Setoran Dividen Naik, BUMN Disuruh Tambah Utang
KATADATA ? Panitia Kerja (Panja) Badan Anggaran DPR menyepakati besaran setoran dividen BUMN pada 2015 sebesar Rp 43,7 triliun. Angka ini lebih tinggi dari rencana dalam nota keuangan pemerintah sebesar Rp 41 triliun.
Imam Apriyanto Putro, Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara, mengatakan pemerintah masih mengandalkan dividen dari Pertamina untuk mengisi kebutuhan tersebut. ?Porsinya mencapai 30 persen,? kata dia seusai rapat Panja di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, meski kenaikan setoran dividen ini memberatkan BUMN, dirinya optimistis target tersebut bakal tercapai. Adapun untuk memenuhi kebutuhan dana ekspansi, BUMN bisa melakukannya dengan menaikkan rasio utang.
?Pintar-pintar mengelola roadmap BUMN lah,? tutur Imam.
Dalam APBN-P 2014, setoran dividen BUMN ditargetkan sebesar Rp 40 triliun. Hingga September, kata Imam, nilai yang sudah disetorkan baru Rp 37 triliun. Dia optimistis target akan tercapai, karena masih ada waktu tiga bulan lagi.
(Baca: Keberanian Jokowi Melakukan Reformasi Fiskal Ditunggu)
Satya Widya Yudha, anggota Panja dari Fraksi Partai Golkar, mengatakan setoran dividen menjadi alternatif untuk menciptakan ruang fiskal dalam APBN 2015. Persoalannya, jika dividen tidak dinaikkan pemerintah harus menambah utang untuk menutup kebutuhan defisit.
?Kalau subsidi BBM (bahan bakar minyak) dikurangi baru bisa meminta setoran dividen ini dikurangi,? katanya.
Menteri BUMN Dahlan Iskan sebelumnya meminta agar setoran dividen BUMN dikurangi. Hal ini supaya BUMN memiliki keleluasaan untuk melakukan ekspansi.
