untuk menyambut kemenangan para pejuang yang sudah membuat Indonesia merdeka.
Menurut sejarawan JJ Rizal, perlombaan merupakan ciri khas dari Indonesia yang suka bermain. Seperti halnya Kerajaan Aceh yang kerap membuat parade. Lalu, zaman Kerajaan Majapahit yang dimana perlombaan diadakan setiap minggunya.
Makna Lomba-Lomba 17 Agustus
Rupanya lomba-lomba yang sering digunakan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI tidak sekadar hanya senang-senang melainkan ada makna yang terkandung didalamnya. Lantas lomba apa saja yang memiliki makna tersembunyi? Berikut penjelasannya:
1. Lomba Panjat Pinang
Lomba panjat pinang selalu identik untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Ternyata lomba ini sudah muncul sejak masa penjajahan Belanda. Awalnya lomba ini dicetuskan oleh pejabat Belanda yang bertujuan untuk acara perayaan pernikahan.
Orang Belanda akan menaruh sejumlah hadiah-hadiah di atas pohon pinang. Atraksi orang yang memanjat pohon pinang dengan saling bergotong royong ini justru mengundang gelak tawa penonton.
Namun, lomba panjat pinang kini bergeser makna menjadi perjuangan masyarakat Indonesia mencapai kemerdekaan. Oleh sebab itu, saat mencapai hadiah di atas pohon membutuhkan gotong royong. Sementara pohon pinang cukup sulit didapatkan, banyak masyarakat berinisiatif mengunakan batang pohon lainnya.
2. Lomba Makan Kerupuk
Munculnya lomba makan kerupuk berasal dari kondisi masyarakat yang masih terbelenggu kemiskinan saat zaman penjajahan. Kerupuk kala itu menjadi bahan makanan pokok karena digunakan sebagai lauk.
Yang awalnya sebagai simbol pangan, kerupuk beralih fungsi sebagai makan pelengkap setelah kehidupan perekonomian masyarakat semakin membaik. Sementara makna makan kerupuk mengisyaratkan kesederhanaan.
3. Lomba Balap Karung
Lomba balap karung ini menggunakan karung berbahan goni dimana orang akan masuk ke karung kemudian melompat hingga menuju garis finish. Kini bukan hanya karung goni yang bisa digunakan melainkan bahan lainnya seperti karung kain beras.
Kendati demikian, makna lomba 17 Agustus balap karung menyimbolkan kesederhanaan. Pasalnya pada era penjajahan masyarakat Indonesia sering memakai pakaian dari goni kemanapun.
4. Tarik Tambang
Keseruan lomba tarik tambang rupanya juga berasal dari masa kelam masyarakat Indonesia di masa penjajahan Belanda-Jepang. Makna lomba ini adalah memperlihatkan perjuangan pahlawan dan masyarakat Indonesia yang dipaksa bekerja.
Di sisi lain, lomba tarik tambang juga memberikan makna positif diantaranya gotong-royong, kebersamaan serta solidaritas karena untuk menumbangkan lawan harus kerjasama tim.
Rekomendari Lomba `7 Agustus
Selain keempat lomba yang disebutkan diatas, ada beberapa lomba yang bisa dimanfaatkan untuk memeriahkan HUT RI ke-77. Apa saja?
- Memasukkan pensil ke botol. Lomba ini mengharuskan seseorang memasukkan pensil yang ditalikan ke perut dengan cara jongkok untuk memasukkan ke botol.
- Sepak bola daster. Para pemain harus menggunakan daster begitu juga untuk para laki-laki yang mengikuti lomba.
- Merias Dengan Wajah Tertutup. Disini dibutuhkan dua peserta untuk perias dan yang dirias. Untuk perias, matanya harus ditutup kain sementara yang dirias harus diam tanpa memberikan kode kepada periasnya.
- Gebuk Bantal. Lomba ini membutuhkan kolam air seperti empang dengan media bambu atau kayu untuk dua peserta saling memukul dengan bantal. Di sini peserta harus menjaga keseimbangan agar tidak jatuh.
- Balap Kelereng. Lomba ini membutuhkan dua alat yakni sendok dan kelereng. Peserta harus menjaga keseimbangan hingga garis finish, jika kelereng jatuh maka harus diulang kembali.
- Pecah Air. Plastik diisi air kemudian diikat ke sebuah tali, mata peserta harus ditutup dan berjalan hingga dapat memecahkan plastik berisikan air.
- Makan Biskuit. Lomba ini juga memberikan gelak tawa karena melihat ekspresi wajah peserta yang berusaha menjatuhkan biskuit dari dahi tanpa bantuan tangan hingga dapat termakan.
- Mengempit Balon. Lomba mengempit balon harus dua orang dimana akan diadu dengan lawan lain dengan mengempit balon. Peserta harus berjalan sampai finish dengan mengempit balon.
Nah, demikian sejarah, makna dan jenis-jenis lomba 17 Agustus yang direkomendasikan untuk HUT RI yang ke-77. Salam Merdeka!
Baca Juga: 8 Tradisi Unik Perayaan Hari Valentine di Berbagai Negara
