Tahun Baru, Pemerintah Revisi Harga BBM Bersubsidi
KATADATA ? Pemerintah berencana merevisi harga bahan bakar minyak (BBM) pada pergantian tahun. Perubahan akan menyesuaikan dengan perkembangan harga minyak mentah dunia.
?Nanti diumumkan sebelum tahun baru, sehingga pada tahun baru nanti masyarakat akan membeli BBM dengan harga baru,? kata Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil di Jakarta, Senin (29/12).
Pemerintah saat ini masih melakukan perhitungan besaran harga BBM. Selain mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, pemerintah juga menghitung nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
?Besok kami akan rapat lagi melihat berapa harga keekonomiannya. Intinya kebijakan ini mudah-mudahan yang permanen,? kata dia.
Saat ini BBM jenis premium dijual dengan harga Rp 8.500 per liter, sedangkan solar Rp 7.500 per liter. Sofyan enggan menyebut apakah nantinya pemerintah akan menaikkan atau menurunkan harga BBM. ?Pokoknya harga baru,? ujarnya.
Kebijakan mengenai harga baru BBM, kata dia, juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menerapkan mekanisme subsidi tetap. Besaran subsidi tersebut pun masih terus dikaji.
Namun secara prinsip, penerapan subsidi tetap tersebut tidak lagi menyandera Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Subsidi tetap juga akan membuat APBN stabil sehingga tidak perlu lagi melakukan APBN-Perubahan.
?Supaya program pemerintah untuk pembangunan infrastruktur dan lain-lain bisa lebih terjamin, dan seminim mungkin subsidi yang bersifat konsumtif,? ujarnya.
Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pada hari ini untuk pengiriman Februari 2015 tercatat sebesar US$ 55,36 per barel. Ini naik 1,15 persen dibandingkan hari sebelumnya. Namun, harga minyak tersebut tercatat turun 43,6 persen dibandingkan harga pada awal 2014 sebesar US$ 98,2 per barel.
